<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891</id><updated>2011-12-11T18:45:15.955-08:00</updated><title type='text'>journal of a learner</title><subtitle type='html'>one effort to write. one effort to be a lifelong learner</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>66</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-1316438386666869555</id><published>2011-02-07T17:29:00.000-08:00</published><updated>2011-03-22T01:03:23.741-07:00</updated><title type='text'>Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Cara Tradisional</title><content type='html'>Berlatar belakang problem yang saya alami berupa bekas-bekas jerawat yang bikin geregetan (geregetan..jadinya geregetan..apa yang harus kulakukan..*halah malah nyanyi*), saya coba menelusuri mesin pencari Google nan sakti itu untuk menemukan cara-cara tradisional untuk menghilangkan bekas jerawat. Setelah saya kumpulkan, saya seleksi karena tak semua cara baik untuk dipraktekkan. Misalnya penggunaan bawang putih. Bawang putih bersifat panas dan dapat meninggalkan noda hitam di kulit. Kalau anda masih mau mencoba cara itu, coba dulu pada kulit badan anda. Jika meninggalkan noda kehitaman, lebih baik tak usah diteruskan. Noda itu sulit hilangnya, gawat kan kalau ada di wajah? ;) Nah, hasil seleksi itu saya unggah di sini, siapa tau ada di antara teman-teman yang membutuhkannya. Saya baru akan mencoba cara-cara ini, jadi jangan tanya hasilnya pada saya ya..Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;b&gt;Jus Lemon&lt;/b&gt;. Peras lemon, oleskan di wajah 2x sehari. Minum jus lemon sehari sekali. (versi Media Indonesia: Jus lemon atau limau segar. Oleskan jus segar tersebut secara langsung ke area bekas jerawat dengan menggunakan kapas. Biarkan beberapa saat hingga meresap, selanjutnya bersihkan dengan air. Lemon berfungsi menyamarkan bekas jerawat yang berwarna kehitaman.)&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/TVCbCOtSaiI/AAAAAAAAAC0/ADXI-9dEi38/s1600/lemon.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="149" width="113" src="http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/TVCbCOtSaiI/AAAAAAAAAC0/ADXI-9dEi38/s320/lemon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;b&gt;Lidah Buaya&lt;/b&gt;. Ambil jel nya dan oleskan di wajah. Buat jus dan minum sehari sekali.&lt;br /&gt;3. &lt;b&gt;Madu.&lt;/b&gt; Campur madu dan susu, lalu oleskan di wajah dua kali sehari.&lt;br /&gt;4. Untuk pengobatan dari dalam perbanyak &lt;b&gt;minum jus tomat,wortel,strawberry + brokoli&lt;/b&gt; (di-mix)&lt;br /&gt;5. &lt;b&gt;Belimbing wuluh&lt;/b&gt; yang ditumbuk sampai halus seperti bubur lalu dicampur air garam secukupnya, Lulur ini juga berfungsi sebagai astringen yang akan membantu memperkecil pori-pori yang terbuka terlalu lebar.&lt;br /&gt;6. Cuci dengan &lt;b&gt;air kelapa tua&lt;/b&gt;. Setelah kering sendiri, bilas dengan air bersih.&lt;br /&gt;7. &lt;b&gt;Air kelapa dicampur dengan parutan kunyit&lt;/b&gt; kemudian rendam selama tiga malam. Setelah direndam, saring rendaman tersebut untuk mendapatkan airnya. Campuran air tersebut bisa digunakan untuk membantu menghilangkan jerawat dan juga bekas jerawat yang membandel.&lt;br /&gt;8. &lt;b&gt;Pepaya&lt;/b&gt; yang sudah dihaluskan bisa dioleskan pada wajah. Biarkan masker mengering selama 15 sampai 20 menit, kemudian dicuci dengan air bersih. Masker pepaya ini bisa membuka pori-pori kulit yang menyumbat dan menghilangkan minyak, serta sel-sel kulit mati dari kulit.&lt;br /&gt;9. &lt;b&gt;Masker timun&lt;/b&gt; untuk menghilangkan bekas jerawat di wajah (lakukan setiap hari)&lt;br /&gt;10. &lt;b&gt;Air beras&lt;/b&gt;, selain berkhasiat untuk menghilangkan bekas jerawat, juga berkhasiat untuk menghaluskan kulit. Basuh muka dengan air basuhan beras. Setelah kering, cuci dengan air bersih. (lakukan setiap hari)&lt;br /&gt;11. &lt;b&gt;Air dari parutan ubi kayu&lt;/b&gt; juga sangat berkhasiat untuk menghilangkan bekas jerawat (Lakukan setiap hari selama seminggu.)&lt;br /&gt;12. &lt;b&gt;Es Batu&lt;/b&gt;: Usapkan es ke permukaan wajah untuk merapatkan pori-pori sehingga pertikel-partikel luar penyebab jerawat tidak masuk ke dalam kulit.&lt;br /&gt;13. &lt;b&gt;Irisan Tomat&lt;/b&gt;: Mengusapkan irisan tomat pada luka bekas jerawat terbukti dapat menghilangkan noda yang mengganggu. Gosok2kan tomat atau timun lalu biarkan selama 15 menit lalu bilas dengan air bersih. Tomat tidak hanya mengecilkan pori-pori tapi juga menghilangkan komedo dan cocok untuk pengobatan kulit berminyak.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/TVCdhlp0mQI/AAAAAAAAADE/xFdC6lMy_vY/s1600/lidah-buaya.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="256" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/TVCdhlp0mQI/AAAAAAAAADE/xFdC6lMy_vY/s320/lidah-buaya.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/TVCeVl4pMHI/AAAAAAAAADM/JIecNuTOhJo/s1600/Kayumanis.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="178" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/TVCeVl4pMHI/AAAAAAAAADM/JIecNuTOhJo/s320/Kayumanis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. &lt;b&gt;Kunyit&lt;/b&gt;: Di belahan dunia timur kunyit telah beribu-ribu tahun dikenal sebagai produk kecantikan. Salah satu khasiatnya adalah mengurangi luka bekas jerawat (pupurkan parutannya).&lt;br /&gt;15. &lt;b&gt;Minyak Zaitun&lt;/b&gt;: Selain membuat masakan lezat, minyak zaitun juga bisa menghilangkan noda jerawat. Pijat dengan lembut wajah Anda dengan minyak jerawat terutama di bagian yang terdapat noda jerawat. &lt;br /&gt;16. &lt;b&gt;Pasta campuran kayu cendana dan beberapa tetes air mawar&lt;/b&gt;. Campuran ini bisa digunakan sebagai facial mask atau dioleskan secara langsung ke area bekas luka selama lebih dari 1 jam.  Ada baiknya dipakai pada malam hari. Selanjutnya bersihkan dengan air. Cara ini efektif menyamarkan dan menghilangkan bekas jerawat. (versi lain: oleskan campuran bubuk kayu cendana dan air mawar pada bekas jerawat sebelum tidur dan gunakan semalaman lalu bilas dengan air dingin di pagi hari. Tapi jika kulit menjadi kering, cobalah ditambahkan susu dalam ramuan bubuk cendana itu dan gunakan hanya beberapa jam saja, tak perlu semalaman.)&lt;br /&gt;17. Oleskan &lt;b&gt;bubuk kayu cendana yang dibuat pasta&lt;/b&gt; pada bekas jerawat sebelum tidur dan gunakan semalaman, lalu bilas dengan air dingin di pagi hari.&lt;br /&gt;18. &lt;b&gt;Masker campuran&lt;/b&gt;. Campurkan 1 sendok makan krim asam, 1 sendok makan yogurt, satu sendok makan oatmeal, dan beberapa tetes jus lemon. Selanjutnya balurkan campuran ini ke area bekas jerawat. Biarkan selama 10 menit, kemudian cucilah hingga bersih.&lt;br /&gt;19. &lt;b&gt;Masker tomat dan ketimun&lt;/b&gt;. Kombinasi kedua bahan ini dinyatakan sangat efektif menyamarkan bekas jerawat. Selain itu, masker campuran tomat dan ketimun juga bisa mengencangkan pori-pori kulit, sehingga kulit tampak lebih menarik.&lt;br /&gt;20. &lt;b&gt;Minyak lavender&lt;/b&gt;. Gosokkan minyak lavender ke area bekas jerawat paling tidak 2 kali sehari. Cara ini dinyatakan efektif menyamarkan bekas jerawat.&lt;br /&gt;21. &lt;b&gt;Putih telur&lt;/b&gt;. Ini merupakan salah satu cara paling murah untuk menghilangkan bekas jerawat. Oleskan putih telur ke bekas jerawat dengan menggunakan kapas dan biarkan sepanjang malam. Cara ini selain mencegah munculnya jerawat juga efektif mengatasi bekas jerawat.&lt;br /&gt;22. &lt;b&gt;Jus ketumbar dan tepung kunyit&lt;/b&gt;. Campurkan satu sendok teh jus ketumbar dengan sedikit tepung kunyit kemudian balurkan ke area yang terinfeksi. Cara alami ini dinyatakan efektif menghilangkan bekas jerawat.&lt;br /&gt;23. Gunakan &lt;b&gt;madu yang telah dipanaskan&lt;/b&gt; sebelumnya. Lalu oleskan ke flek saat masih hangat. Diamkan sekitar 10 menit. Lakukan setiap hari sampai flek benar-benar hilang.&lt;br /&gt;24. &lt;b&gt;Menguapkan wajah&lt;/b&gt;: Campurkan mawar dan perasan jeruk lemon pada wadah yang telah berisi air panas, lalu letakkan wajah di atas wadah. Diamkan tiga hingga lima menit, lalu bilas wajah dengan air dingin untuk menutup kembali pori-pori. Air mawar dan lemon dipercaya dapat memudarkan bekas jerawat sekaligus mencerahkan kulit wajah.&lt;br /&gt;25. Pilih &lt;b&gt;minyak vitamin E&lt;/b&gt;, lalu terapkan pada daerah bekas jerawat. Lakukan perawatan ini pada malam hari dan diamkan semalaman. Esok paginya, cuci wajah dengan air hangat. (disarankan oleh dermatologist)&lt;br /&gt;26. &lt;b&gt;Putih telur + 1 sendok tepung jagung + minyak zaitun&lt;/b&gt;. Ketiganya, aduk secara rata. Gunakan sebagai masker.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/TVCbqXnMXfI/AAAAAAAAAC8/Yrs0f8htywQ/s1600/minyak-zaitun.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="150" width="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/TVCbqXnMXfI/AAAAAAAAAC8/Yrs0f8htywQ/s320/minyak-zaitun.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Tumbuk beberapa batang kulit &lt;b&gt;kayu manis&lt;/b&gt; dan jadikan serbuk. Campurkan dengan sedikit air. Sapukan pada bekas jerawat. Lakukan selama seminggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian bahan yang dapat saya kumpulkan. Mohon maaf belum mencantumkan sumber-sumber informasinya. Tapi rata-rata bahan tersebut dipublikasi di banyak tempat, jadi saya anggap sudah milik publik. Oke deh..Selamat mencoba! :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-1316438386666869555?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/1316438386666869555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=1316438386666869555' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/1316438386666869555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/1316438386666869555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2011/02/menghilangkan-bekas-jerawat-dengan-cara.html' title='Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Cara Tradisional'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/TVCbCOtSaiI/AAAAAAAAAC0/ADXI-9dEi38/s72-c/lemon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-8766935034490783189</id><published>2010-12-23T23:49:00.000-08:00</published><updated>2010-12-23T23:49:27.184-08:00</updated><title type='text'>Piring Indo vs Piring Cina</title><content type='html'>Ini pengalaman pribadi yaa..&lt;br /&gt;Waktu saya nikah, banyak sekali yang menghadiahi saya sprei. Yah, hadiah standar orang menikah mungkin ya, praktis dan hampir pasti bermanfaat. Ini memberi saya pelajaran untuk tidak menghadiahi sprei pada teman yang menikah, kecuali sprei dengan bedcover yang dibeli dalam rangka patungan. Anyway, begitu banyaknya yang menghadiahi saya sprei, tapi tidak ada yang menghadiahi saya piring! Ada sih yang memberi set cangkir berikut piring kecilnya (saucer), tapi tetap aja gak bisa dipakai untuk makan. Jadi, dua hari setelah nikah dan kami sudah menempati rumah kontrakan (di pekarangan belakang rumah ortu), saat hari masih pagi dan saya sedang berusaha menghabiskan bubur ayam di warung kopi, suami menyetop tukang perabot yang keliling dengan mobil pick-up. Piring, mangkok, gelas, sendok, mmm… apalagi ya? Ember, kemoceng, bak air, keranjang, suami bertanya apakah ada yang kurang. Selesai sarapan di warung kopi kami pun menggotong-gotong perabot ke rumah kami. Itulah penanda kedua bahwa kami pengantin baru, penanda bagi para tetangga. Penanda pertamanya adalah, suka bergandengan tangan. Aduh, mulai ngelantur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, karena saya belum tune-in banget bahwa saya sedang membangun rumah tangga baru, dan karena kami masih akan tinggal terpisah selama beberapa bulan, saya belum dapat mengira-ngira berapa jumlah piring-gelas-mangkok yang saya butuhkan. Tempat untuk menyimpannya saja belum ada. Makan masih sering di luar karena belum punya alat masak. Kami juga belum bicara masalah detail keuangan sehingga saya belum dapat mereka-reka kemampuan finansial suami saat itu, apalagi pengeluaran besar-bagi masing-masing kami-baru saja terjadi.  Jadilah saya hanya membeli tiga buah piring dan tiga buah gelas, mangkok nanti dulu lah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kemudian hari, saat saya mulai sedikit-sedikit memasak untuk suami, saya menyadari piring tiga buah sama sekali tidak cukup. Piring-piring milik orang tua pun jadi korban peminjaman. Maka saat belanja bulanan berikutnya, saya membeli lagi tiga buah piring. Dan kali itu, saya juga membeli mangkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/TRRQLsqu6NI/AAAAAAAAACk/AQ4Y8S67Edw/s1600/foto%2Bpiring.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/TRRQLsqu6NI/AAAAAAAAACk/AQ4Y8S67Edw/s320/foto%2Bpiring.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.google.co.id/imglanding?q=piring+makan&amp;um=1&amp;hl=id&amp;tbs=isch:1&amp;tbnid=oSnmtZAT8IUmCM:&amp;imgrefurl=http://www.kaskus.us/showthread.php%253Ft%253D1335463&amp;imgurl=http://i337.photobucket.com/albums/n366/buduto/30012009096.jpg&amp;zoom=1&amp;w=1024&amp;h=768&amp;iact=rc&amp;ei=lE8UTYPmFIOucJPjqI0K&amp;oei=704UTZWoAsTVrQe2_dTMCw&amp;esq=16&amp;page=10&amp;tbnh=119&amp;tbnw=152&amp;start=92&amp;ndsp=10&amp;ved=1t:429,r:0,s:92&amp;biw=1008&amp;bih=418"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piring yang saya beli kali pertama, bertuliskan made in China, kita sebut saja piring China. Piring yang saya beli kali kedua, bertuliskan made in Indonesia, kita sebut saja piring Indo. Setelah enam bulan menikah, saya mendapat pengalaman bersama piring-piring ini. Piring Indo, lebih mudah dibersihkan tinimbang piring China. Kalau kita makan nasi tanpa sayur berkuah di satu piring, kering gitu, biasanya bekas nasinya akan mengering di permukaan piring. Jika tidak langsung dicuci, bekas nasi itu akan makin mengeras dan sulit dibersihkan. Berdasar pengamatan saya, hal itu tidak terjadi pada piring Indo. Cukup saya basuh dulu sebelum saya usap dengan spons bersabun, bekas nasi itu langsung lenyap. Sebaliknya, pada piring China, bekas nasi itu harus saya gosok-gosok beberapa kali baru dia meluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piring Indo, tidak mudah pecah. Biasanya kalau saya memasak, satu kompor saya gunakan untuk menggoreng dan kompor satunya saya pakai untuk memasak sayur. Berhubung saya belum punya alat peniris minyak, saya mengangkat gorengan menggunakan piring beralas kertas koran. Kalau sedang terburu-buru, setelah mengangkat gorengan ke piring dan memasukkan bahan gorengan sesi berikutnya ke minyak panas, saya akan segera beralih ke sayur. Piring berisi gorengan paling gampang saya letakkan di samping kompor. Nah, kan panas tuh. Tapi piring Indo tidak ada yang pecah sampai saat ini. Sebaliknya, piring China pernah saya letakkan di sisi kompor, tidak pecah saat itu. Kemudian saya letakkan agak jauh dari kompor, tapi masih di area dapur. Tidak saya pindahkan lagi hingga keesokan harinya. Dan hari itu saat saya memasak saya mendengar suara “Tang!” yang keras, seperti suara dua batang logam berat diadu. Ternyata suara itu datang dari piring China yang kini terbelah dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini piring China saya tinggal satu. Saya lupa nasib piring China yang satu lagi. Entah pecah karena tertumpuk benda lain atau karena panas kuah mendidih. Yang jelas piring Indo saya masih utuh, tiga buah. Jadi saat kemarin belanja bulanan lagi, saya bilang pada suami, “Cari piring yang buatan Indonesia aja ya, lebih kuat. Jangan yang buatan China.” Suami saya menjawab,”Iya, orang Indonesia udah pinter kok bikin piring.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-8766935034490783189?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/8766935034490783189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=8766935034490783189' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/8766935034490783189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/8766935034490783189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/12/piring-indo-vs-piring-cina.html' title='Piring Indo vs Piring Cina'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/TRRQLsqu6NI/AAAAAAAAACk/AQ4Y8S67Edw/s72-c/foto%2Bpiring.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-8504072607694504518</id><published>2010-11-21T19:38:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T19:38:54.657-08:00</updated><title type='text'>Cerita Fathir # 2: Majalah</title><content type='html'>Lama tak pulang ke kontrakan di Tangerang, saya mendapat cerita tentang Fathir dari suami. Suami saya mendapat cerita ini dari Ibu Fathir. Ibu Fathir adalah seorang wanita muda berwajah manis yang energik tapi dilarang melompat-lompat oleh tetangganya karena dikhawatirkan akan menimbulkan gempa lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya, Ibu Fathir membeli majalah wanita. Tema utamanya: menjaga agar hubungan suami istri tetap mesra. Majalah tersebut diletakkan Ibu begitu saja di kontrakan mereka. Meski Fathir belum dapat membaca, ia dapat mengerti gambar-gambar yang dipajang besar-besar di halaman majalah itu. Ibu Fathir mendapati, setiap kali Fathir membolak-balik majalah itu, ia selalu tersenyum-senyum sendiri. Kadang malah tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, Fathir selalu tertawa setiap ia melihat gambar pasangan suami istri dengan pose sang suami menggendong sang istri. Karena penasaran, Ibu pun bertanya,&lt;br /&gt;“Fathir kenapa ketawa?” &lt;br /&gt;Masih sambil tertawa, Fathir menjawab,&lt;br /&gt;“Kok Fathir gak pernah liat Ayah gendong Ibu, kayak gini?”&lt;br /&gt;Ibu yang terkejut dengan jawaban Fathir mengambil majalah dari tangan Fathir sambil berkata, “Sudah! Gak usah liat-liat majalah ini lagi!”. Majalah pun kini disimpan rapi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-8504072607694504518?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/8504072607694504518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=8504072607694504518' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/8504072607694504518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/8504072607694504518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/11/cerita-fathir-2-majalah.html' title='Cerita Fathir # 2: Majalah'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-5123530850347785464</id><published>2010-11-14T23:36:00.001-08:00</published><updated>2010-11-14T23:36:06.699-08:00</updated><title type='text'>Bangga</title><content type='html'>Sahabat, kadang membuat kita bersuka cita, tentu saja. Kadang membuat kita kesal, gemas, sedih, atau bahkan marah. Membangun sebuah hubungan adalah salah satu esensi dalam pembelajaran kehidupan. Maka segala rasa dalam hati dapat terpancing ke luar saat kita berinteraksi dengan orang lain yang (melalui proses) menjadi dekat dengan kita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang panas itu, sahabatku mengantar si nona pilih-pilih menjelajah mal di daerah Kuningan, Jakarta. Berujung pada frasa: tanpa hasil, si nona pilih-pilih meneruskan penculikan terhadap sahabatku yang pengantin baru itu dan menyeretnya ke Pasar Jatinegara, Mester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si nona pilih-pilih, mau mencari cinderamata  untuk para tamu yang akan datang di hari pernikahannya. Setelah melihat-lihat, menimbang-nimbang, menanya-nanya harga, hati si nona pilih-pilih tidak tergerak untuk menggeser pilihan dari barang yang sudah ia taksir sebelumnya. Yang nona pilih-pilih inginkan untuk cinderamata adalah barang yang bermanfaat, ringan, dan terjangkau kantongnya. Dalam pikiran si nona pilih-pilih, ada 2 pilihan, kipas bordir atau handuk kecil (&lt;i&gt;towel cake&lt;/i&gt;). Itu pun dengan catatan samping: handuk dapat dipakai saat cuaca panas (sebagai lap keringat) dan hujan (sebagai lap air), sementara kipas hanya terpakai saat cuaca panas.lagipula kipas biasanya tidak dipakai oleh tamu laki-laki. Jadi handuk punya 2 poin lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pilihan &lt;i&gt;towel cake&lt;/i&gt; disajikan di hadapan si nona pilih-pilih oleh si mbak penjaga toko. Si nona pilih-pilih tidak puas memilih jika ia tidak dapat melihat bentuk asli dan merasakan tekstur handuk yang dipakai dalam cinderamata itu. Si mbak penjaga toko bilang, “Saya gak bisa gulungnya lagi nanti.” Dilematis. Tapi tak lama kemudian, saat si nona pilih-pilih melihat-lihat cinderamata yang lain, si mbak penjaga toko memberi 2 sampel handuk. Keduanya tidak memuaskan si nona pilih-pilih. Bahkan harganya termasuk yang termahal di antara cinderamata yang dijual di sana. Si nona pilih-pilih diam. Memutar otak. Jika dengan harga begitu mahal saja saya tetap tidak puas, buat apa saya beli, tanyanya dalam benak.&lt;br /&gt;Si mbak penjaga toko lalu berkata pada si nona pilih-pilih, “Udahlah mbak, mau dikasih ke orang (lain) inih..”. Sahabatku si pengantin baru menjawab tegas, “Iya mbak, dan budaya kita adalah, memberi orang lain (hal) yang kita juga suka!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, kali ini sahabatku membuatku merasa bangga. ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-5123530850347785464?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/5123530850347785464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=5123530850347785464' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5123530850347785464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5123530850347785464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/11/bangga.html' title='Bangga'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-816177398068928902</id><published>2010-10-21T02:16:00.000-07:00</published><updated>2010-10-21T02:21:56.124-07:00</updated><title type='text'>Cerita Farhan # 4: Mimpi</title><content type='html'>Lagi-lagi tentang Farhan. Kabar terbaru tentang Farhan adalah: ia sudah dapat menceritakan mimpinya. Contohnya, beberapa malam yang lalu ia mengigau hingga Ayah pun terbangun. &lt;br /&gt;“TIDAAAAK! TIDAK! TOLONG! MAMA! TOLONG!”&lt;br /&gt;Berteriak-teriak, kakinya lasak menendang-nendang.&lt;br /&gt;”CIAAAAT! STOP! STOP! STOP!"&lt;br /&gt;Tak lupa tangannya menggapai-gapai udara. Dalam tidur pun Farhan tak bisa diam.&lt;br /&gt;Esok paginya ia bercerita pada Ayah.&lt;br /&gt;“Ayah, semalem aku mimpi Yah!” katanya antusias.&lt;br /&gt;“Farhan mimpi apa?” sambut Ayah agak menantang agar Farhan bercerita.&lt;br /&gt;“Aku mimpi mau ditabrak mobil Yah! Trus aku gini Yah, &lt;br /&gt;(memeragakan, kedua tangannya terjulur ke depan seperti menahan benda dari depan) ‘tidaaaak, tidaaak....jangan tabrak aku!’ Trus dia mau nabrak Mama Yah! Aku mau peluk Mama tapi takut. Trus aku ‘Ciaaaat! Ciaaaat! Ciat! Stoooop!’” &lt;br /&gt;Ayah mengangguk-angguk,&lt;br /&gt;‘Hmm...cocok...cocok....ceritanya cocok.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-816177398068928902?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/816177398068928902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=816177398068928902' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/816177398068928902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/816177398068928902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/10/cerita-farhan-4-mimpi.html' title='Cerita Farhan # 4: Mimpi'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-1037966891703371695</id><published>2010-10-16T02:15:00.000-07:00</published><updated>2010-10-16T02:15:25.712-07:00</updated><title type='text'>Independent vs Interdependent</title><content type='html'>Jika dua orang yang mampu hidup sendiri, nyaman hidup sendiri, dan biasa hidup sendiri harus menjalani skenario untuk hidup bersama, apa jadinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat sms yang tiba-tiba dari seorang sahabat, menguatkan saya untuk benar-benar menulis tentang ini. Sebelumnya, saya berpikir bahwa topik ini mungkin sudah basi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Trkadang aq merasa nyaman dengan ksendirian qu dan khawatir jk menikah. Dan begitupun sebaliknya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dirasakan sahabat saya ini, saya pernah rasakan juga. Saya merasa sudah mandiri, &lt;i&gt;stand on my own feet&lt;/i&gt;. Segala kebutuhan material dapat tercukupi. Saya punya teman-teman yang baik, setia kawan, dan seru. Lebih-lebih lagi, beberapa dari teman-teman itu hidup serumah dengan saya. Berarti, sejak bangun tidur hingga tidur lagi saya tidak akan kehabisan teman untuk diajak berbagi. Karena hubungan kami adalah teman, kami tidak mengintervensi kehidupan masing-masing terlalu jauh. Setiap orang dapat memilih teman lain, pekerjaan baru, penyelesaian masalah, cara berpakaian, tempat bersantai, pilihan masa depan, dsb. tanpa benar-benar bisa memaksakannya pada orang lain, kecuali sebatas memberi nasehat pada sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penghargaan pada &lt;i&gt;privacy&lt;/i&gt; masing-masing, saya dapat menyingkir dan menyendiri kapan pun saya merasa perlu. Tak ada urusan yang terlalaikan jika saya berangkat ke toko buku berlama-lama, ke pantai hingga malam, atau browsing internet hingga berjam-jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terbiasa juga menyelesaikan urusan-urusan sendiri. Penelitian atau studi banding ke Bogor, sendiri. Mengajar atau rapat di Depok, sendiri. Observasi kampus atau sekadar jalan-jalan di Bandung, sendiri. Wawancara kerja dari Rawa Papan sampai Anyer, sendiri. Berangkat sendiri pulang sendiri. Sangat-sangat jarang saya dijemput atau diantar anggota keluarga. Kalau pun ada yang bersama saya, adalah beberapa teman dalam kesempatan yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ngekos sejak kuliah, saya juga harus memikirkan makanan sendiri. Cucian, tak usah ditanya. Mau cuci sendiri, cuci di mesin cuci di rumah, atau minta dicucikan tukang cuci, saya bebas menentukan sendiri. Saya bebas mau menentukan prioritas apa dalam berbelanja. Untuk buku, makanan, pakaian, atau kiriman untuk orang tua, saya tentukan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Being independent maybe uneasy, but being interdependent is more difficult.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa orang, kemandirian adalah karakter. Pada beberapa orang lain, kemandirian harus dilatih. Dan pada sebagian lain, kemandirian menyebabkan fobia. &lt;i&gt;That’s why I said, being independent maybe uneasy&lt;/i&gt;. Saya sendiri mandiri secara finansial baru setelah lulus kuliah. Mengumpulkan receh demi receh untuk memenuhi kebutuhan sendiri adalah perjuangan. Sekaligus kenikmatan. Memenuhi kebutuhan orang lain, lebih nikmat lagi. Maka pada akhirnya, mandiri, independent, adalah keniscayaan. Tak perlu dihindari, tak perlu gembar-gembor, pada akhirnya setiap kita, atau setidaknya saya, akan menjadi mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi saling-tergantung (&lt;i&gt;interdependent&lt;/i&gt;) adalah sebuah level yang lebih lanjut daripada mandiri (&lt;i&gt;independent&lt;/i&gt;).  Hal ini pernah saya baca di suatu tempat, lupa di mana. Hal ini, dalam persepsi saya, dapat berarti bahwa, fase menjadi mandiri harus lebih dulu dijalani sebelum dapat mencapai fase saling-tergantung. Dapat juga berarti, menjadi saling bergantung lebih sulit daripada menjadi mandiri. Menjadi saling tergantung berarti ada kerelaan untuk berbagi bahkan di saat tidak rela, ada pengorbanan dari diri sendiri untuk yang lain yang akhirnya bermanfaat bagi diri sendiri juga, ada kecenderungan memikirkan masalah pihak yang lain saat masalah sendiri belum terselesaikan, ada kelapangan hati saat urusannya tak bisa diselesaikan tanpa ada kehadiran/partisipasi dari pihak yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi saling tergantung dapat dilihat dengan nyata dalam kehidupan pernikahan. Hampir segala hal diputuskan bersama. Batas-batas &lt;i&gt;privacy&lt;/i&gt; bergeser atau bahkan hilang. Dalam bahasa seorang sahabat, “ tidak peduli mau tinggal di mana atau kerja apa, yang penting adalah bersama.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menikah, keputusan satu pihak akan mempengaruhi pihak yang lain. Pilihan tempat kerja satu pihak akan mempengaruhi pihak yang lain. Pilihan berbusana satu pihak akan mempengaruhi selera atau bahkan reputasi pihak yang lain. Pilihan makanan satu pihak memaksa pihak lain mengonsumsi yang sama. Atau harus saya katakan, kedua insan sudah menjadi satu? Jika memang sudah menjadi satu, tak ada lagi pengorbanan karena pengorbanan yang dilakukan sesungguhnya adalah untuk diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh gampang banget ngomongnya. Kenyataannya, seperti sahabat saya dan saya dulu rasakan, menjadi saling tergantung tidaklah mudah di saat kita telah nyaman hidup sendiri. Apalagi jika telah membuat prestasi atau capaian yang mungkin akan harus ditinggalkan saat menikah. Betapa sulit. Lebih-lebih lagi jika kenyamanan hidup sendiri telah menggiring pada pertimbangan untuk terus hidup sendiri. Mengapa saya harus berdua jika saya telah begitu nyaman dan sukses dengan hidup sendiri? &lt;br /&gt;Setelah saya menikah, kesulitan-kesulitan itu nyata ada. Saya dan suami yang telah nyaman hidup sendiri, mandiri, tak biasa dilayani atau melayani, kini memikirkan tentang bagaimana saling menyenangkan, berusaha mempertimbangkan pihak lain saat mengambil keputusan, mencermati aktivitas pihak lain saat hendak melakukan aktivitas sendiri. Tapi itu semua bukan karena harus, melakukan terjadi secara alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagi saya, seperti halnya dalam berproses menjadi mandiri, menjadi saling tergantung tidak perlu dihindari atau sebaliknya digembar-gemborkan, hal tersebut adalah sebuah keniscayaan. Bekal pengetahuan selalu dibutuhkan, tapi keberanian untuk menjalaninya-lah yang akan lebih berguna dan menjadi pemanis saat proses (menjadi saling tergantung) itu berlangsung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-1037966891703371695?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/1037966891703371695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=1037966891703371695' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/1037966891703371695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/1037966891703371695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/10/independent-vs-interdependent.html' title='Independent vs Interdependent'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-2758971249835550005</id><published>2010-10-16T02:03:00.000-07:00</published><updated>2010-10-16T02:03:49.806-07:00</updated><title type='text'>Anne of Green Gables</title><content type='html'>Yak! Ini resensi pertama di blog ini. Langsung saja ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini bagus. Bagus. Dan menarik. Sedikit mengingatkan pada Little House on the Prairie-nya Laura Ingalls (walau saya belum pernah benar-benar baca buku itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anne Shirley, dengan latar belakang yatim piatu dan dalam buku ini diadopsi oleh Matthew dan Marilla Cuthbert, adalah anak yang cerdas. Ia dapat mengeluarkan apa yang ada dalam kepalanya dengan kata-kata yang sesuai, tepat, bahkan canggih. Pada awalnya saya berpikir anak ini agak tomboy, karena ia berani melakukan ini-itu yang mungkin biasanya tidak dilakukan anak perempuan. Misalnya, berniat tidur di atas pohon ceri liar di malam hari. Ternyata tidak. Anne justru sangat feminin. Ia begitu peduli pada lengan baju menggelembung yang sedang tren pada saat itu. (Eh, ini soal feminitas atau kecenderungan anak untuk sama dan diterima oleh teman ya?). Dan berkembang bersamaan dengan alur cerita, terlihat Anne menikmati kesejajaran dengan lawan jenisnya, melalui persaingan dan hubungan yang berevolusi dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green Gables adalah sebuah tempat yang indah. Penulisnya, Lucy Maud Montgomery, memang lahir di pulau yang melatari Green Gables, yaitu Pulau Prince Edwards, Kanada. Berkali-kali keindahan pulau itu dideskripsikan oleh Bu Montgomery. Saya jadi ber pikir, ini agaknya promosi terselubung atas tempat kelahiran sang penulis. Tentu saja, indahnya Green Gables berbeda dengan indahnya hutan Cinangka yang saya tinggali sekarang. Kalau Anne kasihan pada orang-orang yang tak mengenal bunga &lt;i&gt;mayflower&lt;/i&gt;, saya prihatin padanya yang tak mengenal pohon bambu. Tak ada pohon bambu yang pernah disebut dalam buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penokohan dilakukan dengan cukup bagus walau buku ini benar-benar berfokus pada Anne, Marilla, Matthew, dan Mrs. Lynde. Saya baru jelas melihat karakter tokoh lain di bagian akhir cerita. Josie Pye dan Gilbert Blythe, misalnya. Mungkin juga sayanya aja yang telmi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat pertama yang membuat saya terkesan adalah saat Anne menunggu dijemput Matthew di stasiun kereta: “Karena satu-satunya yang bisa dia lakukan hanyalah duduk dan menunggu, maka dia duduk dan menunggu dengan seluruh daya dan upayanya.” Haha..benar juga ya, untuk menunggu dengan baik itu memang diperlukan upaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab paling lucu adalah Bab Imajinasi Indah yang Berkembang ke Arah yang Salah. Anda harus membacanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang persahabatan selalu menarik buat saya. Bahkan dalam buku Saman-nya Ayu Utami pun, hal yang paling menarik bagi saya adalah persahabatan 4 wanita di dalamnya. Nah, Anne ini punya sahabat bernama Diana. Suatu hari, Marilla menemukan Anne yang berumur 11 tahun ini menangis tersedu-sedu memikirkan bahwa suatu hari nanti Diana akan menikah dan mereka akan terpisahkan. Sungguh hal yang konyol. Tapi setelah saya pikir lagi, saya juga kadang seperti itu, takut menghadapi apa yang akan terjadi di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik lagi, buku ini dapat kembali mengingatkan saya akan pentingnya politik. Lucu kan? Buku tentang anak-anak &lt;i&gt;kok nyambung&lt;/i&gt; ke politik. Saya orang yang tidak terlalu terlibat dalam politik, tapi ada saat-saatnya saya pikir saya harus terjun di dalamnya. Nah, dalam buku ini, terlihat bahwa, hanya dengan melihat wajah murung Anne setiap kiriman pos datang, yang berarti pengumuman kelulusan Akademi Queen belum ada, Matthew mempertimbangkan dengan serius untuk mengubah pilihannya dari Partai Konservatif (yang saat itu berkuasa dan mengurus dewan pendidikan), ke Partai Liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal menarik yang dapat Anda temukan di buku ini. Saya, yang berpendapat bahwa buku bagus itu dapat digolongkan menjadi dua, yaitu buku yang perlu dimiliki dan buku yang  cukup dipinjam di perpustakaan, merekomendasikan agar buku ini dimiliki. Bab terakhir membuat saya meneteskan air mata. Anne terus mengalami  pertumbuhan sehingga Anne di akhir cerita tidak sama dengan Anne di awal cerita . Mungkin hal itulah yang membuat saya, meski menilai buku ini bagus.Bagus.Dan menarik, tidak tertarik untuk membaca ulang. Bagaimana dengan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, saya jalan-jalan ke tempat Erma dan menemukan &lt;a href="http://buku-erma.blogspot.com/2009/07/anne-of-green-gables.html"&gt;resensi lain&lt;/a&gt; tentang buku ini. Silakan kalau mau baca.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-2758971249835550005?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/2758971249835550005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=2758971249835550005' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/2758971249835550005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/2758971249835550005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/10/anne-of-green-gables.html' title='Anne of Green Gables'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-3514338145115837953</id><published>2010-09-22T23:30:00.000-07:00</published><updated>2010-09-23T18:12:31.158-07:00</updated><title type='text'>Ceita Farhan # 3: Sandiwara</title><content type='html'>Kembali pada anak imut bernama Farhan. Baru-baru ini diketahui bahwa Farhan memiliki bakat yang tidak jauh berbeda dengan ayahnya: &lt;i&gt;acting&lt;/i&gt;. Ceritanya begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah sedang di kantor. Sendirian. Persiapan ujian tengah semester. Posisi Ayah sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum membuat Ayah merasa perlu melakukan pengecekan terakhir sebelum pelaksanaan UTS besok. Tiba-tiba Farhan datang. Sendirian. Ia berjalan kaki ke kantor Ayah yang tidak jauh dari rumahnya. Melihat Farhan datang, Ayah langsung menyuruhnya pulang karena Mama tidak di rumah sementara rumah ditinggalkan tak terkunci oleh Farhan. Selain itu Ayah tahu bahwa Shakira, teman Farhan, akan datang. Kasihan kalau Shakira datang ke rumah dan tidak menemukan siapa-siapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Farhaaaan! Pulang!” perintah Ayah yang ke sekian kalinya yang tetap tidak diacuhkan Farhan.&lt;br /&gt;“Ga mau ah aku mau main di sini,” Farhan ngeyel.&lt;br /&gt;“Pulang! Nanti Shakira kasihan!”&lt;br /&gt;“Ya Ayah aja yang pulang, bilangin Shakira biar kesini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah yang sudah cukup pusing dengan urusan UTS dibuat makin gemas.&lt;br /&gt;“Farhan gak mau dengar kata-kata Ayah ya!”&lt;br /&gt;”Enggak. Farhan mau main. Aduh, Farhan mau pipis. Pipis sini aja ah,” kata Farhan sambil buka-bukaan.&lt;br /&gt;”Eh Farhan! Jangan pipis di situ! Siapa yang ngajarin? Ayo pulang! Pipis di rumah!” Ayah mulai histeris.&lt;br /&gt;Farhan malah pasang muka ngeledek.&lt;br /&gt;”Farhan mau bikin Ayah marah ya?! Farhan minta disentil ya?!” Ayah mulai tak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama, Mama terlihat di ujung jalan. Berjalan menuju mereka. Farhan menghambur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mamaaaaaa! Mamaa! Tolong aku Mama!”  Farhan mulai melancarkan &lt;i&gt;acting&lt;/i&gt;-nya sementara Ayah mengejar di belakangnya.&lt;br /&gt;Ketika sudah dekat, Farhan setengah merengek,&lt;br /&gt;”Tolong Mama! Aku ditampar Ayah! Huhuhu.....” ia pun berpura-pura menangis. &lt;br /&gt;Ayah melihat hanya bisa bengong anaknya berlagak seperti itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-3514338145115837953?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/3514338145115837953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=3514338145115837953' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/3514338145115837953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/3514338145115837953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/09/ceita-farhan-3-sandiwara.html' title='Ceita Farhan # 3: Sandiwara'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-6977713372428074137</id><published>2010-09-22T02:17:00.000-07:00</published><updated>2010-09-22T23:25:07.850-07:00</updated><title type='text'>Manusia Memang Bisa Merencanakan Saja</title><content type='html'>Manusia merencanakan, Allah menentukan. Begitulah. Seperti suatu sore di Ramadhan kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah mengira-ngira agar segalanya tepat. Aku memperhitungkan akan membuat masakan yang terasa sedap, dengan anggaran yang harus kubatasi, pas untuk berdua saja, dan bisa selesai tepat sebelum maghrib saat berbuka puasa sehingga semuanya masih hangat dan segar saat dimakan. Aku juga ingin, saat waktu itu tiba, cucianku sudah terangkat dari mesin cuci dan terjemur di tambang belakang rumah mertua suamiku. Di saat yang sama, lantai rumah juga harus sudah kupel. Dan harusnya aku juga sudah mandi dan berdandan sehingga bisa menyambut suamiku pulang kerja. Lalu kami akan menunggu adzan maghrib bersama, berbuka puasa bersama. Setelah shalat maghrib, kami akan makan malam lalu berangkat tarawih di masjid. Segalanya harus tepat agar efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kumulai dengan berbelanja di tukang sayur yang membuka kiosnya di seberang jalan. Tadinya aku berpikir bisa membeli bahan-bahan segar di sana, lalu membeli makanan-makanan kaleng atau makanan beku di toko swalayan yang dicapai dengan 3 menit naik angkot. Selain sebagai pelengkap, juga sebagai simpanan jika suatu saat kami telat terbangun sahur atau aku dapat mengajukan alasan masuk akal untuk tidak ke tukang sayur. Ternyata di tukang sayur aku menemukan beberapa makanan awetan seperti baso, cireng siap goreng, otak-otak, nugget, sosis, dll. Jadi aku tidak perlu ke toko swalayan, hemat waktu, ongkos, dan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah, aku menghampar bahan-bahan yang kubeli dan berpikir-pikir apa yang bisa kubuat dari bahan-bahan tersebut. Kombinasi baso dengan tahu putihkah? Atau perkedel tahu dan sayur buncis? Apakah otak-otak akan disajikan saat berbuka atau sebagai lauk makan malam? Kuputuskan membuat sebuah kreasi tahu-sosis dan sup baso. Jika sup tidak habis, bisa dimakan lagi saat sahur. Jika tahu-sosis habis malam ini juga, aku akan menggoreng otak-otak untuk sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, tahu-sosis harus terhidang panas saat berbuka nanti. Maka setelah adonan siap, aku sisihkan dulu dan menggoreng kerupuk. Setelah itu baru kemudian kugoreng tahu sambil mencuci baso yang tadi sudah kuseduh dan mengiris sayuran kecil-kecil. Sebelum selesai menggoreng aku sudah mulai membuat sup. Keduanya siap hampir bersamaan. Lalu aku berlari ke rumah mertua suamiku yang berjarak beberapa meter dari kontrakanku, mengangkat pakaian yang kering dari jemuran dan menjemur pakaian yang masih ada dalam mesin cuci. Kembali di rumah, kucuci perabot lalu mengepel lantai. Setelah menyetel &lt;i&gt;rice-cooker&lt;/i&gt; ke indikator &lt;i&gt;cooking&lt;/i&gt;, aku mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul enam kurang sepuluh menit, nyonya rumah sudah cantik dan wangi. Tahu-sosis sudah cukup hangat untuk dimakan. Teh manis panas siap dituang ke gelas-gelas yang telah kuatur di samping tekonya. Brownies tiramisu yang kemarin dibawa suamiku dari Bandung terhidang di piring saji. Lantai rumah sudah wangi dan higienis, seperti yang tertulis di label botol obat pel. Kuperkirakan nasi akan tanak  di saat kami akan makan, maka kami bisa makan nasi yang masih segar dan &lt;i&gt;rice-cooker&lt;/i&gt; bisa langsung dicabut, hemat listrik. Semua harus efisien. Nyonya rumah duduk manis menunggu suaminya. Muncul godaan untuk mengirim pesan, tapi ia akhirnya memutuskan untuk tetap menunggu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul enam kurang lima menit, sebuah pesan masuk. Dari suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;sedang menyimak ust.A*M* bicara&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru ingat, sore ini suamiku diundang buka puasa bersama. Ah……apa pula arti segala usaha efisiensiku ini. Hahaha…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-6977713372428074137?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/6977713372428074137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=6977713372428074137' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/6977713372428074137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/6977713372428074137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/09/manusia-memang-bisa-merencanakan-saja.html' title='Manusia Memang Bisa Merencanakan Saja'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-4999682546725259771</id><published>2010-09-21T01:36:00.000-07:00</published><updated>2010-09-21T01:36:46.109-07:00</updated><title type='text'>Cerita Fathir</title><content type='html'>Di sekitar rumah kontrakanku, ada beberapa anak kecil. Suamiku, yang mantan guru PAUD itu, memiliki daya tarik tersendiri bagi mereka. Kalau suamiku sedang tidak di rumah, tidak sekali dua kali mereka datang ke rumah, memanggil nama suamiku, dan mencari kehadirannya. Salah satunya adalah Fathir, berumur tiga tahun, berambut ikal seperti suamiku, berbulu mata lentik, dan bersenyum dingin yang khas seperti ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu suamiku baru saja tiba dari kantornya. Itulah pertama kalinya aku menyambutnya di rumah, berperan sebagai istri. Turun dari motornya, ia pun mengucap salam sambil memberi senyuman yang sangaaat manis.&lt;br /&gt;”Assalammualaikum.”&lt;br /&gt;”Waalaikumsalam.” Aku pun tersenyum. Sedikit ragu, sedikit kaku, sedikit malu. Tadi pagi, sebelum ia berangkat, kami telah melakukan ritual perpisahan. Sepertinya ritual pertemuan pun akan lebih kurang sama. Aku melangkah satu kali mendekatinya, kami pun sudah berhadapan. Kucium tangannya tanda hormat, lalu ia lebih mendekat untuk mencium keningku. Ketika bibirnya mendarat di keningku, kudengar suara Fathir berkata,&lt;br /&gt;”Idiiiiiih...lagi ngapain tu?”&lt;br /&gt;Kami pun menengok padanya dan tertawa. Melihat wajahnya yang dinakal-nakalkan, kami pun tertawa lebih keras. Ah, jadi malu. Ritual pun disudahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan suamiku suka saling memanggil dengan panggilan yang bagus-bagus, termasuk “sayang”. Contohnya “Sayang mau teh tidak?”, “Istriku sayaaaang..”, “Sayang, tolong tutup jendelanya”, “Hati-hati bawa motornya ya yang!”, dan sebagainya. Di lokal petakan kontrakan kami, mungkin hanya aku dan suamiku yang seperti itu. Pasangan lain saling memanggil nama, atau sapaan orang tua seperti mama, ayah, ibu. Kalau pergi ke warung, jidat kami ini seperti ada stempelnya: Pengantin Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathir mempunyai teman baik bernama Dwi. Rumah Dwi hanya berjarak satu rumah dengan rumahnya. Pagi-pagi baru bangun tidur pun Fathir bisa langsung mengajak Dwi bermain. Nah, pagi itu Dwi tidak terlihat di depan rumah. Mungkin masih tidur karena malamnya ia demam. Sementara Fathir sudah rapi, sudah mandi, ditandai dengan bedak yang membalur di keningnya. Tak sabar menunggu, Fathir pun memanggil,&lt;br /&gt;“Duwwi........”&lt;br /&gt;Tak ada jawaban.&lt;br /&gt;“Duwiiiii, main yuuukk.......”&lt;br /&gt;Tetap sepi. &lt;br /&gt;Fathir pun mencoba lagi,&lt;br /&gt;“Dwi sayaaaaang...... oh, Dwi sayangkuuuuuuuuuuu”&lt;br /&gt;Aku pun tergelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad di bulan Juni. Makan siang sudah tersedia. Hanya menu sederhana. Olahan dari telur dan makanan beku siap saji. Kutata di ruang depan. Lauk dan air. Piring, gelas, dan sendok. Terakhir panci magic com berisi nasi hangat. Alhamdulillah. Sungguh bersyukur kami memiliki makanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku duduk di sebelah kananku, menghadap ke pintu. Fathir lewat. Suamiku pun memanggil,&lt;br /&gt;“Hei Fathir. Sudah makan belum? Makan yuk sama Om!” &lt;br /&gt;”Engga ah, Fathir udah makan.”&lt;br /&gt;”Pakai apa?”&lt;br /&gt;”Pakai ayam”&lt;br /&gt;”Oh, ya udah. Om sama tante makan dulu ya?!”&lt;br /&gt;Fathir mengangguk.&lt;br /&gt;Aku lalu menyendokkan nasi ke piring suamiku dan kuserahkan padanya. Sementara ia mengambil lauk, aku menyendokkan nasi ke piringku. Tiba-tiba Fathir berkata,&lt;br /&gt;”Om mau disuapin yaaaaa?” sambil menunjuk ke suamiku dengan wajah menggoda.&lt;br /&gt;Kami yang belum mengerti maksud Fathir pun menjawab,&lt;br /&gt;”Enggak dong. Kan udah gede. Suap sendiri. Fathir juga ya, kalo makan suap sendiri, apalagi kalo ibu lagi repot.”&lt;br /&gt;“Iya Fathir, kalo udah gede suap sendiri, kayak abang Fathir.”&lt;br /&gt;Tak disangka, Fathir menjawab,&lt;br /&gt;“Ah, waktu itu om disuapin. Hayoooo ooom...waktu itu Fathir liat om disuapin sama tante. Iya kaaaan....?”&lt;br /&gt;Kami pun tertawa sambil meringis, bertanya-tanya, kapan ya dia melihatnya, adegan apalagi yang telah ia tangkap melalui jendela rumah kami. Haha....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-4999682546725259771?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/4999682546725259771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=4999682546725259771' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4999682546725259771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4999682546725259771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/09/cerita-fathir.html' title='Cerita Fathir'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-5504577864869683239</id><published>2010-09-21T01:28:00.000-07:00</published><updated>2010-09-21T01:28:39.555-07:00</updated><title type='text'>Ojek Mesra</title><content type='html'>Malam belum begitu larut. Aku berdiri di depan lobby rumah sakit setelah menebus resep untuk kakakku. Sebuah sedan melintas di depanku, pengemudinya memasukkan karcis parkir ke kantongnya sementara jendela mobilnya otomatis menutup. Lalu beberapa motor juga melewatiku. Kebanyakan berboncengan. Petugas parkir dan satpam bekerjasama mengarahkan pengendara motor yang mau keluar agar melalui jalur yang benar. Sebagian mereka memilih jalur pintas yang menerabas jalur masuk. Seorang pengendara motor membawa tunggangannya meliuk-liuk, zigzag, mendahului motor-motor lain dan deretan mobil yang antri ke lahan parkir lebih dulu. Untung sudah di rumah sakit, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kulihat seorang laki-laki meluncur keluar dari tempat parkir ke arahku. Berhenti di depanku.&lt;br /&gt;“Ayo neng, diantar…sampe Kepangan?” katanya ramah, penuh senyum.&lt;br /&gt;“Berapa bang?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Tiga ribu,” jawabnya. Masih dengan senyum yang penuh.&lt;br /&gt;”Wah murah...ayolah,” sambutku. Tarif demikian terhitung sangat murah untuk ukuran jarak dan kebiasaan di tempatku. Tapi lalu laki-laki itu berkata,&lt;br /&gt;”Tapi tidurnya sama saya ya neng!”&lt;br /&gt;#@$%^&amp;**@#$%^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung yang ngomong gitu suami sendiri.. :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-5504577864869683239?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/5504577864869683239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=5504577864869683239' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5504577864869683239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5504577864869683239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/09/ojek-mesra.html' title='Ojek Mesra'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-2146305038782266066</id><published>2010-08-21T02:51:00.001-07:00</published><updated>2010-08-21T02:51:49.070-07:00</updated><title type='text'>Dapatkah?</title><content type='html'>Dapatkah kita mengucapkan subhanallah (atau dzikir-dzikir yg lain) dengan kita maksudkan dalam hati agar ucapan itu bereksponen? Karena kita sungguh-sungguh ingin mengucapkan itu berulang-ulang tapi sekaligus merasa tak akan sanggup dan rasanya tak akan pernah cukup lidah ini melafazkannya atas hal yang menyebabkan kita mengucapakan lafaz dzikir itu, agar dapat menyepadani hal yang menyebabkan kita mengucap itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, saat saya memandang keluar pintu kantor saya hari ini. Sungguh pemandangan menakjubkan yang saya dapat. Saya sengaja menyeret meja kecil ke dekat pintu agar dapat melihat ke pemandangan di luar setiap saya mau, setiap jeda mengetik pekerjaan kantor. Dan saat saya duduk di belakang meja, dengan melirik ke arah jam 11 saja saya sudah dapat melihat ke luar. Pemandangan yang saya lihat adalah… ah saya tak dapat menggambarkan keindahannya. Jika saya tulis di sini mungkin hanya sebatas lengkung-lengkung batang bambu yang susul menyusul, beberapa pohon pisang di sisi kanan, beberapa pohon petai yang tinggi dan berdaun kecil-kecil, sedikit nyiur melambai-lambai di sana-sini, tanaman pagar tanpa tali putri, dan sebuah tumbuhan yang saya tidak tahu namanya tapi mengingatkan saya pada Flakers, makhluk dalam acara seri anak-anak “Bing and Bong”. Semuanya bergoyang, melambai, mengangguk, menggeleng, menari, sesuai hembusan angin yang bertiup sepoi-sepoi. Dan semuanya dilatar belakangi laut bagian dari Selat Sunda pembelai Rakata, biru, tenang, memberi garis horizon yang membatasi dirinya dengan langit. Langit memberi biru yang lain. Padanya ada awan-awan yang seakan semua ini ada yang melukisnya dengan penuh dedikasi. Awan itu putih, tapi di banyak sisi ia mengikuti kanvas langitnya memberi gradasi biru yang lain lagi. Dan semua begitu indah karena disirami cahaya yang cerah dari mentari yang hangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, seperti yang saya sudah tuliskan, saya tidak mampu menuliskan semua keindahan ini dengan baik. Tidak mampu menggambarkan keindahan yang sangat ini. Tapi saya dapat menuliskan, bahwa semua ini membuat saya ingin mengucapkan ini berkali-kali, berpuluh kali, beratus kali, beribu kali, atau sebanyak apapun hanya agar pantas bagi saya sebagai seorang hamba yang telah begitu beruntung diberi pemandangan ini, untuk menyepadani pemandangan ini. Kata-kata apakah yang pantas saya ucapkan memandang ini semua? Hanya dzikir. Hanya tasbih yang bisa saya lafazkan. Tapi saya tak tahu harus berapa kali. Berapa kali untuk menyepadani ini semua? Kalau pun saya tahu jumlahnya, mungkin saya tak akan pernah sanggup mengucapkan tasbih sejumlah itu. Bisakah kita mengucapkan itu semampu kita, dan dalam hati, sungguh aku ingin kata-kataku itu, tasbihku itu, bereksponen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Semua di langitMu&lt;br /&gt;Semua dalam lautMu&lt;br /&gt;Setiap hati mendamba cintaMu&lt;br /&gt;Allah Allah hanya Allah…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(Beruntunglah -Opick)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-2146305038782266066?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/2146305038782266066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=2146305038782266066' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/2146305038782266066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/2146305038782266066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/08/dapatkah.html' title='Dapatkah?'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-4521267409294548511</id><published>2010-08-21T02:48:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T02:48:12.988-07:00</updated><title type='text'>Resep Obat</title><content type='html'>Baru pertama kali deh kejadian kayak gini. Langsung cerita aja ya. Saya kan diminta ibu saya untuk menebus resep obat untuk kakak saya. Kemarin sore ibu mengantar kakak memeriksakan kesehatan di RS SA, tapi karena tidak pede dengan uang yang dibawa, akhirnya ibu tidak langsung menebus resep yang dibuatkan oleh Pak Dokter dan hari ini meminta saya menebusnya. Saya dan suami pergi ke apotek terdekat dari rumah. Dari enam jenis obat yang tercantum dalam resep, hanya tersedia tiga. Kuputuskan tetap kutebus, daripada tidak sama sekali. Setelah itu kami pun pulang karena belum shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai shalat, kami kembali nangkring di atas motor, mencari apotek lain di sekitar rumah. Apotek kedua yang kami datangi terlihat cukup besar dan letaknya cukup strategis. Perkiraanku, mungkin lebih lengkap. Ternyata, setelah resep diterima apoteker dari resepsionis, saya menerima gelengan kepala. Tak ada satu pun dari tiga jenis obat yang belum tertebus tersedia di apotik itu. Kami tidak punya stoknya, kata mereka. Kami pun menuju RS MA yang terletak sekitar seratus meter dari apotik tersebut. Rumah sakit tentu lebih lengkap, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memasuki &lt;i&gt;lobby&lt;/i&gt; rumah sakit dan bertanya pada resepsionis di mana bisa menebus resep. Meski sudah beberapa kali menggunakan layanan rumah sakit ini, saya belum pernah menebus resep yang tidak dikeluarkan oleh mereka di sini. Resepsionis menunjukkan saya bagian farmasi yang biasa. Saya pun memberikan resep saya di loket farmasi. Saya jelaskan beberapa obat sudah ditebus dan obat-obat yang mana saja yang belum ditebus. Saya sebenarnya sudah diberi tau bahwa petugas apotek pasti mengerti dengan simbol-simbol yang ditulis apoteker di apotek pertama, namun saya mencoba memastikan saja. Sebelum saya selesai menjelaskan, petugas loket sudah mengangguk-angguk dan mengiyakan. Saya anggap dia memang sudah mengerti.&lt;br /&gt;”Silahkan tunggu,” katanya.&lt;br /&gt;Saya pun menunggu. Di deretan kursi di ruang tunggu. Suamiku menghampiri selesai memakirkan motornya.&lt;br /&gt;Agak lama.&lt;br /&gt;...............&lt;br /&gt;“Tuan Andu!” resep atas nama kakakku diumumkan. Saya pun bergegas.&lt;br /&gt;”Ya.”&lt;br /&gt;Sampai di loket, kulihat yang melayaniku berbeda dengan yang tadi menerima resep. Yang ini terlihat lebih tua dan lebih tegas. Perhatikan jawabannya.&lt;br /&gt;”Mbak, maaf, kami tidak bisa membaca resep ini.”&lt;br /&gt;Dikatakan dengan nada profesional. Terdengar di telingaku seperti mustahil.&lt;br /&gt;”Bagaimana Mbak? Tidak bisa dibaca?” kuperhalus pertanyaanku, tapi hasrat tertawa hampir tak tertahan.&lt;br /&gt;”Iya mbak. Maaf kami tidak bisa membaca tulisan di resep ini. Saran saya ditebus di rumah sakit yang mengeluarkannya,” si petugas masih dengan gaya (sok) profesional.&lt;br /&gt;”O begitu, baik mbak. Kami hanya mencoba cari yang terdekat,” saya mengangguk (sok) paham sambil nyengir.&lt;br /&gt;Saya mengucapkan terima kasih dan pamit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di samping suami saya di kursi ruang tunggu, saya meringis sambil pasang tampang percaya-gak-sih. Kami pun memutuskan untuk ke RS SA yang mengeluarkan resep tersebut. Di atas motor, suami saya bilang,&lt;br /&gt;”Baru pertama kali Mas ngeliat kasus kayak gini. Apoteker gak bisa baca resep!”&lt;br /&gt;Yah, ini juga pertama kalinya buat saya. Yang mengherankan, dua apotek sebelumnya tidak mendapat kesulitan macam itu. Ada yang tau kenapa? Ada yang percaya kalau apa yang dikatakan apoteker RS MA itu jujur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecurigaan saya adalah, sebenarnya RS MA tidak memiliki obat-obatan tersebut, sama dengan apotek-apotek sebelumnya, namun malu mengakuinya sehingga mencari alasan seperti itu. Dari mana dapat alasan itu? Mungkin mencoba memanfaatkan pendapat umum di masyarakat bahwa tulisan dokter sulit dibaca. Tapi ya ampun, ini keterlaluan. Dua apotek sebelumnya tidak mengeluhkan hal itu. Saya lihat huruf-hurufnya juga tidak terlalu ”cakar ayam”, hanya saja saya tidak mengerti simbol dan istilah medis di dalamnya. RS MA mungkin kehilangan pasiennya saat RS SA-yang lebih besar, lebih terlihat bersih, dan lebih gencar promosinya-dibuka. Tapi saya masih termasuk pasiennya yang cukup setia. Dan rasanya cara seperti ini menggelikan sekali bagi saya. Apa salahnya mengatakan hal yang sebenarnya? Apakah gengsi lebih penting daripada tujuan semula, meningkatkan kualitas kesehatan manusia? Ataukah saya salah dengan menebus resep obat dari RS yang satu di RS yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di RS SA, saya julurkan resep ke petugas penerima dan mengatakan bahwa sudah ada obat yang ditebus. Tidak butuh sampai tiga detik, penerima resep pun menjawab,&lt;br /&gt;”Oke, jadi tinggal Pro******, Sa****, dan Za**** aja ya? Baik, silahkan tunggu sebentar ya Bu, ini nomor antriannya.”&lt;br /&gt;Ha! &lt;i&gt;Any other explanation?&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-4521267409294548511?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/4521267409294548511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=4521267409294548511' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4521267409294548511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4521267409294548511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/08/resep-obat.html' title='Resep Obat'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-4709788560561641892</id><published>2010-07-20T22:07:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T22:11:30.350-07:00</updated><title type='text'>Gara-gara Rok Saja</title><content type='html'>Pagi itu cukup cerah. Aku bersyukur mendapat tempat duduk di bis Tangerang- Bogor yang melaju malas-malasan. Hari ini aku berniat ke Parung, mengunjungi sekolah asuhan Dompet Dhuafa Republika, Smart Ekselensia. Biasanya bis tiga perempat ini sudah penuh ketika sampai di halteku. Alhamdulillah, hari ini aku tak perlu berdiri hingga ke tempat tujuan. Apalagi pasar yang tumpah di rel kereta Serpong memberi kesempatan pada para supir untuk semakin melambat, menambah koceknya dengan menunggu tambahan penumpang, memacetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kernet bis mulai mengumpulkan ongkos para penumpang. Aku pun membayar. Delapan ribu. Seperti biasanya. Walau tak terlalu lancar, akhirnya aku sampai di Zona Madani, lingkungan tempat Sekolah Smart Ekselensia. Di sekolah itu aku bertemu rekan semasa kuliah dulu yang konsisten menggeluti bidang yang kini menjadi duniaku. Tukar menukar info, berbagi pengalaman, observasi ini-itu, hingga waktu pulang pun tiba. Berdua dengannya, aku berdiri di pinggir jalan menunggu bis yang akan membawaku kembali ke Tangerang. Menunggu cukup lama di bawah gerimis yang jarang-jarang, akhirnya bis itu datang. Aku naik, sementara rekanku sudah lebih dulu naik angkot jurusan lain. Begitu duduk, kernet meminta ongkosku. Kuberikan selembar sepuluh ribuan. Diberi kembalian lima ribu. Hm? Gak salah nih? Aku pun melihat ke arah kernet seakan meminta penjelasan. Jangan-jangan ketika berangkat aku membayar lebih dari seharusnya, mungkin tarif ongkos sudah turun mengikuti penurunan harga bensin. Aku tak tau persis karena aku jarang naik bis bertrayek muter-muter ini. Atau kernet salah memberi kembalian? Salah orang, tidak mungkin, karena tidak ada yang membayar bersamaan denganku. Salah jumlah, sangat mungkin. Kucoba memikirkan kenapa kernet itu bisa salah. Ah, tentu. Tentu saja. Pasti karena itu. Baru kusadari hari ini aku memakai paduan baju seperti anak sekolah, rok abu-abu, blus putih, jilbab biru keabu-abuan. Ahahah...... jilbab saya memang bermotif, tapi bagi yang tidak awas bisa saja tertipu. Lagipula sekarang sudah banyak siswi yang berani memakai jilbab bermotif ke sekolah selama sekolahnya tidak menegur. Ya, kernet itu pasti mengira saya anak SMA. Hihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tak hanya sekali itu. Suatu saat saya berangkat ke tempat kerja, di hari kerja. Rok abu-abu, jilbab putih, baju biru terbalut jaket pink. Untuk mencapai tempat kerja, saya harus naik ojek sejauh delapan setengah kilometer. Tak ada angkot. Turun dari angkot yang telah membawa saya dari Cilegon, tukang ojek pun langsung bersiap di atas motornya. Saya segera naik ke motor yang terdekat. Mesin motor itu sudah dinyalakan saat saya membayar ongkos, tapi ketika saya sudah duduk di atas jok dan siap meluncur, mesinnya justru mati. Tukang-tukang ojek yang lain pun bersorak, ”Ulah ngedegdeg di hareupeun perawan!”* Ah, perawan. Saya jadi tersenyum. Perawan. Bagaimana reaksi suami saya ya kalau mendengarnya, hee..... Di tengah perjalanan si abang ojek bertanya,&lt;br /&gt;”Dari mana neng?”&lt;br /&gt;Hm, tumben saya dipanggil neng, biasanya bu.&lt;br /&gt;”Dari Cilegon.”&lt;br /&gt;Seperti biasa, pertanyaan berikutnya pun,&lt;br /&gt;“Mau ke mana?”&lt;br /&gt;“Ke En Ef”&lt;br /&gt;”Oo, En Ef. Ini baru berangkat?”&lt;br /&gt;“Iya bang.”&lt;br /&gt;Saat itu saya tak berpikir jauh. Saya pikir ini basa-basi biasa. Tak disangka, saat motor memasuki kompleks sekolah, abang ojek membelokkan motornya menuju lokal SMA. Ah lagi-lagi.. Gara-gara pakai rok abu-abu saya dikira anak SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup dengan dua kejadian itu, kejadian berikutnya lebih mengherankan lagi. Masih berurusan dengan ojek. Di atas ojek dalam perjalanan ke kantor siang itu, si abang bertanya,&lt;br /&gt;”Darimana neng?”&lt;br /&gt;Klasik.&lt;br /&gt;”Cilegon”&lt;br /&gt;”O ini dari Cilegon. Sekolah di mana?”&lt;br /&gt;Pertanyaan yang dalam benak saya pasti berarti: kerja di sekolahan mana?&lt;br /&gt;“En Ef” jawab saya.&lt;br /&gt;Saya rasa dia mengangguk-angguk sambil mengendalikan motornya, berkata&lt;br /&gt;“Ooo SMP En Ef......”&lt;br /&gt;Heeeeeh...? Kok SMP? Saya refleks melihat ke rok saya. Biru dongker. Halaah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*jangan grogi di depan perawan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-4709788560561641892?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/4709788560561641892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=4709788560561641892' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4709788560561641892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4709788560561641892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/07/gara-gara-rok-saja.html' title='Gara-gara Rok Saja'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-5759886096699366091</id><published>2010-07-20T22:04:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T22:04:55.888-07:00</updated><title type='text'>Cerita Ayah Farhan</title><content type='html'>Ayah Farhan sedang duduk di kursi taman yang menghadap ke lapangan basket. Angin sore bertiup sepoi-sepoi. Rumpun-rumpun bambu tetap tegak, namun daun-daunnya berkibas-kibas cepat. Sebagian melepaskan diri, terbang melintir-lintir dengan genitnya. Beberapa tanaman hias mewarnai pandangan. Mawar, kembang sepatu, dan bebungaan lain dalam pot tertata rapi. Ayah merasa butuh relaksasi sore ini. Ia baru selesai mengikuti pelatihan guru. Ah, betapa beratnya menjadi guru. Untuk mengajar saja, butuh banyak ketrampilan. Apalagi kalau kita ingin mempertahankan idealisme kita akan sebuah arti pendidikan. Banyak guru yang tidak mengerti teori pengajaran yang baik. Banyak juga yang tau, tapi tidak diaplikasikan. Ingatannya pun melayang pada kenangan saat dia masih kuliah, saat idealisme dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kuliah yang satu ini wajib diambil. Meski berlangsung di siang hari saat kantuk paling garang menyerang, kelas tetap penuh oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Dosen memasuki kelas.&lt;br /&gt;”Oke, karena ini mata kuliah teater, saya mau tau dulu, siapa saja yang sudah paham tentang teater?”&lt;br /&gt;Tidak ada yang mengangkat tangan.&lt;br /&gt;”Tidak ada? Kalian ini bagaimana? Bagaimana saya bisa ngajar kalau kalian tidak punya dasar tentang mata kuliah ini? Harusnya kalian sudah mempelajari sebelum masuk kelas. Sudah, saya tidak bisa mengajar kalau begini. Pelajari dulu tentang teater.”  &lt;br /&gt;Dosen pun melenggang keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan berikutnya, mahasiswa sudah siap.&lt;br /&gt;”Oke, sekarang, siapa yang sudah paham tentang teater?”&lt;br /&gt;Semua mahasiswa mengangkat tangan.&lt;br /&gt;”Sudah paham semua?”&lt;br /&gt;”Iya Pak”&lt;br /&gt;”Lalu apalagi yang perlu saya ajarkan? Kalau sudah paham semua ya sudah.”&lt;br /&gt;Dosen kembali melenggang keluar.&lt;br /&gt;Mahasiswanya mulai gemas. Jengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan ketiga, mahasiswa telah menyiapkan strategi.&lt;br /&gt;“Baik, siapa di sini yang benar-benar sudah paham teater?”&lt;br /&gt;Sebagian mahasiswa mengangkat tangan, sebagian tidak.&lt;br /&gt;”Nah, yang sudah paham silahkan mengajarkan pada yang belum paham. Saya keluar dulu.”&lt;br /&gt;Yeeeee.....kapan ngajarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyum-senyum, Ayah Farhan pun segera sadar waktu maghrib hampir tiba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-5759886096699366091?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/5759886096699366091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=5759886096699366091' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5759886096699366091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5759886096699366091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/07/cerita-ayah-farhan.html' title='Cerita Ayah Farhan'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-3715537572812497858</id><published>2010-03-18T21:09:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T21:09:52.383-07:00</updated><title type='text'>Cerita Farhan #2</title><content type='html'>Farhan adalah anak berumur 4 tahun yang lincah. Ia mudah akrab dengan orang lain. Seperti anak lainnya, rasa ingin tahunya begitu besar. Jika ada orang-orang yang menarik baginya, ia akan mendekati, memperhatikan sambil menopang pipinya dengan telapak tangan, jika orang tersebut melakukan sesuatu yang menarik baginya, ia akan segera merespon. Tak peduli ia kenal orang itu atau tidak.Sehingga orang-orang pun tertarik padanya.&lt;br /&gt;Kadang Farhan berjalan sambil berceloteh-celoteh sendiri. Mungkin dia punya teman khayalan. Farhan juga responsif terhadap musik. Badannya lincah sekali menari kalau ada musik, mimik mukanya yang seakan begitu menghayati, goyang pinggulnya, tangannya, ah, semua menarik hati dan begitu lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lucu dan menggemaskan, Farhan sering kali disapa dan diajak bermain bersama. Kalau sudah mengajak main Farhan, orang-orang dewasa juga suka memintanya menari.Dan kalau Farhan sudah menari, orang-orang akan berkumpul "menontonnya". Ternyata ada seseorang yang justru kasihan melihatnya. Lalu ia bertanya pada Ayah Farhan, "Pak, gimana perasaannya melihat anak bapak seperti itu? Malu gak pak?"&lt;br /&gt;Ayah Farhan pun menjawab, "Enggak bu. Waktu kecil saya juga sering begitu. Malah pernah ada yang manggil saya di jalan, trus saya disuruh begitu, eh saya dikasih uang!"&lt;br /&gt;Hyaah....dia ditanggep. :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-3715537572812497858?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/3715537572812497858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=3715537572812497858' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/3715537572812497858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/3715537572812497858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/03/cerita-farhan-2.html' title='Cerita Farhan #2'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-1020501205850574986</id><published>2010-03-18T20:05:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T20:05:56.757-07:00</updated><title type='text'>Bawa Uang</title><content type='html'>Di tempat saya yang baru, orang-orang tidak perlu membawa uang kemana-mana. Bukan karena sistem uang plastiknya sudah canggih, tapi karena transaksi jarang terjadi. Mau makan, sudah disediakan 3 kali sehari. Mau ngemil di kantor, juga sudah tersedia. Mau cemilan lain, pilihan tidak banyak, sementara jarak penjualnya berjauh-jauhan (berjualan di rumah masing-masing), atau kepadatan aktivitas yang tidak sempat memikirkan cemilan lain. Mau beli keperluan kantor, minta bendahara. Pasar lumayan jauh, mall jauh banget. Beli baju dari teman kerja, bisa bayar pas gajian. Bayar arisan dan sekolah anak pun sudah diurus kantor penggajian. Transportasi tinggal jalan kaki, naik mobil yayasan, atau ngojek dengan dibiayai kantor (kalau urusan kantor). Jadi, di tempat saya, selama masih berada di kampung Cihideung, kemana-mana tidak bawa uang tidak masalah. Saya pun ikut terbiasa tidak membawa uang kemana-mana. Paling selembar sepuluh ribuan saja untuk jaga-jaga. Kadang tidak membawa uang sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, sekelompok guru yang tergabung dalam Tim Pembinaan Siswa ditugaskan ikut rapat di kantor pusat di Jakarta. Mobil milik yayasan mengantar mereka, plus supirnya. Sampai KM 45, mereka berhenti di SPBU dan mengisi tanki bensin. Sesudah bensin terisi penuh, Pak Rian merogoh kantongnya untuk mengambil dompet, hendak membayar bensin. Wah, ternyata dompetnya tertinggal di rumah. "Ada yang bawa duit ga?" tanyanya pada penumpang yang lain. Pak Harun menggeleng. Bu Yuni menggeleng. Bu Rahma menggeleng. Pak Kus menggeleng. Biasanya, kalau tugas ke kantor pusat juga tidak perlu bawa uang, kalau tidak berniat beli oleh-oleh buat orang rumah. Transportasi jelas ditanggung, makan juga, jadi buat apa bawa uang. Semua orang masih membawa kebiasaan di Cihideung. Pak Cecep sang pemegang setir pun jadi bengong. Jadi siapa yang bayar inih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya semua orang membongkar tas, kantong, dan dompetnya. Sedikit-sedikit uang dikumpulkan, akhirnya cukuplah untuk membayar bensin. Sementara niat ke toilet ditahan dulu selama bisa ditahan. Khawatir dimintai uang kebersihan oleh pengurus toiletnya, hehe....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-1020501205850574986?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/1020501205850574986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=1020501205850574986' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/1020501205850574986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/1020501205850574986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/03/bawa-uang.html' title='Bawa Uang'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-5792575672285192947</id><published>2010-03-18T01:28:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T01:28:58.850-07:00</updated><title type='text'>Cerita Farhan</title><content type='html'>Farhan berumur 4 tahun, masih duduk di TK A. Punya teman bernama Caca. Caca punya banyak sekali VCD Ultraman. Jadi setiap main ke rumah Caca, tivinya pasti bergambar Ultraman. Satu CD bisa diputar berulang kali dalam satu hari. Berbeda dengan Caca, Farhan lebih tertarik pada Power Rangers. Jadilah ia minta dibelikan VCD Power Ranger pada Ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membeli VCD Power Ranger, Ayah harus menempuh jarak minimal 9 km. Itu pun kemungkinan mendapat VCD bajakan. Tapi demi putra kesayangannya, Ayah pun berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulangnya, Ayah segera mengajak Farhan menyetel VCD Power Ranger. Farhan pun tak sabar. Seperti biasa ia berekspresi macam-macam, begitu lincahnya. VCD berputar, film pun dimulai. Setelah beberapa menit, mulailah adegan Power Ranger melawan monster. Mereka menendang, menyabet pedang, meluncurkan sinar, dan segala kesaktian lainnya. Farhan berteriak-teriak, bukan karena merasa seru, tapi, "Heeei, berhenti! Berhenti! Gak boleh berantem! Kata bu guru gak boleh berantem!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Farhan meminta Ayah mematikan VCDnya. Kata bu guru kan gak boleh berantem, begitu argumennya. VCD yang bertulis 7 in 1 itu pun harus dihentikan pada kisah pertamanya dan tersimpan rapih hingga sekarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-5792575672285192947?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/5792575672285192947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=5792575672285192947' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5792575672285192947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5792575672285192947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/03/cerita-farhan.html' title='Cerita Farhan'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-8928827404182718871</id><published>2010-03-03T17:04:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T17:04:34.465-08:00</updated><title type='text'>Pssst....</title><content type='html'>Psst.....&lt;i&gt; can you hear it?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;There's summer parade in my heart ^_~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-8928827404182718871?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/8928827404182718871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=8928827404182718871' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/8928827404182718871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/8928827404182718871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/03/pssst.html' title='Pssst....'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-2214878814313375164</id><published>2010-02-03T17:11:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T17:11:14.342-08:00</updated><title type='text'>Hafal Al-Qur'an?</title><content type='html'>Pagi ini saya tergesa-gesa berjalan menuju lapangan di depan masjid. Sebenarnya saya malu masuk dalam barisan apel, karena sudah terlambat (sebenarnya terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali, bukan pembenaran, tapi kenyataannya tidak semua guru atau pegawai mau berapel ria di pagi hari yang cukup dini begini, bahkan pagi ini saya lihat hanya sekitar 5 orang saja dalam barisan). Tapi mau tidak mau saya harus ke lapangan, untuk menemui para siswa dan menyerahkan lembaran-lembaran soal yang dititipkan seorang guru untuk kelas 9c. Saya sempat khawatir saya tak dapat menemukan mereka. Saya belum terlalu kenal, karena jarang berinteraksi dengan para siswa. Biasanya, mereka yang menemukan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ternyata sekarang begitu juga. Tiba-tiba sekelompok siswa mendatangi saya dan memanggil-manggil nama saya. Saya senang tak perlu susah-susah mencari mereka. Yang saya cari, mendatangi saya. Takzim mereka mencium tangan dan memberi salam. Lalu mereka bersikap sangat "ramah" tak seperti biasanya. Cengar-cengir yang pasti ada maksud di baliknya. Akhirnya mereka bicara. Intinya, mereka meminta saya untuk menjadi mentor karena mentor mereka, &lt;a href="http://eramuslim.com/berita/bincang/oni-sahroni-doktor-pertama-bidang-fiqh-mukarin-dari-al-azhar.htm"&gt;Ustad Oni&lt;/a&gt;, sedang berada di Mesir untuk penyelesaian studinya. Oh, saya berkata dalam hati, tantangan baru nih. "Mentor apa?" tanya saya. "Mentor hafalan Qur'an. Nanti kita setor hafalan ke Ustadzah (maksudnya saya, pantes gak saya dipanggil ustazah?)," jawab mereka. Aduh! Bagaimana mungkin? Saya malah yakin hafalan mereka, para santri, lebih banyak daripada hafalan saya. Again, bagaimana mungkin? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat saya terdiam, mereka bertanya, "Sibuk ya Zah?". Oh, sebuah jawaban standar para guru dalam menolak permintaan siswa, dan memang gejala yang biasa pula di tempat ini sehingga para siswa sudah mafhum. Bagi saya, ini juga sebuah bentuk husnudzan dari para siswa terhadap gurunya yang gak ada apa-apanya ini. "Saya pikir-pikir dulu ya?" akhirnya saya menjawab, sambil berniat mencari tau, kelas 9 itu rata-rata hafalannya sudah sampai mana ya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="main" style="visibility: visible;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt; &lt;i&gt;“Orang yang tidak mempunyai hafalan Al-Qur`an sedikit pun  adalah seperti &lt;em&gt;rumah kumuh yang mau runtuh&lt;/em&gt;.” (HR &lt;em&gt;Tirmidzi&lt;/em&gt;)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="main" style="visibility: visible;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;T_T hiks...hiks...&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-2214878814313375164?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/2214878814313375164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=2214878814313375164' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/2214878814313375164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/2214878814313375164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/02/hafal-al-quran.html' title='Hafal Al-Qur&apos;an?'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-6447081968695782954</id><published>2010-01-30T01:08:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T01:08:15.200-08:00</updated><title type='text'>ATP</title><content type='html'>Seorang guru bertemu dengan seorang anak yang meraih medali emas Olimpiade Sains Internasional. Kata guru yang lain, "Dia itu bu, tahun kemarin sudah dapat perak!". Yang berarti, kelas 1 SMP saja, saat baru lulus SD, saat teman-temannya masih berpikir soal main dan adaptasi dari SD ke SMP, dia sudah meraih perak. Ga heran kalo tahun ini dia begitu cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru bertanya pada guru sang anak, "Dia punya temen ga pak?"&lt;br /&gt;Guru sang anak menjawab, "Engga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru mendekati sang anak. "De', nama kamu siapa?"&lt;br /&gt;Sang anak menjawab, "Andira Teguh Pratomo*"&lt;br /&gt;Sang guru bertanya, "Kamu tau ga, kalo disingkat jadi apa?"&lt;br /&gt;Sang anak mengangguk, "Tau. ATP kan bu? Adenosin trifosfat. Bentuk yang umum di mana energi disimpan dalam sistem kehidupan. terdiri dari nukleotida dengan gula ribosa dengan tiga gugus fosfat."&lt;br /&gt;Sang guru diam. *Ih, susah juga ya ngobrol sama anak pinter. Gw aja ga kepikiran sampe situ*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*namanya saya samarkan ya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-6447081968695782954?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/6447081968695782954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=6447081968695782954' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/6447081968695782954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/6447081968695782954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/01/atp.html' title='ATP'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-4881358190181747041</id><published>2010-01-30T00:45:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T00:45:30.437-08:00</updated><title type='text'>Laughing at Herself</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Kemarin sore, menjelang maghrib, bos yang baru tiba dari perjalanan menemui saya. Intinya, mengulang informasi yang saya dapat beberapa jam sebelumnya dari sang sekretaris. Hari ini saya diminta presentasi di depan para tamu dari sebuah kampus. Presentasinya, bukan tentang unit yang saya pegang saja. Tapi mewakili keseluruhan bidang alias departemen. Yang berarti saya mewakili beliau ini. Saat sang sekretaris selesai memberitahukan, dia bertanya, "Bisa ga?". Saya jawab, "Lah, kalo ga bisa emang gimana?". Ia balas, "Ya harus bisa!". Mudah ditebak.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Maka tadi malam, saya berniat begadang. Dengan dibekali file seadanya dari unit-unit lain, saya mau buat presentasi yang sama sekali baru, bukan warisan dari siapa-siapa. Tapi ternyata badan saya yang telah saya bawa kerja di kantor selama 12 jam, tak cukup kuat diajak begadang. Jadilah saya tidur saat hari ini baru dimulai setengah jam. Pekerjaan saya juga baru selesai setengah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tadi pagi, dengan menyingkirkan pekerjaan lain, menunda jadwal training para guru, saya kebut saja pekerjaan yang setengah lagi. Bahkan saat ada trouble dalam pelatihan karyawan di ruang yang saya kelola, saya cuek saja. Sebelum para tamu datang, presentasi saya selesai, sempat pula di cek oleh sang bos dan dapat pujian dari bos yang emang dari sononya murah pujian. Pe de lah saya. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tamu datang, sambutan dari sini dari situ, tiba giliran saya. Sejak awal, semua berjalan lancar, meski suara sedikit bergetar saya tetap mengacu pada prinsip-prinsip presentasi yang baik. Dan dari wajah-wajah audiens, saya tau presentasi saya cukup menarik untuk membuat mata mereka tetap terbuka dan mulut mereka tidak menguap. Slide demi slide saya tayangkan. Slide pertama, kedua, dan seterusnya, oke. Saat saya masuk ke bagian inti, saya terkejut. Ternyata saya salah memindahkan file dari komputer ke laptop. File yang saya tayangkan justru file yang saya kerjakan tadi malam, yang masih separo, yang memang nama filenya saya bedakan dengan yang tadi pagi, beda di angka. Yang satu "pre", yang lain "pre1" Blank abis lah saya. Di depan podium saya freeze saja LCD projector dan menceracau tak jelas menuangkan semua yang saya tau tentang departemen ini. Saat saya mengusaikan presentasi,&amp;nbsp; sang bos, yang bertindak sebagai moderator, mengucapkan terima kasih pada saya di podium karena menggunakan waktu dengan tepat, sesuai jadwal, tidak melebihi seperti pembicara lain. Sepertinya beliau menyadari keanehan (pastinya, dia kan sudah ngecek presentasi saya) maka diambil alihnya bahkan sebelum saya mengucap salam pada audiens.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Sekarang, para tamu sudah pulang. And I'm laughing at myself out loud. Buahahahahaha............&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-4881358190181747041?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/4881358190181747041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=4881358190181747041' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4881358190181747041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4881358190181747041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/01/laughing-at-herself.html' title='Laughing at Herself'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-5924512674061377228</id><published>2010-01-28T18:47:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T19:01:52.280-08:00</updated><title type='text'>Nyanyian Kasmaran</title><content type='html'>Saya dan teman-teman serumah sedang menyukai lagu-lagu &lt;a href="http://ebietgade.com/"&gt;Ebiet G. Ade&lt;/a&gt;. Kalau teman-teman guru harus begadang mengerjakan RPP (&lt;a href="http://medlit.glorianet.org/mengajar-mengubah/images/download/RencanaPelaksanaanPembelajaran.pdf"&gt;Rencana Pelaksanaan Pembelajaran&lt;/a&gt;), kalau ada buku yang ingin segera kami habiskan, atau jika mata menyalang tak mau ditidurkan karena badan lelah bekerja sepanjang hari alias kumat insomnianya, kami akan menyetel lagu-lagu tersebut. Lagu Pak Ebiet cocok di telinga teman-teman penggemar nasyid (yang tidak cocok mendengarkan lagu &lt;a href="http://bryanadams.com/"&gt;Bryan Adams&lt;/a&gt;), sesuai di telinga teman-teman penggemar musik pop (yang lebih memilih menikmati &lt;a href="http://thecorrswebsite.com/"&gt;The Corrs&lt;/a&gt; daripada dibuat ngantuk &lt;a href="http://www.ilike.com/artist/Brothers"&gt;Brothers&lt;/a&gt;), dan masuk di telinga saya yang kesukaan terhadap musik tidak bergantung pada genrenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu lagu Pak Ebiet yang bisa membuat saya ikut bernyanyi adalah Nyanyian Kasmaran. Saya tuliskan liriknya di sini ya, semoga Anda juga suka :)&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: arial,sans-serif; font-size-adjust: none; font-size: 18px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; line-height: 1.25em; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial,sans-serif; font-size-adjust: none; font-size: 18px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; line-height: 1.25em; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Nyanyian Kasmaran&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: arial,sans-serif; font-size-adjust: none; font-size: 13px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 1.25em; text-align: left;"&gt;Sejak engkau bertemu lelaki bermata lembut&lt;br /&gt;Ada yang tersentak dari dalam dadamu&lt;br /&gt;Kau menyendiri duduk dalam gelap&lt;br /&gt;Bersenandung nyanyian kasmaran&lt;br /&gt;Dan tersenyum entah untuk siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya engkau tengah mabuk kepayang&lt;br /&gt;Kau pahat langit dengan angan-angan&lt;br /&gt;Kau ukir malam dengan bayang-bayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan hanya diam kau simpan dalam duduk termenung&lt;br /&gt;Malam yang kau sapa lewat tanpa jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikaplah jujur dan tebuka&lt;br /&gt;Tumpahkanlah perasaan yang sarat dengan cinta&lt;br /&gt;Yang panas bergelora&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali takdir tengah bicara&lt;br /&gt;Ia diperuntukkan buatmu&lt;br /&gt;Dan pandangan matanya memang buatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus sembunyi dari kenyataan&lt;br /&gt;Cinta kasih sejati kadang datang tak terduga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegaslah bangun dari mimpi&lt;br /&gt;Atau engkau akan kehilangan&lt;br /&gt;Keindahan yang tengah engkau genggam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggap saja takdir tengah bicara&lt;br /&gt;Ia datang dari langit buatmu&lt;br /&gt;Dan pandangan matanya khusus buatmu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial,sans-serif; font-size-adjust: none; font-size: 13px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 1.25em; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial,sans-serif; font-size-adjust: none; font-size: 13px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 1.25em; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial,sans-serif; font-size-adjust: none; font-size: 13px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 1.25em; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Aah...kapan ya saya bertemu lelaki yang pandangannya khusus buat saya, yang memandang saya dengan halalnya (meracau mode on). Saya yakin takdir saya itu bagus, saya akan bertemu laki-laki terbaik yang mampu membawa saya pada ridhoNya. Kalau tidak, pastilah takdir sedang berkelahi dengan doa di langit, karena hanya doa yang mampu melawan takdir. Bantu doa saya ya dengan ikut mendoakan saya :D &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-5924512674061377228?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/5924512674061377228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=5924512674061377228' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5924512674061377228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5924512674061377228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/01/nyanyian-kasmaran.html' title='Nyanyian Kasmaran'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-6892335412815200710</id><published>2010-01-23T02:37:00.000-08:00</published><updated>2010-01-23T02:37:15.914-08:00</updated><title type='text'>Penakut? Siapa?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Bayangkan. Jika Anda tinggal di perkampungan di tengah hutan dan rumah Anda terletak di garis terluar kampung itu. Halaman belakang Anda adalah tanah "tak ber&lt;strike&gt;penghuni&lt;/strike&gt;-manusia seluas mata memandang. Yang ada hanyalah pohon rambutan, duren, petai, jengkol, kecapi, melinjo, dan rumpun-rumpun bambu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Lalu bayangkan. Anda sedang berada di kamar Anda, sendirian. Di malam hari. Di luar hujan begitu deras. Lalu listrik padam. Apa yang akan Anda lakukan? Kalau saya, dan teman-teman serumah saya, berteriak, "YAAAAAA.........." dan secara spontan serentak menggabung di ruang tengah. Duduk berhimpitan. Melly bahkan berkeras ingin duduk di tengah. Lalu kami tiba-tiba menjadi begitu kritis pada penampilan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Mbak dibuka dong mukenanya!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Nafa diiket dong rambutnya, jangan digerai!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Teh Lia rambutnya jangan dicepol ke atas!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Semua itu demi meminimalisir imajinasi kami yang kadang datang tanpa permisi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Setelah keributan mereda, terdengar suara jendela yang mengayun-ayun. Kusennya terhantam-hantam bingkai kaca jendela. Keributan baru terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Aaah...jendela siapa tu yang belum ditutup??!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Aku udah", jawabku yakin karena saat pulang kantor sore tadi sengaja menengok jendela kamar dan teman sekamarku telah menutupnya. Tapi lalu jadi tak yakin karena teringat jendela kamar saya agak longgar jadi harusnya juga diganjal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Jendela Teh Lia?" tanyaku untuk mengemukakan kemungkinan lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Ih, jendelaku gak pernah dibuka!" jawabnya yakin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Jendela Melly?"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Duh, iya deh kayaknya....jendela Melly yang belum ditutup."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Aaaah......!" kami koor lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Tutupin dong Mba Winy. Melly ga berani."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Aku gak mau kalo sendiri. Ya udah kita bareng-bareng aja. ", kata saya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Ayo!" jawab Melly.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Hei, jangan! Nanti aku sendirian," kata Teh Lia yang sedang makan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Ya udah Naf, kita berdua! ajakku pada Nafa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Yuk!" jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Periksa...periksa...ayo periksa....," kami menyemangati diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Sampai di kamar, kami mendekati jendela dengan ragu-ragu, mengendap-endap, seakan menghadapi musuh yang tak terlihat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Nafa maju menyingkap jendela.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"AAAAA........!" kami berteriak. Tak jelas kenapa. Hanya meluapkan rasa yang menguat dalam hati saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Ngapain sih kita teriak?" tanya Nafa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Ga tau, " saya nyengir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Ayo Naf, buka yang satunya, " kataku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Mba Winy aja ah," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Ga mau ah, aku kan tugasnya megangin senter," saya ngeles.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Nafa membuka tirai yang satunya, bersamaan dengan bunyi derit dan hantaman kusen, bam!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"AAAAAaaaaaa...., " kami hambur ke luar kamar. Tertawa-tawa bersama yang lain, geli pada kelakuan kami sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Bener tuh jendela Melly yang belum ditutup, " kata Nafa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Wajah Melly memelas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Ayo Naf, kita tutup," tarikku ke kamar Melly.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Saat Nafa menutup jendela, kami berdiam diri dalam tegang dan merinding. Alhamdulillah akhirnya jendela kamar Melly berhasil ditutup. Kami keluar kamar dengan langkah ringan dan pasti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tapi....belum juga kami kembali duduk berjejeran demi penghangatan diri dan ketenangan hati, terdengar lagi suara itu, bam!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Yaah...suara dari mana tuh?" ucap Melly, pertanyaan semua orang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Saya dan Nafa mencari sumber suara, langkah membawa kami ke kamar Nafa&amp;amp;Teh Lia. Loh kok di sini, pikir saya, bukannya Teh Lia yakin bahwa jendelanya tertutup?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Ah, masa' sih Naf di sini?" tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Nafa menjawab dengan menyingkap tirai kamarnya. Bam!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Adegan pun terulang: kami lari ke luar kamar sambil teriak histeris tak jelas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Teteh gimana sih, itu (bunyi) jendela Teteh!" protesku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Teh Lia dengan wajah tanpa dosa dengan ekspresi bertanya-tanya menjawab tenang,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Aku gak punya jendela..."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Aaaargh, jendela KAMAR Teteh!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;*yang menyebalkan dari kejadian ini adalah, besok paginya Melly bilang ke orang-orang yang datang ke rumah kami bahwa saya penakut. Ga sopan se-ga sopan-ga sopannya!*&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-6892335412815200710?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/6892335412815200710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=6892335412815200710' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/6892335412815200710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/6892335412815200710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/01/penakut-siapa.html' title='Penakut? Siapa?'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-6845562640464806593</id><published>2010-01-23T01:51:00.000-08:00</published><updated>2010-01-23T01:56:19.937-08:00</updated><title type='text'>Di Manakah Aku?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Aku ingat malam itu. Tanggal 28 Desember 2009. Hujan terus menerus mengguyur Kota Kembang. Ba'da isya hujan menderas. Harusnya aku ada di luar sana, memberi manfaat, menjalankan fungsi aku diciptakan. Tapi nyatanya, aku masih berbaring di sini. Di sudut kotak etalase sebuah mini market. Entah sudah berapa lama aku di sini. Belum juga ada yang tertarik membuatku bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Seorang gadis datang dan mengambilku. Mengeluarkanku dari bungkusku dan menjajal kinerjaku. Lalu ia beralih pada teman-temanku, melakukan hal yang sama. Ia terus membanding-bandingkan kami sementara dua orang temannya menyusul, memilih dan memilah kami. Teman si gadis menentukan pilihan pada temanku si abu-abu dan membawanya ke kasir. Aku mulai gelisah. Akankah aku dipilih kali ini? Hujan malam ini harusnya menjadi momen yang cocok untuk pengalaman kerja pertamaku. Si gadis mengambilku lagi. Ia seperti tak dapat memutuskan, apakah akan memilih aku yang berpunggung abu-abu berdada kotak-kotak, si kembang bergagang kayu, atau si abu-abu pink yang cantik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Aku semakin resah, apalagi si gadis terus menatap si abu-abu pink yang melambai-lambai genit padanya. Si gadis menjajal kami lagi dan memperhatikan label harga di gagang kami. Akhirnya si gadis memutuskan. Aku dibawanya ke kasir. Ah senangnya.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kasir memperhatikan si gadis yang hanya membawaku ke mejanya, tanpa belanjaan yang lain. "Mau langsung dipakai?" tanya si kasir sambil mengangguk ke arah tangan si gadis yang masih memegang bungkusku sementara aku sendiri sedang dipindai. "Ya," jawab si gadis singkat sambil menyerahkan uang. Begitulah, selesai dipindai aku langsung difungsikan, melindungi si gadis membelah malam menantang hujan yang terus turun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Keluar dari mini market, kulihat masjid itu. Beberapa depa dari tempatku. Masjid yang hidup. Selalu ramai di waktu awal-awal sholat. Masjid yang sejuk sekaligus hangat. Aku ingin ke sana, tapi aku tau si gadis pasti tak ingin ke sana. Ia tak akan butuh aku kalau ia hanya ingin ke sana. Si gadis membawaku menyusuri jalan kecil itu. Rupanya ia belum makan malam. Para pedagang mulai menutup tokonya, memberesi warungnya, dan meminta maaf pada si gadis karena hidangannya sudah habis. Akhirnya si gadis dan teman-temannya berbalik arah dan duduk di kursi tukang nasi goreng, satu-satunya pedagang yang masih buka dan menyediakan makanan hangat, meletakkanku di teras rumah terdekat dan memesan makan malamnya. Pukul sembilan malam Gegerkalong Girang telah sangat sepi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Esok harinya si gadis kembali membawaku berpetualang. Air yang terus tercurah dari langit membuat manfaatku terus diperlukan si gadis. Siang hari kami, si gadis dan teman-temannya, aku dan si abu-abu yang kini dimiliki teman si gadis, menyusuri Dago dalam guyuran. Sore hari giliran Stasiun Timur dan Pasar Baru. Kulihat si gadis yang mulai kelelahan. Stasiun Timur banjir, menambah tantangan mereka. Aku dan si abu-abu bersepakat melindungi mereka sebaik-baiknya dari air yang jatuh dari atas, untuk itulah kami diciptakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Saat mereka memasuki Pasar Baru, barulah kami, aku dan si abu-abu beristirahat. Si gadis melipatku dan memakaikan bungkusku. Ia baru membukaku lagi saat harus berjalan ke pinggir rel, mencari buah tangan untuk keluarganya. Hingga si gadis pulang, ia masih terus memetik manfaatku. Ia begitu membutuhkanku. Senangnya aku....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Sekarang belum sebulan berlalu. Tapi aku sedang sedih. Sudah tiga hari aku terpisah dari si gadis. Teman si gadis meminjamku di malam hari untuk mendapatkan pengobatan di suatu tempat. Sampai di tempat itu, si teman meletakkanku di teras. Rupa-rupanya tempat ini ditinggali banyak orang. Orang datang silih berganti. Begitu pula jenisku. Yang kuingat, aku kembali dibawa menembus malam. Dan kini, aku tergeletak di tempat ini. Lembab. Tanpa cangkang. Di manakah gadis itu? Atau lebih tepat, di manakah aku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-6845562640464806593?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/6845562640464806593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=6845562640464806593' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/6845562640464806593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/6845562640464806593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/01/di-manakah-aku.html' title='Di Manakah Aku?'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-8227181267152650692</id><published>2010-01-21T03:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T03:30:49.336-08:00</updated><title type='text'>Veronika dan Masa Lajang</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pernah baca Veronika Decides to Die-nya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paulo_Coelho"&gt;Paulo Coelho&lt;/a&gt;? Saya pernah, dipinjami &lt;a href="http://suratsurat.blogspot.com/"&gt;Erma&lt;/a&gt;. Ceritanya tentang seorang wanita (yang tentu saja bernama Veronika ) yang saat kehidupannya begitu sempurna (setidaknya dalam pandangan orang lain) ia justru merasa hampa. Ia bukan putus asa. Tapi seperti Michael Jordan yang memutuskan pensiun dari dunia basket saat sedang jaya-jayanya, Veronika memutuskan pensiun dari dunia fana ini saat segalanya ada di tangannya. Ia meminum banyak pil, perutnya harus dipompa, ia selamat, tapi tersadar di rumah sakit jiwa dengan pantauan melekat dari seorang psikiater yang memberi tau bahwa, ia hanya punya beberapa hari untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/S1g3yNdgoUI/AAAAAAAAACI/Yd3rPosaKu0/s1600-h/veronika.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/S1g3yNdgoUI/AAAAAAAAACI/Yd3rPosaKu0/s200/veronika.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dengan begitu sedikitnya waktu yang ia punya, dengan segala keterbatasan hidup di rumah sakit jiwa, ia justru merasa lebih hidup. Menyadari bahwa hidupnya tinggal beberapa hari, ada dorongan dalam dirinya yang membuat ia lebih menghargai hidup. Tiba-tiba ia ingin ke museum di dekat kantornya yang selama ini tak dipedulikannya. Tiba-tiba ia ingin menyapa penjual bunga di pinggir jalan yang selama ini tak mendapat perhatian utamanya. Sesuatu yang akan segera berakhir, habis, hilang, menjadi lebih dihargai, lebih dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Nah, bagaimana dengan masa lajang? (Ehem!) Mungkin, dengan menanamkan pikiran bahwa masa lajang akan segera berakhir, saya, dan para jomblo lainnya, akan lebih menikmati masa lajang. Masa di saat bebas menentukan kapan mau jalan, kapan mau tidur. Kapan mau makan, kapan mau lembur. Masa di saat waktu ngobrol, bercanda, berdiskusi, having pajamas party dengan teman sebaya-setara begitu luas-leluasa. Masa di saat bakti kepada orangtua menjadi yang terutama dari semua pilihan, menjadi sebuah fokus tanpa tandingan. Jadi indah kan? Bukan penantian membosankan yang melemahkan semangat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sebenarnya banyak contoh lain yang bisa kita gali karena memang manusia baru menyadari nikmat yang diberi padanya ketika nikmat itu dicabut. Tapi gak apa kan kalau saya bahas yang ini saja? Hehe.......&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Oh, masa lajangku yang indah.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-8227181267152650692?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/8227181267152650692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=8227181267152650692' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/8227181267152650692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/8227181267152650692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/01/veronica-dan-masa-lajang.html' title='Veronika dan Masa Lajang'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/S1g3yNdgoUI/AAAAAAAAACI/Yd3rPosaKu0/s72-c/veronika.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-6598328662051587462</id><published>2010-01-21T02:39:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T02:48:04.296-08:00</updated><title type='text'>Bidadari</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku tau aku bidadari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau pun bukan, akan kupaksa diriku untuk menjadinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi aku tak tau apakah aku bidadarimu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau bukan, biarkanlah aku tetap menjadi bidadari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau iya, bantulah aku untuk menjadi bidadari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bidadari surgamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-6598328662051587462?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/6598328662051587462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=6598328662051587462' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/6598328662051587462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/6598328662051587462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/01/bidadari.html' title='Bidadari'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-1715953542953045822</id><published>2010-01-19T02:03:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T02:03:17.283-08:00</updated><title type='text'>Musim Duren</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;musim duren&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;pagi makan duren&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;siang makan duren&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;malam menghabiskan sisa duren&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;murid-murid, laki-laki perempuan makan duren&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;guru agama guru bahasa makan duren&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;guru ipa guru matematika makan duren&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;pohon duren di mana-mana ada&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;di samping masjid ada&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;di belakang kelas dan asrama ada&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;di kebun dekat hutan lebih banyak lagi nampaknya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;orang-orang kampung datang menyengaja&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;dipelototi satpam cuek saja&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;menunggu berjam-jam siang malam pun rela&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;karena duren runtuh sedang masanya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;anak-anak pulang sholat membawa duren&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;karyawan pulang kantor kejatuhan duren&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;pejabat yayasan bagi-bagi duren&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;petugas kebersihan beri kursus cara belah duren&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;musim duren.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Cinangka, Januari 2010&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;*ga kebayang kalo musim nangka&lt;/span&gt;*&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-1715953542953045822?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/1715953542953045822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=1715953542953045822' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/1715953542953045822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/1715953542953045822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/01/musim-duren.html' title='Musim Duren'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-8895840290202528500</id><published>2010-01-16T02:45:00.001-08:00</published><updated>2010-01-16T02:51:22.893-08:00</updated><title type='text'>Ga Maksud Nguping, tapi.....</title><content type='html'>Cukup dengan duduk di ruang-kosong-bersofa-dan-bertivi-baru di sebelah ruang kelas 9 di wilayah murid putra, di waktu zuhur saat mereka menunda pelajaran menuju suara azan, dengan posisi membelakangi jendela, saya dapat mendengar bermaca-macam percakapan dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid kelas 7 yang datang dari luar Jawa dan masih berusaha beradaptasi, bicara soal makanan:&lt;br /&gt;X: "Asam manis gitu.....bukan asam pedas."&lt;br /&gt;Y: "Rasanya kayak gimana tuh...kayak gimana?"&lt;br /&gt;X: "Yaaah....h ikan kayak gimana sih rasanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid kelas 8 yang sedang jenuh, mencari siasat:&lt;br /&gt;A: "Eh, dicariin lo sama Pak Huda! Disuruh setor sampe ayat sebelas."&lt;br /&gt;B: "Hmm...gue kabur kemana lagi ya.... males (hadir di pelajaran) tahfidz."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid kelas 9 yang sudah lebih solid karena tiga tahun bersekolah dan tinggal bersama, membicarakan kegiatan santai bersama yang sudah jarang bisa mereka lakukan mengingat agenda semakin padat saat Ujian Nasional semakin dekat.&lt;br /&gt;K: "Futsal aja yok di samping (asrama) Ali, "&lt;br /&gt;L: "Gimana yak, gua dah lama ga berenang."&lt;br /&gt;M: "Kita metik duren aja noh di belakang (asrama) Umar. Udah mateng-mateng!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid kelas 10 yang sebagiannya juga masih beradaptasi, berusaha membuat asrama mereka senyaman mungkin.&lt;br /&gt;Anak yang baru masuk tahun ini&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : "Kalo kita pengen ada tipi gimana caranya?"&lt;br /&gt;Anak yang sudah masuk sejak kelas 7: "Susah....tapi lo coba aja deketin wali asrama lo. Sambil lo liat ke kantor-kantor, ada tipi nganggur ga..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid kelas 11 yang sedang labil dan kasmaran curhat pada temannya:&lt;br /&gt;Afif: "Mungkin ga ya gue bisa dapetin Sherly."&lt;br /&gt;Uka: "Astaghfirullah Pip......istighfar Pip...!"&lt;br /&gt;Afif: "Gue pingin liat dia gimana caranya ya?"&lt;br /&gt;Uka: "Diri aja di depan kantor guru es-em-pe. Kan keliatan tuh mesjid tholibah, lo liatin dah! Dia kan pasti ke mesjid."&lt;br /&gt;Afif: "Ampun dah, ngeliat kaga mata siwer iya. Boro-boro keliatan, ada juga gue diinterogasi guru yang lagi nongkrong."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid kelas 12 yang dianggap paling dewasa dan diharapkan menjadi teladan bagi adik-adiknya, kadang memunculkan sikap kekanakan mereka.&lt;br /&gt;Fuad: "Syifa, ada pasukan tempur lagi!"&lt;br /&gt;Syifa: " Di mana Ad? Gue malah liat kupu-kupu!"&lt;br /&gt;Ahmad: "Emang pasukan tempur apaan si?"&lt;br /&gt;Fuad: "Capung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, entah kelas berapa, saya pun mendengar:&lt;br /&gt;Galang: "Eh lo liat gak Kiai yang kemaren ngasih sambutan?"&lt;br /&gt;Nanda: "Iya, kenapa?"&lt;br /&gt;Galang: "Istrinya kan dua!"&lt;br /&gt;Nanda: "Dih, ga tau diri. Udah jelek begitu istrinya dua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun cengar-cengir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*tholibah = murid perempuan. Wilayah murid laki-laki dan perempuan terpisah lembah dan danau kecil.&lt;br /&gt;Nama-nama yang tertera adalah tebakan belaka. Gombal adanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-8895840290202528500?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/8895840290202528500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=8895840290202528500' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/8895840290202528500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/8895840290202528500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/01/ga-maksud-nguping-tapi.html' title='Ga Maksud Nguping, tapi.....'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-2608436150565831765</id><published>2010-01-14T00:32:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T00:32:09.236-08:00</updated><title type='text'>Tentang Melangit dan Jatuh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/S07WVp_bOpI/AAAAAAAAACA/7NyQNKpgQfE/s1600-h/sky-love.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/S07WVp_bOpI/AAAAAAAAACA/7NyQNKpgQfE/s320/sky-love.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki&lt;br /&gt;selalu bisa membawa kita meninggi melangit mengangkasa&lt;br /&gt;tapi adakah lelaki&lt;br /&gt;yang dapat membawaku kembali ke bumi dengan sentosa?&lt;br /&gt;Umum kutemui lelaki yang meninggalkanku di angkasa&lt;br /&gt;menuju orbit pribadinya&lt;br /&gt;kalau bukan sakit yang kurasa&lt;br /&gt;karena berdebam jatuhnya,&lt;br /&gt;maka telah terbakar terkikis keping hatiku melewati atmosfernya&lt;br /&gt;yang sampai di bumi hanyalah bubuk butiran halusku&lt;br /&gt;maka angin selalu menjadi sahabatku&lt;br /&gt;untuk berbagi&lt;br /&gt;karena ia juga tau bagaimana menerbangkanku&lt;br /&gt;untuk menitip pesan&lt;br /&gt;pada lelaki, bahwa aku sudah di bumi&lt;br /&gt;dan pada butir-butirku yang berserakan, berhamburan di penjuru saat ku menyentuh bumi&lt;br /&gt;agar nanti kami dapat utuh kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-2608436150565831765?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/2608436150565831765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=2608436150565831765' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/2608436150565831765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/2608436150565831765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/01/tentang-melangit-dan-jatuh.html' title='Tentang Melangit dan Jatuh'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/S07WVp_bOpI/AAAAAAAAACA/7NyQNKpgQfE/s72-c/sky-love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-6397315645068237238</id><published>2010-01-06T02:52:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T02:52:08.206-08:00</updated><title type='text'>Catatan Iseng Seorang Pengawas</title><content type='html'>Cuaca panas. Kipas angin baling-baling yang dipasang di tengah langit-langit ruangan dirasa tak cukup menghilangkan gerah. Aku dikepung rasa kantuk yang tiba-tiba datang, dan jika tidak segera kuusir akan menyergapku telak-telak. Biasanya kantuk tak begitu terasa karena waktu kuhabiskan bersama Facebook. Tapi hari ini aku sedang tak ingin. Jadi beginilah, kuambil pena dan kutulis hal-hal pada momentum ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saaat ini ada dua puluh empat murid di depanku. Ada yang mengunyah permen karet, ada yang makan coklat, ada yang mengulum gula-gula, ada yang mengemil biskuit, tapi tak ada yang benar-benar santai. Mereka semua sedang memeras otak untuk mengerjakan soal-soal Try Out Ujian Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dinding belakang kelas, terpajang dengan jelas, tulisan yang dibuat dengan styrofoam empat warna:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;u n&amp;nbsp; 100%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Itulah visi mereka tahun ini, semua lulus Ujian Nasional. Saya jadi teringat styrofoam "ngejreng" lain di asrama mereka, bentuknya angka&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;85&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Itulah nilai minimal rata-rata hasil tryout mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pekan ini harusnya mereka libur. Tapi pihak sekolah menunda liburan mereka dan memberi pelajaran intensif. Penyebabnya, UN dipercepat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ah, murid-muridku, semoga dengan segala target itu, keceriaan kalian tak berkurang, kreativitas kalian tak jadi mandeg, kekompakan kalian tak retak, semangat kalian tak surut, akhlak kalian tetap terjaga, shalat malam tetap terpelihara, tilawah tetap rajin seperti biasa, senyum dan salam pun tak terlupa. Do'a kami agar Allah menguatkan kalian.&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-6397315645068237238?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/6397315645068237238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=6397315645068237238' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/6397315645068237238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/6397315645068237238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/01/catatan-iseng-seorang-pengawas.html' title='Catatan Iseng Seorang Pengawas'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-2380778641611410399</id><published>2010-01-06T02:33:00.001-08:00</published><updated>2010-01-06T02:35:09.171-08:00</updated><title type='text'>To My Husband</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CICT%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CICT%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CICT%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dear hubby,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;There’s a man&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;He has everything I want from a man&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Well, some sides of him I don’t like&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;But the important thing is, he loves The One I love too&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;You know who&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Now, I want to ask you a question&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Is he you?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-2380778641611410399?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/2380778641611410399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=2380778641611410399' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/2380778641611410399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/2380778641611410399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2010/01/to-my-husband.html' title='To My Husband'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-7958967597933942451</id><published>2009-12-26T02:33:00.000-08:00</published><updated>2009-12-26T02:37:53.397-08:00</updated><title type='text'>To Leave and To Be Left Behind</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku masuki ruangan itu, ruangan yang telah kukenal selama setengah tahun ini. Emptyness is .... so clear. Kekosongan tiba-tiba menyergap, menyesakkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SzXk0X2ZIoI/AAAAAAAAABw/42Ztyed6EOE/s1600-h/pohontunggal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SzXk0X2ZIoI/AAAAAAAAABw/42Ztyed6EOE/s320/pohontunggal.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ah, mengapa harus mellow begitu. Aku cuma akan kehilangan teman kerja, bukan sahabat lekat, bukan suami, bukan saudara kandung. Apakah aku takut memegang tanggung jawab suatu unit sementara aku masih sangat baru di sini? Apakah aku merasa kehilangan sandaran saat si bos kecil nanti akan pergi meninggalkan jalan yang baru menapak selama 2 tahun ini? Apakah aku merasa rendah diri karena kemampuanku berbeda dengan kemampuannya yang sudah lebih dikenal orang sehingga ia dijadikan andalan? Atau apakah aku memang telah menganggapnya sahabat? After I try to think further, the only possibility that cross on my mind and I accepted is, I never left before. For all these times, I'm the one who leave. I leave my beloved friends at &lt;a href="http://anaandriany.multiply.com/"&gt;Balita Bahagia&lt;/a&gt;, I leave my colleagues at &lt;a href="http://www.google.co.id/webhp?hl=id#hl=id&amp;amp;source=hp&amp;amp;q=%22bina+mutiara+indonesia%22&amp;amp;btnG=Telusuri+dengan+Google&amp;amp;meta=&amp;amp;aq=f&amp;amp;oq=%22bina+mutiara+indonesia%22&amp;amp;fp=5af74f93a1d43147"&gt;Bina Mutiara&lt;/a&gt;, and I said goodbye to my co-workers at &lt;a href="http://www.sakamoto.net/"&gt;Sakamoto&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;It wasn't easy when I left them. Selalu terasa berat. Selalu ada usaha keras untuk memastikan bahwa aku tidak meninggalkan hutang di sana, or any unfinished business, even our story is a never ending stories.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi selalu ada optimisme. Bahwa ada cerita indah untuk mereka setelah kepergianku, bahwa murid-murid akan bisa beradaptasi dengan guru baru, bahwa tempat saya yang baru akan memberi pengalaman belajar baru yang menyenangkan bagiku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SzXllzfToNI/AAAAAAAAAB4/0bD8ovf-qf8/s1600-h/huascaran-icefall.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SzXllzfToNI/AAAAAAAAAB4/0bD8ovf-qf8/s320/huascaran-icefall.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi mengapa ini terasa tak adil? I'm a pure freshmen here, status kepegawaian pun masih kontrak. He just leave me like that. He leave all the promises and visions and idealism, about what we competent and concern on. He was attract me with all those visions. He made me trapped. Or, I made myself trapped. Cause we stand on the same idealism and it's something I cherish a lot. But now he's leaving and I feel like I have to fight alone on that idealism I'm standing on. As a matter of fact, I have to fight for him too, for his footsteps here, his unfinished business.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maybe, I have to put myself on his side. On the leaving one side. Not the left one. So that I can have more optimism. Well, so long my friend, ku harap di mana pun kau berada, kau akan selalu menjadi manusia yang penuh manfaat. Cheers....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-7958967597933942451?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/7958967597933942451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=7958967597933942451' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/7958967597933942451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/7958967597933942451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/12/to-leave-and-to-be-left-behind.html' title='To Leave and To Be Left Behind'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SzXk0X2ZIoI/AAAAAAAAABw/42Ztyed6EOE/s72-c/pohontunggal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-4195575582041474994</id><published>2009-12-20T19:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-20T19:23:10.986-08:00</updated><title type='text'>Bendulu</title><content type='html'>Tegak lurus pada Sang dahsyat&lt;br /&gt;Diagonal pada Sang mentari di sudut sejuk pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                pantai bendulu anyer, 19 Desember 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-4195575582041474994?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/4195575582041474994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=4195575582041474994' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4195575582041474994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4195575582041474994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/12/bendulu.html' title='Bendulu'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-7464378334924565172</id><published>2009-12-20T19:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-20T19:21:05.722-08:00</updated><title type='text'>Hal-hal yang Bisa Membuat Penghuni Bilqis Berteriak, "Asyik!"</title><content type='html'>Bilqis adalah nama salah satu rumah di kampung Cihideung, nama yang menyimpang karena rumah-rumah lain dinamai sesuai nama istri Rasulullah Muhammad SAW. Bilqis adalah satu-satunya rumah yang seluruh penghuninya adalah gadis. Kalau rumah yang penghuninya para bujang, dinamai Marbela (MARkas BEsar LAjang), tapi sebenarnya penghuni Marbela sebagian besar hanya menyamar sebagai bujang. Tapi itu panjang ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung lompat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang bisa membuat para penghuni Bilqis berteriak, "Asyik!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafa: Gak ada apEl pagi? Asyik! *tidur lagi*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathi: Uni punya stok gamis baru lho, ada yang &lt;i&gt;matching&lt;/i&gt; sama jilbab pink ku. Asyik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nana: Jeruk dari dapur (umum) rasanya asem. Asyik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mel: Hari ini gak usah ngajar bimbel, bisa nonton sinetron korea. Asyik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winy: Jatah ebi furainya tiga? Asyik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lia: Wah, ada kamper. Asyik!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-7464378334924565172?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/7464378334924565172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=7464378334924565172' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/7464378334924565172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/7464378334924565172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/12/hal-hal-yang-bisa-membuat-penghuni.html' title='Hal-hal yang Bisa Membuat Penghuni Bilqis Berteriak, &quot;Asyik!&quot;'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-5148183125136718021</id><published>2009-12-20T18:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-20T18:54:38.430-08:00</updated><title type='text'>Nasehat  tentang Nilai Peristiwa Itu</title><content type='html'>Di sebidang tanah &lt;br /&gt;yang telah diberi atap&lt;br /&gt;tak berapa depa dari danau penuh mekaran teratai&lt;br /&gt;dikelilingi air suci menyucikan&lt;br /&gt;berdirilah ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang tak percaya diri&lt;br /&gt;seorang ulama&lt;br /&gt;yang baru mengeja&lt;br /&gt;harus bicara&lt;br /&gt;di hadapan cendekia&lt;br /&gt;Ia lalu melihat padanya&lt;br /&gt;tak sembarang cendekia&lt;br /&gt;penghulu sarjana dari negeri para nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala itu, tak reduksi nilai nasehatnya&lt;br /&gt;tak buat hati kami meremehkannya&lt;br /&gt;kami para pengantin&lt;br /&gt;pengantin baru&lt;br /&gt;pengantin lama&lt;br /&gt;bakal pengantin&lt;br /&gt;cobalah simak&lt;br /&gt;Berapakah nilai dari akad nikah?&lt;br /&gt;Bagaimanakah bobot dari ijab kabul pernikahan?&lt;br /&gt;Adalah setara dengan penciptaan langit dan bumi&lt;br /&gt;Adalah senilai dengan penciptaan manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, rasanya logis saja&lt;br /&gt;jika ada konsekuensi pada kadar tanggungjawabnya&lt;br /&gt;Dan rasanya logis juga&lt;br /&gt;jika harus sering berkaca&lt;br /&gt;Tapi hei, jangan kau merasa tak apa-apa&lt;br /&gt;jika rasa itu kadang hilang kadang ada&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-5148183125136718021?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/5148183125136718021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=5148183125136718021' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5148183125136718021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5148183125136718021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/12/nasehat-tentang-nilai-peristiwa-itu.html' title='Nasehat  tentang Nilai Peristiwa Itu'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-3861045166299674625</id><published>2009-12-20T18:38:00.000-08:00</published><updated>2009-12-20T18:38:21.511-08:00</updated><title type='text'>Puisi Bersambung</title><content type='html'>Mengapa harus ada kernyit pada muka&lt;br /&gt;Saat mata pena bertemu dengan kertas pasangannya&lt;br /&gt;Apakah pada hati ada tak rela&lt;br /&gt;Pada tiap asa yang bertemu pasangannya?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rasanya akan saya perbarui terus*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-3861045166299674625?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/3861045166299674625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=3861045166299674625' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/3861045166299674625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/3861045166299674625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/12/puisi-bersambung.html' title='Puisi Bersambung'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-7451775923845235070</id><published>2009-10-15T00:26:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T01:24:37.235-07:00</updated><title type='text'>Di Sini atau Di Situ</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CICT%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CICT%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CICT%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CICT%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CICT%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CICT%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kalau di sini, gaji saya bisa tiga kali lipat daripada di situ, naik 50% dari gaji di tempat kini. Kalau di situ, gaji saya akan lebih rendah dari tempat kini. Padahal kan katanya hari esok harus lebih baik dari hari ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kalau di sini, saya gak usah capek-capek mikirin &lt;i&gt;national-or even international-recognition. They have it&lt;/i&gt;, saya tinggal mendompleng saja. Sementara kalau di situ, masih dalam perjalanan untuk memenuhi &lt;i&gt;international standard&lt;/i&gt;. Dengan iklim birokrasi di Indonesia, tentu ada bayangan bahwa perjalanan itu akan berdarah-darah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kalau di sini, saya bisa pulang ke rumah dan bertemu keluarga saya setiap hari. Bisa mengindrai kehidupan ibukota dengan sifat dinamisnya yang saya suka. Kalau di situ paling tidak sebulan sekali saya baru bisa melihat wajah bunda dan binar mata adinda. Selebihnya saya akan jadi gadis hutan dengan satu-satunya penghubung dengan dunia berupa jaringan internet yang &lt;i&gt;moody&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Di sini, adalah tempat impian saya untuk mengaktualisasikan diri. Pengembangan profesi yang berkesinambungan (&lt;i&gt;sustainable improvement&lt;/i&gt;). Tempat berkumpul, bekerja, berdiskusi, menulis, dan &lt;i&gt;hang out&lt;/i&gt; segelintir orang yang inspiratif bagi saya. Kalau di situ, hmmm.... &lt;i&gt;not bad. Not bad at all! But it never been my passion.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tapi di sini, keyakinan saya untuk berpakaian sesuai agama yang dianut akan selalu dipertanyakan, dipandang eksklusif, dipertentangkan, sangat mungkin dilarang. Sementara di situ, keyakinan tersebut sangat dihargai, diteladani, dan dipupuk agar apa yang ada dalam diri sesuai dengan apa yang dipakai.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Lalu, di situ, saya akan bisa mewujudkan cita-cita yang lain. Seperti yang dituturkan Pak &lt;a href="http://aguslistiyono.blogspot.com"&gt;Agus Listiyono&lt;/a&gt; saat ditanya mengapa keluar dari &lt;a href="http://globaljaya.com"&gt;sekolah nasional plus yang sudah kondang namanya&lt;/a&gt; padahal sudah punya jabatan tinggi, "Ingin memajukan sekolah Islam". Dan di situ, sepengetahuan saya adalah sekolah Islam dengan konsep &lt;i&gt;Learning Resouces Center&lt;/i&gt; yang benar, sesuai dengan yang saya pelajari di tempat bernama kampus.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Di situ, adalah tempat &lt;i&gt;where smoking are prohibited. Place where there's no traffic jam and we can easily feel fresh winds on our face while speeding on open air vehicle. Gosh, it's heaven!&lt;/i&gt; Di situ, do'a saya untuk dapat tinggal di lingkungan yang jauh dari berbagai polusi akan terjawab.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Seperti pagi itu &lt;a href="http://anjas.wordpress.com"&gt;rekan senior&lt;/a&gt; saya bertanya via status FB, pilih mana, kerja di perusahaan besar tapi posisi rendah dan tidak sesuai ilmu yang dipelajari atau jadi manajer perusahaan kecil yang berkembang dan sesuai ilmu yang dipelajari? Nah, saya usaikan tulisan ini dengan kalimat &lt;i&gt;cliche but true&lt;/i&gt;, hidup adalah pilihan. Jadi mana yang saya pilih ya, di sini atau di situ?&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-7451775923845235070?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/7451775923845235070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=7451775923845235070' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/7451775923845235070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/7451775923845235070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/10/di-sini-atau-di-situ.html' title='Di Sini atau Di Situ'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-1922658229801243994</id><published>2009-06-18T00:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T02:38:32.321-07:00</updated><title type='text'>Ternyata Ia Maha Adil</title><content type='html'>Ini ngomongin orang gak ya? Mungkin iya. Tapi saya gak peduli. Saya juga gak peduli soal bahasa di tulisan kali ini. Intinya, saya cuma mau cerita, mau berbagi, berhubung sedang pada sibuk bekerja sementara saya sendiri tidak, saya kesulitan menemukan orang yang bisa diceritai. Mungkin bisa jadi perenungan anda juga.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Merenungi bahwa Allah Maha Adil. Saya tidak dijadikannya dokter, perawat, ahli anestesi, anggota PMI, bahkan anggota PMR sekalipun. Meski waktu SD dijadikan dokter cilik di sekolah, meski nilai mencukupi untuk masuk IPA, tetaplah saya digiringNya berminat pada ilmu ekonomi dan pendidikan. Tetep sih kagum sama teman-teman yang sekarang kuliah kedokteran atau sedang meniti jadi dokter, kagum atas kegigihan mereka sekaligus mengkritisi perkembangan profesi kedokteran saat ini. Duh, ngelantur. Jadi gini, beberapa hari yang lalu adik lelaki saya terluka tangannya. Saat menarik dan menggulung benang layangan, tergoreslah jarinya cukup dalam. Adik perempuan saya berteriak-teriak panik memanggil saya yang sedang ada di kamar. Dia bilang darah yang keluar cukup banyak, ia tak kuat melihatnya. Bapak saya ngomel-ngomel, "Gimana tuh, guru begitu, kalo ada muridnya yang luka gimana?". FYI, adik perempuan saya adalah seorang guru TK.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya langsung ke beranda rumah dan mendapati sang adik lelaki duduk dekat keran sambil memegangi jarinya dengan kapas. Saya mencoba melihat lukanya dan memutuskan untuk mengganti kapasnya. Tiba-tiba sang adik perempuan datang dan menunjukkan kegelian dan kengeriannya terhadap darah sang bungsu yang memang mengalir deras. Setelah beberapa kali ganti kapas, darah sang bungsu masih deras. Sementara sang adik perempuan terus menunjukkan kengeriannya yang provokatif. Saya berfikir untuk membawanya ke paramedis dekat rumah, biarlah ia memutuskan akan diapakan luka si bungsu. Tapi sang bapak punya solusi yang berbeda. Tadinya saya tidak sepakat dan mau protes. Tapi tiba-tiba merasa pusing, mual sedemikian rupa, oek dua kali tapi tak ada yang keluar. Dari wastafel, saya berjalan ke kamar dengan keringat dingin. Sampai di kamar, saya melihat warna kunang-kunang persis seperti dulu waktu SD saat saya puasa tanpa sahur pada hari Senin bertepatan dengan upacara bendera. Karena sudah tau apa yang akan terjadi, segera saja saya rebahkan badan ini di tempat tidur. Intinya, saya hampir semaput. Itu, karena melihat darah memancar deras. Saya bersyukur tidak jadi dokter. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allah Maha Adil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini, saya melihat-lihat kabar teman-teman lama melalui profil mereka di Facebook (FB). TIba-tiba rindu pada seorang teman ketika SD yang sekarang tinggal di Australia. Dulu, dia primadona sekolah, yah... rada-rada nyaingin saya gitu deh. Pintar, manis, banyak disukai anak lelaki, dan yang paling saya perhatikan adalah, ia pandai membawa diri. Kata-katanya selalu pilihan, sopan santunnya terjaga. Tambah lagi, ia pernah &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;masuk tipi&lt;/span&gt;. Waktu itu stasiun TV swasta baru ada satu. Ia sekeluarga menang di sebuah acara kuis.  Gimana gak populer coba.... Ia juga dikenal sebagai anak baik-baik. Selalu duduk di depan, selain karena badannya mungil juga karena ia tak pernah mau ketinggalan penjelasan guru. Pulang sekolah selalu dijemput ayahnya. Dalam keadaan khusus, tukang becak yang sudah dipesan dari rumah akan menjemputnya sampai ke rumah. Kadang itu jadi bahan cemoohan, mengingat kami sudah kelas 6, sebentar lagi SMP, kok masih dijemput. Yang lain semua pasti selang-seling antara dijemput dengan naik angkot, atau berdesakan di  mobil jemputan langganan. Lebih lagi saya, tiap hari naik angkot, yang notabene saat itu masih jarang jadi harus berebut atau tebal muka ditolak sopir yang ga sudi mengangkut pelajar berongkos murah. Tapi itulah Si D. Selalu menurut orang tua. Bahkan waktu saya berkunjung ke rumahnya saat SMP, saat kami tak lagi bersua saban hari. Ia bilang ia tak mau pacaran sampai saatnya kuliah. Pokoknya harus belajar dulu, sekolah yang bener. Gak mikirin pacaran. Kalo kuliah kan udah dekat sama kerja-yang bagi kami saat itu, berarti mandiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Waktu SMA saya kehilangan kontak dengannya tapi lalu bertemu kawan semasa kecil,Y, yang kebetulan satu sekolah dengannya di SMA unggulan Jakarta Barat. Kawan saya itu sendiri, rival terkuat saya waktu kecil, sekaligus sahabat dekat. Kalau dia ranking 2, berarti saya ranking 1 nya, begitu juga sebaliknya. Nah, saat pertemuan itu, saya bertanya, "Kenal D ga? Dia temenku di SD yang baru." (Saya pindah sekolah waktu kelas 4 SD)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan wajah penuh dendam sang kawan berkata, "Ih, Si D itu. Amit-amit. Pinter banget. Otaknya dari apaan sih, encer banget."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya senyam-senyum saja. Ternyata D masih cemerlang. Bahkan mungkin lebih cemerlang dari saya saat itu, karena semasa SMA saya gak pernah ranking 1.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Waktu pun berjalan, saya bertemu kembali dengannya di Friendster, tapi tak pernah bertukar kabar. Sekarang dia di Australia. Kabar yang waktu itu membuat saya semakin &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;down&lt;/span&gt;. Betapa teman-teman telah membuat prestasi, betapa mereka telah punya kesempatan melihat dunia ini. Sementara saya masih begini-begini saja, masih belum berbuat apa-apa. Tetangga sudah mendapat beasiswa ke Australia, ada yang dengan kocek sendiri S2 di Eropa, ada yang bekerja keliling Nusantara, sementara saya keluar pulau saja masih bisa dhitung dengan jari, tangan, sebelah kanan. Tuhan, ijinkan hamba melihat dunia ini sebelum hamba menghadapMu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi hari ini, saya berkesempatan melihat-lihat profil D di FB. Coba lihat lebih jelas fotonya, oh dia lagi pelukan, tapi fotonya di-&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;cropping&lt;/span&gt;. Lihat dindingnya, duh kok lelaki di sebelahnya itu gak pake baju sih. Yah, si D kan cerdas, pasti tau lah resikonya pacaran sama bule liberal. Eh ada foto yang ditambahkan temannya, coba lihat ukuran aslinya. Oh, tidak!! Yakh, pose-pose &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;happy couple&lt;/span&gt; yang buat saya tidak pantas rasanya dilakukan di depan umum, dilihat orang lain. Oh, D. Begitu bebasnyakah pergaulanmu di sana? Kulihat saja album foto yang lain, tak sanggup lagi lihat yang itu. Kulihat pergaulannya, caranya berpakaian, bahasa tubuhnya. Duh, gak banget deh. Yeah, jangan bilang kalo saya gak ngerti bahwa di Jakarta juga banyak yang begitu. Bolehlah bilang saya norak, meski pun seumur hidup tinggal di ibu kota dan menghabiskan masa muda di Selatan Jakarta. Tapi bahkan teman SMA saya yang "terparah" pun gak gitu2 amat. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;I just don't recognize her anymore&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://catuy.blogspot.com/"&gt;Catuy&lt;/a&gt; boleh menulis tentang &lt;a href="http://catuy.blogspot.com/2009/06/facebook-and-jealousy.html"&gt;FB and Jealousy&lt;/a&gt;, tapi saat ini yang saya rasakan, FB and Gratefulness. Saya jadi bersyukur saya masih dijaga Allah dalam hidayahNya. Mungkin, saya memang belum siap untuk ke mana-mana. Belum siap pergi jauh-jauh dan bertemu bermacam orang yang kadang sangat dominan, atau bertemu lingkungan yang lebih menggoda iman. Datang wawancara di &lt;a href="http://suratsurat.multiply.com/photos/album/13/Pindahan_ceritanya#6"&gt;kantor&lt;/a&gt; &lt;a href="http://suratsurat.blogspot.com/"&gt;Erma&lt;/a&gt; saja saya kecolongan salaman sama bule, entah karena gugup atau karena lemot setelah beberapa minggu nganggur (itu loh ma... herr yang jalannya aja menggetarkan lantai gedung). Ya Allah, ampuni hambaMu ini. Kau memang Yang Maha Adil. Aku harus mempersiapkan diri lebih baik lagi. But still, I have the dream O Dear Rabb. Jagalah aku selalu dalam lindunganMu, kuatkanlah genggamanku pada taliMu, peluklah erat dalam yakin kepadaMu.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*pingin imun, bukan steril*&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-1922658229801243994?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/1922658229801243994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=1922658229801243994' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/1922658229801243994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/1922658229801243994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/06/bingung-kasih-judul.html' title='Ternyata Ia Maha Adil'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-4744604968127738880</id><published>2009-06-11T18:54:00.001-07:00</published><updated>2009-06-11T19:15:49.701-07:00</updated><title type='text'>Cerita Angkot # 1 : Kemoterapi</title><content type='html'>Supir angkot yang berjiwa muda itu tancap gas pol, se polnya gas yang bisa ditancap di jalan antar kecamatan itu. Malam beranjak larut. Di depan rumah sakit ia membanting setir dan berteriak ke orang yang sedang berdiri mengobrol, &lt;div&gt;"Mi', mo pulang gak? Ayo!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Naiklah 3 orang yang mengobrol itu. Sang supir bertanya lagi,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Supir&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;   &lt;/span&gt;:"Emang jatoh di mana Mi'?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang disebut Mi'&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;:"Di kamar mandi, jatoh telentang dia."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Supir&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;   &lt;/span&gt;:"Udah kena berapa?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang disebut Mi'&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;:"9 juta. Masih belom sadar tapi."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Supir&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;   &lt;/span&gt;:"Emang kenapa?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang disebut Mi'&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;:"Ada darah ngumpul di kepalanya. Sadar si sadar, tapi dia ga bisa ngomong."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Supir&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;   &lt;/span&gt;:"Rumah Sakitnya nyanggupin?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang disebut Mi'&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;:"Masih si. Disuruh operasi tapi keluarganya gak ngasih."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Supir&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;   &lt;/span&gt;:"Operasi? Gimana sih tu dokter. Emang gak bisa di-KEMO apah???!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-4744604968127738880?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/4744604968127738880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=4744604968127738880' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4744604968127738880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4744604968127738880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/06/cerita-angkot-1-kemoterapi.html' title='Cerita Angkot # 1 : Kemoterapi'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-324951267401087281</id><published>2009-05-25T18:17:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T19:16:07.473-07:00</updated><title type='text'>Tuhan 9 Senti dan Kegundahanku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Pernah posting &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;shoutout&lt;/span&gt; di Friendster bunyinya begini, "Tolong, jangan merokok di dalam angkot. Apalagi kalo angkotnya penuh atau ada anak-anak. TOLONG!". Tak diduga, seseorang mengirimi saya pesan, "Cuma monyet yang ngerokok di dalam angkot." Maka terjadilah diskusi ringan dunia maya lewat jejaring sosial itu. Kesimpulannya, begini pendapat beliau, "Y&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(85, 85, 85);   -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;ang jelas menghadapi masalah lingkungan harus dikeroyok bareng-bareng..yupz saya peroko berat, tapi bukan berarti setiap tempat saya bisa bebas merokok." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color: rgb(85, 85, 85);  -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px;font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(85, 85, 85);   -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Lalu nyambung ke masalah lain....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(85, 85, 85); -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Begini katanya, "Untuk masalah sampah, salah satu masalah lingkungan yang terberat di Indonesia, terbukti dengan kasus leuwi gajah bandung dan gunung-gunung dijadikan tempat sampah padahal yang saya tahu yang suka naik gunung kebanyakan mempunyai latar belakang "PENCINTA ALAM ?????" apa lagi di kota pasti masalah sampah sulit untuk di atasi...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(85, 85, 85);   -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family:Arial;font-size:12px;"&gt;&lt;div id="ln4" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;semoga saja kita terbebas dari segala persoalan lingkungan...termasuk sampah dan rokok di dalamnya...meski kita tidak banyak berbuat untuk lingkungan... "Jadi, jangan dulu Merokok dan makan permen sebelum tahu di mana membuang puntung dan plastik permen"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ln4" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ln4" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Demikianlah...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ln4" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ln4" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Beberapa hari yang lalu saya menemukan puisi ini &lt;/span&gt;&lt;a href="http://chie135.wordpress.com/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;, saya pikir perlu lebih banyak sosialisasi tentang keputusan MUI yang mengharamkan merokok di tempat umum dan perlu lebih banyak publikasi untuk puisi ini. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Thumbs up&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; for Pak Taufik Ismail. Yuk, kita mulai dari diri sendiri, jangan merokok kecuali dapat dipastikan tidak ada yang dikorbankan sebagai perokok pasif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ln4" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ln4" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(75, 93, 103);   line-height: 15px; -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; font-family:Verdana;font-size:11px;"&gt;&lt;p size="3" style=" line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="font-size: 100%; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em; "&gt;Tuhan 9 Senti&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p size="3" style=" line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,&lt;/p&gt;&lt;p size="3" style=" line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak&lt;/p&gt;&lt;p size="3" style=" line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;merokok,&lt;/p&gt;&lt;p size="3" style=" line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di sawah petani merokok,&lt;/p&gt;&lt;p size="3" style=" line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di pabrik pekerja merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di kantor pegawai merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;di kabinet menteri merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di reses parlemen anggota DPR merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;hansip-bintara-&lt;br /&gt;perwira nongkrong merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di perkebunan pemetik buah kopi merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di perahu nelayan penjaring ikan merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="yshortcuts"  style="border-bottom-color: rgb(0, 102, 204); border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: dashed;  margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em; font-size:100%;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; adalah semacam firdaus-jannatu- na’im&lt;br /&gt;sangat ramah bagi perokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang&lt;br /&gt;tak merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di ruang kepala sekolah ada guru merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di kampus mahasiswa merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di ruang kuliah dosen merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di rapat POMG orang tua murid merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya&lt;br /&gt;apakah ada buku tuntunan cara merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di angkot Kijang penumpang merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;orang bertanding merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di loket penjualan karcis orang merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di kereta api penuh sesak orang festival merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di andong Yogya kusirnya merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Negeri kita ini sungguh nirwana&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kayangan para dewa-dewa bagi perokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tapi tempat cobaan sangat berat&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bagi orang yang tak merokok,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;diam-diam menguasai kita,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di pasar orang merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di warung Tegal pengunjung merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di restoran di toko buku orang merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di kafe di diskotik para pengunjung merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bercakap-cakap kita jarak setengah meter&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tak tertahankan asap rokok,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;menderita di kamar tidur&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ketika melayani para suami yang bau mulut&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dan hidungnya mirip asbak rokok,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang&lt;br /&gt;bergumul&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tapi kita tidak ketularan penyakitnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Duduk kita di sebelah orang yang dengan cueknya&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kita ketularan penyakitnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Nikotin lebih jahat penularannya&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ketimbang HIV-AIDS,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="yshortcuts"  style="border-bottom-color: rgb(0, 102, 204); border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: dashed;  margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em; font-size:100%;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin&lt;br /&gt;paling subur di dunia,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap&lt;br /&gt;tembakau itu,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bisa ketularan kena,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di apotik yang antri obat merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di ruang tunggu dokter pasien merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dan ada juga dokter-dokter merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Istirahat main tenis orang merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di pinggir lapangan voli orang merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;menyandang raket badminton orang merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;panitia pertandingan balap mobil,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;pertandingan bulutangkis,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;turnamen sepakbola&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di kamar kecil 12 meter kubik,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di dalam lift gedung 15 tingkat&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dengan tak acuh orang goblok merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di ruang sidang ber-AC penuh,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dengan cueknya,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;pakai dasi,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;orang-orang goblok merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="yshortcuts"  style="border-bottom-color: rgb(0, 102, 204); border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: dashed;  margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em; font-size:100%;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; adalah semacam firdaus-jannatu- na’im&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;sangat ramah bagi orang perokok,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tapi tempat siksa kubur hidup-hidup&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bagi orang yang tak merokok,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;diam-diam menguasai kita,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;duduk sejumlah ulama terhormat merujuk&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Mereka ulama ahli hisap.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bukan ahli hisab ilmu falak,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tapi ahli hisap rokok.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;terselip berhala-berhala kecil,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;sembilan senti panjangnya,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;putih warnanya,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ke mana-mana dibawa dengan setia,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tampak kebanyakan mereka&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;memegang rokok dengan tangan kanan,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Inikah gerangan pertanda&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;yang terbanyak kelompok ashabul yamiin&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al&lt;br /&gt;hawwa’i.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Kalau tak tahan,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di luar itu sajalah merokok.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Laa taqtuluu anfusakum.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Min fadhlik, ya ustadz.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;25 penyakit ada dalam khamr.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Khamr diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Daging khinzir diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Patutnya rokok diapakan?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Mohon ini direnungkan tenang-tenang,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;karena pada zaman Rasulullah dahulu,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;sudah ada alkohol,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;sudah ada babi,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tapi belum ada rokok.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Jadi ini PR untuk para ulama.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;jangan,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;perbandingan ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kepalanya berapi itu,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;yaitu ujung rokok mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Kini mereka berfikir.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Biarkan mereka berfikir.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dan ada yang mulai terbatuk-batuk,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;karena penyakit rokok.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Korban penyakit rokok&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;lebih gawat ketimbang bencana banjir,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;gempa bumi dan longsor,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;cuma setingkat di bawah korban narkoba,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada saat sajak ini dibacakan,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kita,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;jutaan jumlahnya,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;diiklankan dengan indah dan cerdasnya,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tuhan-tuhan ini,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;karena orang akan khusyuk dan fana&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dalam nikmat lewat upacara menyalakan api&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Rabbana,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 100%; line-height: 1.4em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-324951267401087281?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/324951267401087281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=324951267401087281' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/324951267401087281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/324951267401087281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/05/tuhan-9-senti-dan-kegundahanku.html' title='Tuhan 9 Senti dan Kegundahanku'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-1302979448541423343</id><published>2009-04-21T18:46:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T19:37:59.200-07:00</updated><title type='text'>Demokrasi Berlumur Judi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Hari Ahad di bulan April itu adalah hari bersejarah bagi masyarakat RW 011 Kelurahan Kepangan Indah, Tangerang. Hari tersebut adalah hari pemilihan ketua RW yang baru. Panggung dibuat, pedagang berkumpul, masyarakat datang. Sempat terlihat tukang ojek berbaju merah menbawa-bawa bendera dengan motornya sambil berpantun via toa, &lt;div&gt;"kalo ke slipi jangan lupa mampir di palmerah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;pergi ke pasar beli sepatu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;jangan lupa ama abang yang baju merah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;klo mau yang mantep coblos nomer satu!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Untuk memilih ketua RW, satu keluarga memiliki satu hak suara. Biasanya diwakili para lelaki alias para bapak, atau ibu-ibu yang telah menjanda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Di daerah ini, &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;money politics&lt;/span&gt; sudah (atau masih?) menjadi hal biasa. Dalam Pemilu saja, praktek tersebut masih gencar dilakukan. Saya ingat waktu Pemilu "istimewa" tahun '99 saat pertama kali saya punya hak suara, saat Indonesia punya 48 partai sebagai pilihan dan mayoritas partai baru yang tidak dikenal. Sejumlah orang membagikan uang kepada penduduk yang rata-rata sudah lanjut usia (golongan ini sudah mencoblos "partai kuning" berkali-kali dan bagi mereka itu sudah tradisi, sebagian besar mereka tidak mengerti politik. Tau ketua umumnya saja tidak-perkiraan gombal) atau buta huruf (golongan ini juga sudah menjadi pemilih bayaran "partai kuning" berkali-kali, mereka lebih mudah diarahkan karena partai itu sudah dikenali lambangnya). Saya sempat melihat sendiri- karena terjadi secara jelas dan terbuka, dekat TPS pula-seorang "pengarah" menerangkan dan mengingatkan penduduk letak gambar "partai kuning" itu, mengingat ketika itu ada puluhan partai. Dia memberi tahu nomornya, letak gambar yang harus dicoblos-sebelah atas atau bawah, kiri, tengah, atau kanan, memastikan agar mereka tidak salah coblos. Sementara untuk golongan yang "lebih terpelajar" diberikan janji-janji (kekuasaan). Saya sendiri diminta untuk mencoblos partai itu. Katanya, partai itu yang membuat jalan di daerah kami jadi bagus dan beberapa proyek yang dibutuhkan warga hanya akan bisa berjalan jika partai ini menang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Jadi tolong ya Bu ya... tolong ya Bu..."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maaf bagi Anda pendukung "partai kuning", tapi ini benar-benar terjadi. Mungkin saja terjadi salah komando atau ada perbedaan kebijakan politik antara petinggi partai dan operator lapangan, tapi mungkin juga tidak. Saya hanya menuliskan fakta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengingat kondisi yang hampir sama - buta huruf dan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;information illiteracy&lt;/span&gt;- di banyak tempat di Indonesia, tidak heran jika "partai kuning" masih jadi 3 besar pemenang Pemilu '99. Sudah tradisi....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Nah, ketika para calon ketua RW membagi-bagikan amplop kepada penduduk, saya pun tidak heran. Saya hanya bisa berdoa dalam hati (huh, tingkatan iman yang paling rendah tuh!). Warga mencoblos dan suara dihitung. Pemenang diumumkan. Tapi, coba..... apa itu? Sekelompok orang bersorak-sorai dan memboyong sepeda motor. Usut punya usut, ternyata mereka mengadakan taruhan. Mereka menebak calon yang akan menang, tentu saja plus investasi. Orang-orang yang tebakannya sama, dikelompokkan. Kelompok yang benar tebakannya, mendapatkan sepeda motor yang dibeli dengan uang taruhan itu. Ckckck.... dan saya pikir &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;money politics &lt;/span&gt;di sini sudah cukup parah...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Selanjutnya, sepeda motor taruhan dibawa keliling sambil diarak. Ketua RW yang baru mengadakan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;open house&lt;/span&gt;. Warga yang memberi ucapan selamat dijamu dengan berdus-dus rokok (yang boleh dibawa pulang), bergelas-gelas air mineral, dan tentu saja, amplop putih. Selain itu tukang jajanan di sekitar TPS dipanggil dan di-carter untuk tamu Pak RW. Siomay, limun, rujak, silahkan menikmati... Saya hanya bisa memandangi anak-anak yang berebut dilayani tukang rujak, bagaimanakah masa depan bagi mereka?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-1302979448541423343?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/1302979448541423343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=1302979448541423343' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/1302979448541423343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/1302979448541423343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/04/demokrasi-berlumur-judi.html' title='Demokrasi Berlumur Judi'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-1559894180363671734</id><published>2009-03-22T18:20:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T18:23:47.282-07:00</updated><title type='text'>Saat Chatting Dini Hari</title><content type='html'>Aku meminta pendapat&lt;div&gt;Kamu bilang tak punya pendapat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku menanyakan pandangan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kamu bilang tak punya data pegangan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku berharap opini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Buatmu semua harus jelas sanad matan rawi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*dini hari ini aku belajar satu hal lagi*&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-1559894180363671734?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/1559894180363671734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=1559894180363671734' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/1559894180363671734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/1559894180363671734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/03/saat-chatting-dini-hari.html' title='Saat Chatting Dini Hari'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-4649035867509173676</id><published>2009-03-18T17:48:00.001-07:00</published><updated>2009-03-19T18:55:18.670-07:00</updated><title type='text'>Cerita Bila</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'Times New Roman';"&gt;&lt;div style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 3px; padding-right: 3px; padding-bottom: 3px; padding-left: 3px; width: auto; font: normal normal normal 100%/normal Georgia, serif; text-align: left; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Bila adalah anak balita yang cantik. Senyum dan matanya mempesona. Gerak-geriknya menawan hati setiap orang. Andai saja berat badannya tidak menembus angka obesitas, ia pasti menjuarai Lomba Anak Sehat. Meskipun begitu, tetap saja ia menjadi pusat perhatian orang-orang yang datang ke TK "Let's do Fun Learning". Orang tua murid yang lain, wartawan majalah orangtua dan anak, &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;sales&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt; buku anak, &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;marketing agen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;t perusahaan susu, semua pasti tertarik padanya.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Bila, hampir selalu menang dalam lomba menyanyi, menari, &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;fashion show&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;, dan foto anak. Setiap ada kesempatan berlomba di bidang-bidang tersebut, Nenek selalu semangat mendaftarkan Bila. Bila juara, Nenek-Papa-Mama bangga, penonton pun puas melihat aksinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Tapi kali ini, Bila tidak mau ikut lomba-lomba macam itu. Tidak mau! Guru-guru di TK-nya pun bingung, jagoan mereka tak bersedia berlomba. Tentu banyak anak lain yang juga berbakat, tapi Bila selalu membuat semarak. Apa jadinya acara &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Independence Day&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt; mereka tanpa laga Bila?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Ternyata, Bila tetap akan berlaga. Tapi bukan di lomba-lomba yang biasanya dia ikuti. Bila mau ikut lomba lari dan lomba pindah bola! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Nenek merayu-rayu, " Ayo Bil, ikut lomba nyanyi. Biar menang."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Kak Sasa mendukung, " Iya Bil, nanti Kakak nonton deh".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Mama menimpali, " Iya Bil, kalo lomba nyanyi pasti Bila menang. Yang lain ga ada yang bagus. Si Doni juga ga ikut, jadi pasti Bila yang menang."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Mas Farid ikut-ikutan mengomentari si bungsu, " Emang Bila bisa lari? Udah nyanyi aja."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Muka Bila memerah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;"Kenapa sih? Aku gak mau ikut lomba yang itu lagi. Aku mau ikut lomba lari! Kenapa semua ngatur aku? AKU GAK MAU DIATUR-ATUR!!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Setelah melalui berbagai perdebatan, di dapur, di ayunan, di tempat tidur, di depan komputer, akhirnya tercapai kesepakatan. Bila akan ikut Lomba Lari serta Lomba Pindah Bola, satu-satunya lomba panggung yang akan Bila ikuti adalah, &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Fashion Show&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Pagi itu semua berkumpul di aula masjid dekat TK. Orang-orang pakai baju bertema merah putih. Balon-balon dengan warna yang sama terpasang di teras dan lapangan masjid. Pagi itu semua semangat!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Bila juga semangat, sejak datang ia terus tersenyum. Bila tak sabar menunggu saatnya lomba lari, "Ah, lama amat sih Bu Ani pidatonya!".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Akhirnya lomba dimulai. Beberapa lomba dimulai serentak. Di lapangan ada lomba lari, di aula ada lomba menyanyi, di selasar ada cerdas cermat Bahasa Inggris, dan di mana-mana ada makanan berbahan dasar susu hasil lomba resep orang tua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Di sisi lapangan Bila bersiap di depan garis &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;start&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;, alisnya menyatu, wajahnya merah kepanasan, pikirannya fokus pada garis &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;finish&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;. Siap.... 1.....2....3! Bila berlari sekencang-kencangnya. Bila pasti bisa. Bila sudah latihan berkali-kali. Bila mulai terengah-engah. Garis &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;finish&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt; masih jauh. Teman-teman mendahului. Tekad Bila tetap kuat. Tapi tekad Bila terhambat bobot tubuhnya. Bila terakhir tiba di garis &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;finish&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Segera terlihat ekspresi yang tak pernah ada di wajah Bila, dan tak ada siapa pun yang mengerti. Tidak juga Bila. Semua orang bersorak, menyemangati Icha dan Aya yang masuk urutan pertama dan kedua. Icha dan Aya akan berlomba lagi di babak final. Tidak ada yang bersorak untuk Bila. Mas Farid dan Kak Sasa sedang ikut cerdas cermat. Papa pasti sedang merekam mereka. Nenek ikut lomba resep. Hanya ada Bu Dwi yang mengambil foto para peserta. Beliau mendekati Bila dan berkata, " Ayo Bila semangat, habis ini Lomba Pindah Bola loh, siap ya."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Bila masih semangat untuk Lomba Pindah Bola, tapi sekarang, Bila takut untuk kalah. Kalah berarti tidak jadi pusat perhatian. Bila kan selalu jadi pusat perhatian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Tak disangka ternyata Lomba Pindah Bola sangat menyenangkan. Bila, Kevin, dan Mas Farid, yang sudah selesai cerdas cermat, bekerjasama memindahkan bola dari sisi lapangan yang satu ke sisi yang lain. Mas Farid pintar mencari cara agar dapat menjadi yang tercepat. Kak Sasa bersorak untuk mereka. Papa merekam sambil berteriak-teriak menyemangati. Pada akhir lomba semua orang bertepuk tangan untuk mereka. Walaupun mereka bukan yang tercepat, tapi aksi mereka sangat disukai penonton: cerdik, kompak, dan lucu. Bila senang sekali. Bila juga berterima kasih pada Mas Farid yang mau ikut berlomba bersamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Setelah itu Bila langsung bersih-bersih dan ganti baju. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Fashion Show&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt; akan dimulai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Di panggung, Bila berjalan melenggang. Tersenyum ke setiap mata yang memandang. Tau persis waktunya harus berhenti untuk membiarkan orang mengaguminya. Tau persis bagian panggung yang tepat untuk berpose dan membiarkan belasan kamera memotretnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Tengah hari, nama-nama pemenang lomba diumumkan. Seperti sudah diduga semua orang, Lomba &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Fashion Show&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt; dimenangkan oleh Bila. Sebelum acara ditutup, Mila sang juara Lomba Menyanyi dipersilahkan untuk bernyanyi di panggung. Nenek menggerutu, "Ah....coba Bila ikut. Pasti Bila menang. Apa itu, nyanyi kok gak bergerak, gak ada senyum, gak bagus." Bu Eka pun menyayangkan, "Iya, Bila sih ga ikut....". Bila diam saja. Aku tersenyum dan bertanya-tanya dalam hati, akan jadi apa ya Bila nanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;*cerita ini utk diambil hikmahnya, tak ada maksud menyinggung pihak mana pun*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-4649035867509173676?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/4649035867509173676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=4649035867509173676' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4649035867509173676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4649035867509173676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/03/cerita-bila_18.html' title='Cerita Bila'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-3474696675478056949</id><published>2009-03-17T19:20:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T19:23:05.627-07:00</updated><title type='text'>Capek</title><content type='html'>aku capek naik angkot&lt;div&gt;apalagi dengan macet&lt;/div&gt;&lt;div&gt;badan pegal-pegal&lt;/div&gt;&lt;div&gt;pengen kerja yang dekat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;atau langganan ojek semurah-murahnya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;atau....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ah, itu tak perlu dikatakan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;nanti balik lagi ke postingan yang basi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-3474696675478056949?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/3474696675478056949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=3474696675478056949' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/3474696675478056949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/3474696675478056949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/03/capek.html' title='Capek'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-5446425905894327464</id><published>2009-03-17T19:06:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T19:10:22.557-07:00</updated><title type='text'>untukmu kawan</title><content type='html'>hidup mulia atau mati syahid&lt;div&gt;itu mottomu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;hidup mulia diawali dengan kesucian diri&lt;/div&gt;&lt;div&gt;itu yang kau tau&lt;/div&gt;&lt;div&gt;muliakah engkau memegang tangan dan berkhalwat dengan yang bukan muhrimmu?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-5446425905894327464?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/5446425905894327464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=5446425905894327464' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5446425905894327464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5446425905894327464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/03/untukmu-kawan.html' title='untukmu kawan'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-4889142812814242731</id><published>2009-03-07T22:54:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T23:10:29.693-08:00</updated><title type='text'>Do You Know</title><content type='html'>This is one of my most favourite song. Hear it for the first time from Mariah Carey's voice in her 1's album. This song actually theme song of "Mahogany" but I didn't watch it yet. Diana Ross was 1st artist who sing this song. I was listen to it over and over again by my walkman in my dorms when I was in college. For me, it's kinda deep and spiritful. I oftenly questioning myself by those questions either. &lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(85, 85, 85); font-family: arial; white-space: nowrap; "&gt;(Do You Know Where You're Going To?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(85, 85, 85); white-space: nowrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" font-weight: bold; font-family:'Times New Roman';"&gt;(Theme from Mahogany&lt;span class="Apple-style-span"  style=" font-weight: normal; font-family:arial;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(85, 85, 85); white-space: nowrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;(Masser/Goffin)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(85, 85, 85); white-space: nowrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Do you know where you're going to?&lt;br /&gt;Do you like the things that&lt;br /&gt;life is showing you&lt;br /&gt;Where are you going to?&lt;br /&gt;Do you know...?&lt;br /&gt;Do you get&lt;br /&gt;What you're hoping for&lt;br /&gt;When you look behind you&lt;br /&gt;There's no open door&lt;br /&gt;What are you hoping for?&lt;br /&gt;Do you know...?&lt;br /&gt;Once we were standing still in time&lt;br /&gt;Chasing the fantasies&lt;br /&gt;That filled our minds&lt;br /&gt;You knew how I loved you&lt;br /&gt;But my spirit was free&lt;br /&gt;Laughin' at the questions&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;That you once asked of me&lt;br /&gt;Do you know where you're going to?&lt;br /&gt;Do you like the things that&lt;br /&gt;life is showing you&lt;br /&gt;Where are you going to?&lt;br /&gt;Do you know...?&lt;br /&gt;Now looking back at&lt;br /&gt;all we've planned&lt;br /&gt;We let so many dreams&lt;br /&gt;Just slip through our hands&lt;br /&gt;Why must we wait so long&lt;br /&gt;Before we'll see&lt;br /&gt;How sad the answers&lt;br /&gt;To those questions can be&lt;br /&gt;Do you know where you're going to?&lt;br /&gt;Do you like the things that&lt;br /&gt;life is showing you&lt;br /&gt;Where are you going to?&lt;br /&gt;Do you know...?&lt;br /&gt;Do you get&lt;br /&gt;What you're hoping for&lt;br /&gt;When you look behind you&lt;br /&gt;There's no open door&lt;br /&gt;What are you hoping for?&lt;br /&gt;Do you know...?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-4889142812814242731?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/4889142812814242731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=4889142812814242731' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4889142812814242731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/4889142812814242731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/03/do-you-know.html' title='Do You Know'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-2987057647161511220</id><published>2009-03-07T09:03:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T09:12:45.142-08:00</updated><title type='text'>Milad Sahabat</title><content type='html'>Hari ini milad seorang sahabatku. Hmm... sahabat. Sungguh aku bersyukur Allah mengikatkan hati kami.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini miladnya, ia mentraktirku. Sayangnya, tukang baksonya mengantuk, porsinya jadi tak sama. Aku dapat dua, dia cuma dapat satu. Aku dapat empat, dia cuma dapat tiga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini hari lahirnya. Tapi justru dia yang memberiku hadiah. Tak sembarang hadiah. Hadiah yang sudah lama kuinginkan. Hadiah yang juga kubutuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terima kasih sahabat. Semoga keberkahan dan hidayah melimpah untukmu, ridhoNya menyertai umurmu. Barakallahu fii umrik. Semoga Allah menjaga hati kita. I love you coz Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-2987057647161511220?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/2987057647161511220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=2987057647161511220' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/2987057647161511220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/2987057647161511220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/03/milad-sahabat.html' title='Milad Sahabat'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-5934400903218625399</id><published>2009-03-02T17:11:00.000-08:00</published><updated>2009-03-19T18:52:59.821-07:00</updated><title type='text'>Pelupa</title><content type='html'>hari itu aku makan capcay&lt;div&gt;kamu makan sop iga&lt;/div&gt;&lt;div&gt;aku pakai baju merah muda&lt;/div&gt;&lt;div&gt;berjaket abu-abu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tidakkah ada yang kau ingat tentang hari itu?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kamu bilang aku makan soto&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sama kayak kamu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kamu bilang aku pake baju ungu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;rasanya aku pilu&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-5934400903218625399?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/5934400903218625399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=5934400903218625399' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5934400903218625399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5934400903218625399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/03/pelupa.html' title='Pelupa'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-5657851224184064593</id><published>2009-03-02T16:44:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T17:05:48.755-08:00</updated><title type='text'>Cerita Opan</title><content type='html'>Opan sekeluarga akan pergi ke Anyer hari ini. Uwa'nya Ayah yang tinggal di sana mau menikahkan anaknya. Pagi-pagi Ayah sudah bangun dan mempersiapkan Opan menghadapi perjalanan. Sudah mandi, sudah wangi, sudah pakai baju, Ayah pun tak lupa memakaikan Opan diapers. Intinya, Opan sudah siap!&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tadi malam, Mama pulang larut, baru selesai mengadakan seminar kesehatan dan pendidikan anak. Mama masih tidur-tiduran di kamar sambil sms-an sama Nenek soal keberangkatan mereka. Tiba-tiba Opan mau pipis. "Mah....pipis....". Mama mengantar Opan ke kamar mandi, membuka celana Opan, dan membuka diapersnya. Selesai pipis, Opan gak mau pakai diapersnya lagi. Mama membujuk, Opan menggeleng sambil pasang tampang mau nangis. Mama merayu, Opan malah pasang kuda-kuda mau lari. Daripada Opan ngambek, trus acara jalan-jalan jadi rusak, Mama memilih nyerah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sudah pakai celana, Opan lari ke teras rumah. "Aciik.....main sama Kakak". Gak lama, Ayah yang tadi asyik baca koran menggendong Opan, ngajak jalan sebentar ke tetangga depan rumah. Mo liat kambing yang umurnya tinggal beberapa hari lagi kalo udah divonis pembeli yang niat berkurban di hari Idul Adha.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Eh, tapi kok....rasanya..... "Ayah...pipis...."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ayah yang tadi pagi sudah begitu prepared atas kelengkapan Opan, menjawab, "Iya, pipis aja". Opan yang udah ngerti kalo mo pipis, dan gak pake diapers, harus ke kamar mandi, bilang lagi, "Ayah...........pipis........". &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ayah yang yakin atas persiapannya dan tidak lupa tadi pagi sudah memakaikan Opan diapers menjawab tenang, "Iya.....pipis aja....". &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Opan heran dan mulai panik, "Ayah! Pipis...."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Iya...gapapa...Opan pipis aja".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Merasa sudah memperingatkan atau karena memang sudah tidak tahan, pipislah Opan dengan bebasnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lega.......air pipis Opan pun segera membasahi baju Ayah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ekspresi pertama Ayah: "Heh!?!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ekspresi berikutnya: *teriak ke dalam rumah sambil marah* "Siapa yang ngelepas popok Opaaaaaaaaaaaaaaaaaan..........!" &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-5657851224184064593?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/5657851224184064593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=5657851224184064593' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5657851224184064593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5657851224184064593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/03/cerita-opan.html' title='Cerita Opan'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-8448818252372927634</id><published>2009-03-02T16:42:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T16:43:23.922-08:00</updated><title type='text'>Menanti Jodoh</title><content type='html'>Basi.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ngga jadi nulis ah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-8448818252372927634?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/8448818252372927634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=8448818252372927634' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/8448818252372927634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/8448818252372927634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/03/menanti-jodoh.html' title='Menanti Jodoh'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-5391761529778073241</id><published>2009-03-01T01:17:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T01:30:12.753-08:00</updated><title type='text'>Cerita Afa</title><content type='html'>Afa adalah anak kelas 1 SD yang penuh semangat dan tanpa disadarinya, memiliki bakat marketing yang cukup provokatif. Ajakan-ajakannya selalu diikuti teman-temannya tanpa ragu.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari itu, Afa mulai masuk sekolah lagi. Liburan kemarin Afa dikhitan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ga sakit tau'. Cuma kayak digigit semut!" katanya ke teman-teman. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Masa' sih Fa?". &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Iya! Bener!", Afa menjawab dengan penuh keyakinan dan memang sangat meyakinkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya teman-temannya percaya 100 %.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aldi yang tidak meragukan cerita Afa, langsung menyatakan bersedia dikhitan kepada orangtuanya. Orang tua pun menyambut baik. Besoknya, pagi-pagi sekali Aldi dibawa ke dokter, minta dikhitan. Dokter siap dengan peralatannya, Aldi pun siap untuk sebuah rasa &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;kayak digigit semut&lt;/span&gt; itu. Dokter kagum pada ketabahan anak yang tenang ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tanpa ragu-ragu khitan pun dilaksanakan. Spontan Aldi berteriak. Pak dokter yang telah bertahun-tahun berpengalaman mengkhitan, keheranan mendengar teriakan Aldi karena yang diteriakkan sungguh tidak biasa, tidak seperti teriakan anak-anak lain. Begitu pisau bedah mengkhitannya, kata-kata yang keluar dari mulut Aldi adalah, "AFA BO'OOOOOOOOOOOOOOOOOOOONG......!!!!!!!" &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-5391761529778073241?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/5391761529778073241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=5391761529778073241' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5391761529778073241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5391761529778073241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/03/cerita-afa.html' title='Cerita Afa'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-5232353533947705144</id><published>2009-03-01T00:55:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T01:11:49.828-08:00</updated><title type='text'>Jam Jahat dan Jam Penipu</title><content type='html'>Kalau saya berangkat kerja sudah di jam mepet (tau kan maksudnya?), saya akan lebih attentive terhadap jam. Jam tangan orang lain, jam warteg yang keliatan dari angkot, jam di depan pak sopir, tapi tidak jam di toko jam. Kalau Anda ingin tau sekarang jam berapa, jangan tengok jam yang ada di toko jam, itu nasehat saya.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, kemudian saya akan menggolongkan jam yang saya liat/intip/lirik itu sebagai jam jahat atau jam penipu. Jam jahat kalau jam yang saya liat itu diputar jauh lebih dulu dari jam normal, atau sebutlah jam TVRI. Jahat karena membuat adrenalin saya mengalir deras. Duh telat nih, duh parah nih telatnya, duh gede nih potongannya, duh gimana kalo ada murid ya, dan duh-duh yang lain. Padahal, pas nyampe, gak segitunya..... Jahat, bikin orang stres.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penipu kalau jamnya disetel lebih lambat atau pas banget sama jam TVRI. Di jalan nyantai, eh tau-tau pas sampe kantor udah telat. Hiks, penipu!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jam di kantor saya jelas lebih dulu dari jam TVRI dan tampaknya memutar jam lebih dulu sudah lazim dilakukan orang. Paling aman sih menengok hape sendiri lalu menguranginya 5 menit. Itu kira-kira sama dengan jam kantor. FYI, saya gak punya dan lagi gak pengen punya jam tangan. Maka terjadilah aksi intip-mengintip jam orang lain itu. Dasar saya yang skeptis, kalo pun &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;kebetulan&lt;/span&gt; di jalan saya  berpapasan dengan muka jam, saya tetap akan bertanya-tanya, apa itu salah satu jam jahat atau jam penipu. Apa gejala jam beda-beda ini bisa disebut personalisasi jam? Itu disengaja kan? Hehe....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-5232353533947705144?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/5232353533947705144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=5232353533947705144' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5232353533947705144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5232353533947705144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/03/jam-jahat-dan-jam-penipu.html' title='Jam Jahat dan Jam Penipu'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-2415395049134494867</id><published>2009-03-01T00:27:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T00:41:27.250-08:00</updated><title type='text'>Coba Lagi</title><content type='html'>Hai! Hehe... nama saya masih Winy. I'm still a learner, still a dreamer. but not precisely jobless anymore :) Now I teach at a math course in South Jakarta and meet so many wonderful students.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Well, OK...some of you might notice that I didn't write regularly. As a matter in fact, I didn't write here for, 2 years? hehe.... Sebenarnya pengen banget bisa, malah pengen mahir - minimal terampil (&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;apa sih? kursus menjahit?)&lt;/span&gt; - menggunakan segala macam blogging tools which were provided. Tapi, selama saya berada di dunia kerja, saya selalu mendapat rizki di tempat yang tidak difasilitasi internet. Jadilah saya terisolir dari internet (rumah? &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;mmm... it's complicated&lt;/span&gt;). Blogging, off. Facebook, ga urgent lah kan udah ada Friendster. Chatting, tetep istiqomah buka YM sebagai awalan surfing untuk ngecek email yang pun gak semua kubaca.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sudahlah, gak penting juga membahas hal ini, kecuali kalau Anda sedang meneliti fenomena blogging. Sekarang saya &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;coba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; menulis lagi di sini karena ada akses internet di rumah and I'm ALLOWED to use it. Yuk....yuk...yuk.... nulis lagi.....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-2415395049134494867?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/2415395049134494867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=2415395049134494867' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/2415395049134494867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/2415395049134494867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2009/03/coba-lagi.html' title='Coba Lagi'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-442376411503392500</id><published>2007-10-23T02:38:00.000-07:00</published><updated>2007-10-23T02:42:00.936-07:00</updated><title type='text'>hari hujan</title><content type='html'>hari ini hujan deras, aku bersama BO (ini maksudnya Bu Ocha) mencoba warnet baru di daerah bates. Ternyataaaaaaaaa......... BO baru tau kalo ini namanya game center. kasihan dia sedang ke-brisikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-442376411503392500?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/442376411503392500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=442376411503392500' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/442376411503392500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/442376411503392500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2007/10/hari-hujan.html' title='hari hujan'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-5113612482619809297</id><published>2007-07-14T21:30:00.000-07:00</published><updated>2007-07-14T21:36:25.779-07:00</updated><title type='text'>Kekuatan untuk terus menulis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;diberkatilah mereka yang punya kekuatan untuk terus menulis.....&lt;br/&gt;diberkatilah mereka yang dilimpahi doa dari orang-orang sekitarnya untuk punya kekuatan untuk terus menulis.....&lt;br/&gt;dan diberkatilah saya yang sempat melintas pada sebuah doa dari seorang kawan dan berdoa untuk diri sendiri untuk terus memupuk kekuatan itu.....&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-5113612482619809297?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/5113612482619809297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=5113612482619809297' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5113612482619809297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/5113612482619809297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2007/07/kekuatan-untuk-terus-menulis.html' title='Kekuatan untuk terus menulis'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-115008911444907729</id><published>2006-06-11T21:38:00.000-07:00</published><updated>2006-06-11T22:11:54.480-07:00</updated><title type='text'>Kutipan Kilat #1</title><content type='html'>Berhubung  banyak penyebab, saya untuk sementara ini akan menulis kutipan-kutipan kilat. Selamat membaca!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu saat Rasulullah SAW berada di rumah Aisyah. kemudian Saudah datang menemui beliau. Aisyah pun menawarkan kue yang baru saja dibuatnya. tapi Saudah mengatakan , kue itu tidak enak. tentu saja Aisyah tersinggung. ia pun menimpuk Saudah dengan kue itu. Saudah membalasnya. timpuk menimpuk itu berlangsung sementara sang suami menyaksikannya sembari tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh, persoalan memang datang. tapi selalu berlalu. di balik bilik sederhana itu ada banyak gejolak. tapi keteduhan selalu mengakhirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(diambil dari Serial Cinta Anis Matta, Majalah Tarbawi edisi 130, April 2006)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-115008911444907729?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/115008911444907729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=115008911444907729' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/115008911444907729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/115008911444907729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2006/06/kutipan-kilat-1.html' title='Kutipan Kilat #1'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-114725297103444772</id><published>2006-05-10T00:26:00.000-07:00</published><updated>2006-06-11T22:42:17.773-07:00</updated><title type='text'>Franz Ferdinand, JK Rowling, dan Trias Politika</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Jika kita perhatikan perkembangan band-band Inggris belakangan ini, maka kita akan mendapati nama-nama seperti S (Club) Seven, So Solid (Crew), atau yang cukup popular belakangan ini: &lt;a href="http://brits.co.uk/shows/winners/"&gt;Franz Ferdinand (dengan outfit yang mengingatkan kita pada The Daltons, musuh bebuyutan Lucky Luke), dan Scissor Sisters.&lt;/a&gt; Apakah ini suatu tren baru dalam menamai band? Kita tau ada saaatnya band-band menamai mereka dengan menambah embel-embel angka di belakangnya, misalnya Blink 182, SUM 41, tapi bukan itu yang mau saya bahas, melainkan kecenderungan band Inggris menamai band nya dengan 2 kata yang berima di awal. Apakah ini tren sementara? Ataukah memang ada sejarahnya orang Inggris menyukai sesuatu yang berima di awal? Pada karya sastrawan mereka, misalnya? (anak Sastra Inggris, bantu dong………..).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya mempertanyakan itu karena saya menemukan hal yang sama pada tulisan JK Rowling. Dalam buku Harry Potter yang melegenda itu, terutama seri ke-4nya: &lt;i style=""&gt;Harry Potter and the Goblet of Fire&lt;/i&gt;, kita bisa temui bahwa nama-nama klub Quidditch (olahraga sihir) terdiri atas 2 kata yang berima di awal. (maksud saya dengan “berima di awal” adalah huruf awal kedua kata, bukan suku kata awal) Sebut saja Chudley Cannons, Wimbourne Wasps, dan Montrose Magpies. Bahkan dalam buku Quidditch Trough the Ages karangan Kennilworthy Whisp (tentu saja ia tokoh imajiner JK Rowling), seluruh klub Quidditch Inggris dan Irlandia yang tergabung dalam Liga Quidditch berima sama- kecuali Puddlemere United- mulai dari Appleby Arrows hingga Wimbourne Wasps.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Nah, karena itulah saya bertanya-tanya. Sebenarnya, band-band Inggris itu terinspirasi oleh tulisan JK Rowling, ataukah justru tulisan JK Rowling yang mengangkat kehidupan sosial masyarakat Inggris? Coba kita lihat buku lainnya, Fantastic Beasts &amp; Where to Find Them by Newt Scamander. Salah satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;beast&lt;/span&gt; yang menarik perhatian saya adalah Runespoor, ular berkepala tiga sepanjang 1,8 atau 2,1 meter berwarna oranye pucat dihiasi garis-garis hitam. Menurut para Parselmouth yang memelihara mereka, setiap kepala Runespoor mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Kepala sebelah kiri (sebagaimana terlihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh penyihir yang berhadapan dengannya) adalah perencana, yang memutuskan ke mana Runespoor akan pergi dan apa yang akan mereka lakukan. Kepala di tengah adalah pemimpi, yang bisa bergeming berhari-hari, tenggelam dalam impian yang agung sekaligus asyik berkhayal. Kepala sebelah kanan adalah pengkritik dan akan menilai usaha-usaha yang dilakukan kepala sebelah kiri dan tengah dengan desisan marah tanpa henti. Runespoor jarang mencapai umur panjang, karena ketiga kepala itu cenderung saling serang satu sama lain. Sering terlihat seekor Runespoor yang kepala sebelah kanannya hilang, sementara dua kepala lainnya saling lilit dan saling gigit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mungkin nilai moral yang coba diajukan JK Rowling adalah bahwa meskipun kita saling berdekatan, jika kita tidak saling bekerja sama maka kehancuranlah yang kita terima. Tapi saya membiarkan diri berpikir jauh, bahkan sampai mengaitkannya ke politik. Kepala kiri Runespoor seperti pihak yang sedang berkuasa, mencoba merencanakan dan menjalankan kebijakan-kebijakan pembangunannya. Sementara kepala kanan adalah pihak oposisi yang selalu mengkritik usaha pihak berkuasa. Kepala tengah? Mungkin senat atau golongan orang yang bermimpi akan adanya dunia yang lebih baik tanpa ada usaha nyata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tapi kalau teringat teorinya John Locke, Runespoor itu saya rasa seperti Trias Politikanya &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt;. Kepala kiri itu badan eksekutifnya, alias Presiden dan Kabinet &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt; yang berusaha menjalankan roda pemerintahan. Kepala kanan adalah badan legislatif alias DPR yang senantiasa mengkritik usaha badan eksekutif. Kepala tengah permisalan dari lembaga yudikatif yang senantiasa bermimpi akan terbangunnya &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt; sebagai Negara hukum tapi hakim agungnya saja (diduga) korupsi (hakim gitu lho!). kalau seekor Runespoor sering terlihat kehilangan kepala kanannya, &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt; juga sering kehilangan peran badan legislatifnya. Yang sering loyo, mandul menghadapi kekuasaan eksekutif. Tapi &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=""&gt; ini pikiran saya saja yang jauh menerawang, dan inilah yang disebut orang melantur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Kembali ke masyarakat Inggris. Sekali lagi saya bertanya-tanya, apakah tulisan JK Rowling ini mencoba mengangkat apa yang terjadi di masyarakatnya? Itu hal yang biasa bagi penulis &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;? Coba kita lihat beast yang lain di buku itu, Lethifold namanya. Disebut juga Jubah Hidup, berupa jubah hitam dengan ketebalan mencapai 1,25 cm, meluncur di tanah pada malam hari, umumnya menyerang korban yang sedang tidur. Begitu mangsanya berhasil dibuat lemas (dengan mencekik dan membungkus korban dengan tubuhnya yang dingin) Lethifold mencernanya saat itu juga di tempat tidur mereka, ia hanya dapat dikalahkan dengan mantra Patronus yang sulit dilakukan jika anda adalah penyihir yang sedang tidur. Lethifold tidak meninggalkan jejak apapun, baik jejak dirinya sendiri maupun jejak korbannya, maka banyak penyihir yang memanfaatkan keadaan itu demi tujuan jahat mereka, berpura-pura telah dibunuh Lethifold. Seorang penyihir bernama Janus Thickey lenyap dengan meninggalkan catatan tertulis di meja samping tempat tidurnya, “Oh tidak seekor Lethifold menyerangku, aku jadi lemas”. Diyakinkan oleh tempat tidur yang kosong dan bersih yang menunjukkan bahwa benar sejenis makhluk telah membunuh Janus, istri dan anak-anaknya menjalani masa-masa berkabung yang berat, yang tiba-tiba terhenti ketika Janus ditemukan sehat walafiat 5 mil jauhnya, tinggal bersama wanita pemilik Green Dragon (saya rasa ini nama bar). Hehehe. Apakah ini cermin sebagian masyarakat Inggris? Terserah Anda untuk menilainya……&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-114725297103444772?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/114725297103444772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=114725297103444772' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114725297103444772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114725297103444772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2006/05/franz-ferdinand-jk-rowling-dan-trias.html' title='Franz Ferdinand, JK Rowling, dan Trias Politika'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-114490026282682423</id><published>2006-04-12T20:45:00.000-07:00</published><updated>2006-04-12T20:57:26.853-07:00</updated><title type='text'>Menyalurkan Nafsu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt; Doug Fraust dari Playstation Magazine mengatakan bahwa kekerasan sudah ada dalam naluri kita. “Adalah keliru jika mengasumsikan hanya karena sarat kekerasan, &lt;i style=""&gt;video game&lt;/i&gt; menyebabkan kekerasan hadir dalam masyarakat kita. Justru sebaliknya, &lt;i style=""&gt;video game&lt;/i&gt; memungkinkan anak-anak yang secara alamiah agresif menyalurkan sifat itu dalam bentuk permainan khayalan, bukan bertindak kekerasan terhadap orang lain.” Pernyataan ini pun menyublim dalam strategi promosi produk-produk game. Contohnya: “Vigilance menyalurkan naluri kekerasan yang ada dalam dirimu dengan cara yang baik”, atau “Bertindaklah secara lokal, mengganaslah secara global, salurkan potensi kebuasanmu” (John Naisbitt, &lt;i style=""&gt;High Tech High Touch&lt;/i&gt;, 2001).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Hal ini membuat saya bertanya-tanya, benarkah hal itu? Kekerasan mungkin saja sudah ada dalam diri kita, seperti tenaga yang ada dalam air tenang yang dalam, seperti kekuatan yang terkandung dalam bambu petung yang halus dan lentur. Tapi haruskah disalurkan dengan cara seperti itu? Bukankah itu justru membuat seseorang ingin melakukannya lagi? Saat itu, &lt;i style=""&gt;toh&lt;/i&gt; tidak ada korban. Lalu ia melakukannya lagi. Lagi. Lagi. Dan lagi. Pada titik tertentu, yang berbeda-beda pada masing-masing orang, hal itu menyebabkan kekerasan sebagai kebiasaan. Sesuatu yang biasa ada. Perkembangannya, akan terasa kurang jika sesuatu yang biasa ada itu tidak ada. Kekerasan menjadi kebutuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Bagaimana dengan anak-anak yang tidak agresif secara alami? Apakah mereka akan terpacu menjadi agresif juga dengan mengikuti pola permainan yang menuntut agresivitas?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pembantaian Littleton di Colorado AS mungkin salah satu contoh yang paling ekstrim, tapi tidak berarti tidak mungkin (buktinya itu terjadi). 20 April 1999 di Columbine High School, 2 siswa menjadikan sekolah sebagai medan tempur, meledakkan bom-bom pipa rakitan sendiri, membidik teman-temannya dengan senjata laras pendek, menyandera puluhan siswa serta beberapa orang guru. Korban tewas terdiri dari seorang guru dan 14 siswa, termasuk 2 siswa pelaku pembantaian, 23 lainnya luka-luka, dan trauma pada seluruh negeri setelah 5 jam pengepungan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Yang saya kritisi di sini bukanlah mengenai &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;electronic game. Game&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; hanyalah media, yang efeknya bergantung pada pengemasan pesannya, maka dari itu &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;game&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; pun dapat digunakan untuk pembelajaran (tanpa melupakan peran guru dan orangtua). Yang saya cermati adalah bagaimana nafsu kekerasan itu disalurkan. Benarkah akan baik jika nafsu kekerasan itu disalurkan dengan melakukan kekerasan itu sendiri? &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;Take it to the surface and we’ll relieve&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. Seperti orang yang lega setelah menangis akibat ditinggalkan orang yang disayangi. Jujur saja, saya sendiri menikmati permainan pukul kepala anjing di &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="font-family: arial;"&gt;&lt;st1:placename&gt;Fun&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype&gt;City&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. Kalau ada kepala anjing yang keluar dari lubangnya, cepat pukul dengan palugada, skor pun didapat. Setelah itu saya merasa lebih bersemangat, seperti ada mampatan yang terangkat. Tapi apa itu benar? Bagaimana dengan olahraga? Bukankah olahraga bagus untuk menyalurkan energi? (saya sendiri sangat jarang berolahraga). Bagaimana dengan beladiri (dengan aspek beladiri tentunya, bukan aspek seni, olahraga, apalagi spiritual)? Tidakkah itu bisa menyalurkan nafsu kekerasan?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selain nafsu kekerasan, ada pula nafsu makan. Bagaimana dengan orang yang secara alamiah memiliki nafsu makan besar? Apakah penyalurannya dengan cara makan terus hingga nafsu itu terpenuhi? Sementara nafsu itu sendiri tidak akan habis. Muncullah &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;eating disorder&lt;/i&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;yang membawa pada kegemukan yang destruktif, menggerogoti &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;self-esteem&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. Di sisi lain, nafsu makan yang terlalu dikekang disertai &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;social anxiety&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; terhadap tubuhnya sendiri mengakibatkan anoreksia dan bulimia.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Penyaluran yang diajukan Islam, dinyatakan dalam hadits Rasulullah Muhammad SAW yang menyatakan agar makan ketika lapar (ketika tubuh membutuhkan) dan berhenti makan sebelum kenyang. Sepertiga bagian perut untuk makanan, sepertiga bagian untuk air, dan sepertiga bagian untuk udara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Masih berkaitan dengan nafsu manusia, Dr. Wimpie Pangkahila (ahli andrologi dan seksologi) punya pendapat soal nafsu seksual. Ia menyatakan, berdasarkan penelitian ilmiah di berbagai negara, pornografi justru merupakan katup pengaman yang berguna dalam budaya yang bersifat represif seksual. Ia melanjutkan, pemerkosaan dan kejahatan seks terhadap anak-anak justru dilakukan oleh mereka yang di masa remajanya kurang menerima rangsangan erotik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Hal ini menimbulkan tanda tanya besar bagi saya. Benarkah mereka tidak akan memperkosa jika mereka mendapat rangsangan erotik yang mencukupi lewat pornografi? Kenyataan yang saya lihat justru sebaliknya. Dengan mudahnya akses terhadap pornografi, pelecehan terus berkembang. Pemerkosaan terjadi di mana-mana, dan bisa terjadi terhadap siapa saja. Entah itu nenek-nenek, perawan, janda, ABG, bahkan balita dan bayi! Pelakunya pun bisa siapa saja, anggota DPRD, guru, dukun, ayah tiri, bahkan ayah kandung! &lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;Anak-anak&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state&gt;SD&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; pun sudah ada yang melakukannya, setelah nonton film porno (&lt;i style=""&gt;bluefilm&lt;/i&gt;) mereka menirunya. Memperkosa tetangga sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Dalam sebuah koran ibukota, dituliskan bahwa pihak polisi menyatakan bahwa jumlah kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual meningkat tajam seiring denga derasnya peredaran VCD porno. Maka dari itu, mereka akan berusaha membasmi peredaran VCD haram tersebut. Semoga mereka istiqomah dalam pekerjaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Maka, bukankah pornografi justru mengiring kita pada budaya represif seksual itu sendiri? Bukankah justru pornografi memicu terjadinya pemerkosaan alih-alih jadi penyaluran yang aman? Menurut saya, pornografi dan degradasi moral membentuk lingkaran setan, yang satu menyebabkan yang lain. Tapi pornografi sebagai katup pengaman? Saya sungguh mempertanyakan itu. Sama seperti pada kekerasan, penyaluran nafsu dengan cara itu (dalam hal ini pornografi) justru membuat individu menjadi menginginkan lagi dan lagi, menjadi kebiasaan, dan akhirnya kebutuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Seperti yang ditunjukkan oleh sebuah studi tentang efek pornografi oleh Universitas Utah Amerika bahwa secara empiris dan klinis, pornografi bersifat progresif dan menimbulkan ketagihan pihak yang menkonsumsinya. Hasil studi memperkuat bahwa pornografi sangat mengancam kualitas moral dan intelektual, khususnya di kalangan generasi muda (Aliansi Komunitas Warga RI di Inggris, Koran Tempo, Minggu 26 Maret 2006).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Penyaluran yang diajukan Islam adalah menikah, bukan pornografi, bukan pula mengekang diri (selibat). Jika seseorang sudah tidak dapat menahan diri, baik dengan menahan pandangan maupun puasa, maka ia sangat disarankan (atau malah diwajibkan) untuk menikah. Menikah bukan hanya penyaluran biologis saja, tapi juga membawa konsekuensi berupa tanggung jawab, maka penyaluran dengan cara menikah lebih sehat secara fisik, psikis, maupun sosial.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Mungkin tidak akan ada habisnya jika kita berbicara tentang nafsu manusia karena manusia itu kompleks dan multidimensi. Namun secara garis besar, kita dapat membagi nafsu manusia menjadi tiga:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Nafsu yang baik, tenang (nafsu mutmainnah)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Yaitu nafsu untuk melakukan perbuatan baik, terjadi ketika diri/&lt;i style=""&gt;self&lt;/i&gt;/ruh mampu mengatasi diri sendiri (&lt;i style=""&gt;self control&lt;/i&gt;). Misalnya nafsu menolong orang lain, nafsu beribadah, nafsu nulis blog (halah!) :D&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Nafsu yang menyebabkan kejahatan dan kerusakan (nafsu amarah)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Terjadi ketika ruh/&lt;i style=""&gt;self&lt;/i&gt;/diri tidak mampu mengatasi diri sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Nafsu Lawamah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Tejadi ketika tarik menarik dalam diri (antara self/ruh dengan diri sendiri). Pada saat inilah akal berfungsi, penentuan siapa yang menang dipengaruhi oleh kesadaran diri, ilmu, dan hidayah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Ketiga nafsu tersebut digolongkan sebagai potensi manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;Demikian renungan saya, sampai tulisan ini selesai sebagian besar pertanyaan saya belum terjawab. Tulisan ini memang bukan untuk menjawab pertanyaan sendiri, tapi mengajak anda yang ingin berbagi.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-114490026282682423?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/114490026282682423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=114490026282682423' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114490026282682423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114490026282682423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2006/04/menyalurkan-nafsu.html' title='Menyalurkan Nafsu'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-114489987732448820</id><published>2006-04-12T20:40:00.000-07:00</published><updated>2006-04-12T20:44:37.326-07:00</updated><title type='text'>MOMOGI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sekali coba MOMOGI…. Pasti bikin mow mow lagi!...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;Begitulah tulisan yang tertera di bungkus Momogi, jajanan favorit saya belakangan ini. Bukan hanya favorit, rasanya saya sudah agak terobsesi dengan Momogi. Seandainya warung dekat rumah selalu sedia Momogi, saya akan membelinya setiap hari sebanyak receh yang saya punya. Sayangnya, warung terdekat agak lama perputaran barangnya. Jadi dalam seminggu paling 2 hari saja persediaan Momogi di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Belinya harus bersaing pula dengan anak-anak TK Al-Hikmah di seberang warung itu, padahal warung itu menjual Momogi dengan harga yang minimal, cocok dengan minimalnya pendapatan saya, hanya Rp. 500. Sementara kalau kita ke Alfamart, harganya bisa lebih mahal, Rp. 545 atau Rp. 575, saya tidak ingat persis. Tadinya saya kira lebih murah, ternyata tidak. Mungkin untuk menutupi biaya &lt;i style=""&gt;AC&lt;/i&gt;. Lain lagi kalau di Labschool. Di warung kaki &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; resmi di bawah pohon angsana dekat tukang somay, harga Momogi juga Rp. 500. Sayangnya, warung itu sangat lama perputaran barang jajanannya. Mungkin memang berfokus pada minuman dan rokok saja. Terakhir ke kampus, saya tidak menemukan Momogi di warung itu, maka saya beralih ke pedagang minuman yang ada di sebelah kanan kalau kita keluar dari gerbang Labschool, dekat tukang bakpao. Ternyata ada! Banyak lagi! Lumayan nih buat cemilan di warnet, pikir saya. Beli ah yang banyak, “Berapa bang?” Tanya saya untuk memastikan harga. Maklum, saya tau pedagang yang satu ini selalu menjual barang dengan harga lebih tinggi. “Seribu”, jawabnya. Anda bisa tebak kelanjutannya. Saya hanya membeli satu, sekedar untuk menghentikan kepenasaran saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;Momogi yang saya suka, sangat spesifik. Yaitu Momogi &lt;i style=""&gt;Stick Chocolate. &lt;/i&gt;Kadang yang Stik Keju atau Stick Jagung Bakar (Kenapa &lt;i style=""&gt;Stick Chocolate&lt;/i&gt; tidak ditulis Stik Coklat saja ya oleh produsennya?). tapi saya tidak selalu suka keduanya, kadang-kadang saja&lt;i style=""&gt;. Stick Chocolate&lt;/i&gt; selalu saya suka. Selain itu ada varian-varian lain dari merk Momogi, tapi saya belum mencobanya. Momogi &lt;i style=""&gt;Stick&lt;/i&gt; sendiri merupakan snack berbahan dasar jagung. Mungkin saya memang suka &lt;i style=""&gt;snack-snack&lt;/i&gt; yang berbahan dasar jagung, bosan dengan &lt;i style=""&gt;snack&lt;/i&gt; berbahan dasar terigu. &lt;i style=""&gt;Snack&lt;/i&gt; berbahan dasar jagung lain yang saya suka adalah Serena Snack dari Nissin. Tapi Serena tidak ada yang rasa coklat. Perpaduan rasa jagung yang gurih dan coklat yang manis pada Momogi &lt;i style=""&gt;Stick Chocolate&lt;/i&gt;, terasa cocok bagi saya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;Di warung dekat rumah, kalau persediaan Momogi habis, ada gantinya. Merknya Masabo. Hanya tersedia rasa jagung bakar. Saya tidak terlalu suka. Tidak tau &lt;i style=""&gt;de&lt;/i&gt;h kalalu Anda. Saya juga tidak tau arti kata Momogi. Mungkin Anda tau? Buat saya kata itu terdengar ke-Jepang-Jepangan. Seperti Yoyogi, itu loh…. Stadion nasional Jepang waktu Olimpiade Tokyo 1964.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;Sebenarnya saya ingin memperlihatkan gambar Momogi pada Anda, sayangnya saya belum punya &lt;i style=""&gt;scanner&lt;/i&gt; atau kamera digital. Yang jelas lambangnya sejenis beruang dan memiliki motto: sekali coba Momogi…. Pasti mow mow lagi………. (Khusus &lt;i style=""&gt;Stick Chocolate&lt;/i&gt; ada keterangan: &lt;i style=""&gt;vegetarian food&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ada hubungan langsung (hubungan tidak langsung juga sepertinya tidak ada) dengan produsen Momogi. Tulisan ini hanya mengungkapkan pengalaman, perasaan, dan pemikiran saya. Tidak ada maksud untuk mempromosikan, memasarkan lebih luas, atau menyinggung pihak-pihak tertentu).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-114489987732448820?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/114489987732448820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=114489987732448820' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114489987732448820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114489987732448820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2006/04/momogi.html' title='MOMOGI'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-114489956376521575</id><published>2006-04-12T20:32:00.000-07:00</published><updated>2006-04-12T20:39:23.770-07:00</updated><title type='text'>Wanita di Samudra</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Dalam buku Jepang Dewasa Ini yang diterbitkan &lt;i style=""&gt;The International Society for Educational Information, Inc&lt;/i&gt;. pada tahun 1989, dituliskan bahwa pada bulan April 1988 Badan Keselamatan Maritim (Jepang tentunya) mengangkat seorang wanita sebagai nahkoda kapal patroli untuk pertama kali dalam 40 tahun sejarahnya. Hal ini distimulasi oleh Tahun Wanita Internasional PBB pada tahun 1975 dan Dasawarsa Wanita PBB yang berakhir tahun 1985 sehingga pemerintah Jepang mulai mendesakkan tindakan tambahan dalam memajukan persamaan di tempat kerja. Pada bulan Mei 1985 Diet Nasional (Parlemen Jepang) menyetujui UU Kesempatan Bekerja Yang Sama, diberlakukan pada tanggal &lt;st1:date year="1986" day="1" month="4"&gt;1  April 1986&lt;/st1:date&gt;. Tidak disebutkan nama nahkoda wanita tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Sementara di &lt;span style=""&gt;Indonesia, saya belum menemukan datanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Jauh sebelum abad ini, wanita Aceh telah berkesempatan dan berhasil memperlihatkan ketangguhannya di Samudra. Pemerintahan al-Mukammil membentuk Armada Inong Balee (Armada Janda) yang beranggotakan seribu janda para syuhada yang gugur dalam pertempuran di Teluk Haru melawan imperialis Portugis. Dalam perkembangannya banyak juga gadis yang menggabungkan diri. Inilah satu-satunya armada wanita dalam sejarah dunia (Amatullah Shaffiyah, Seorang Ibu Sebuah Dunia Berjuta Cinta, GIP, Jakarta 2002).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Armada ini dikomandoi oleh Laksamana Keumalahayati (Malahayati), lulusan Akademi Militer Baital Maqdis yang berdiri pada masa pemerintahan Sultan Alaiddin Ri’ayat Syah Al-Qahhar (1537-1571 M) di Aceh. Keperwiraan Laksamana Malahayati dan armadanya disegani lawan. Pada tanggal 21 Juni 1599, Cornelis de Houtman dan adiknya, Fredericjk de Houtman membawa armada dagangnya merapat di pelabuhan Aceh. Sultan al-Mukammil menerima mereka sebagai rekanan dagang sewajarnya. Namun setelah terbukti bahwa mereka membuat kekacauan dengan memanipulasi perdagangan, menghasut, dan menimbulkan keributan, Sultan mengusir mereka. Karena dipersenjatai oleh Pemerintah Hindia Belanda, Houtman bersaudara pun membangkang dan menyerang. Sultan menugaskan Laksamana Malahayati untuk menggempur mereka. Cornelis de Houtman tewas di tangan Laksamana Malahayati sendiri, Fredericjk de Houtman ditawan dan sisanya terluka. Peristiwa ini menimbulkan pengakuan lebih jauh atas ketangguhan mereka, Marie Van Zuchtelen pun khusus mengabadikannya dalam buku Vrouwelijke Admiraal Malahayati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Jikalau kita meneropong lebih jauh lagi, kita akan menemukan keperwiraan wanita di samudra yang lain. Ummu Haram adalah seorang shahabiyyat. Beliau bergabung dalam armada penaklukan Kepulauan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Cyprus&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan syahid di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;.  &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-114489956376521575?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/114489956376521575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=114489956376521575' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114489956376521575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114489956376521575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2006/04/wanita-di-samudra.html' title='Wanita di Samudra'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-114489842425422010</id><published>2006-04-12T19:56:00.000-07:00</published><updated>2006-06-11T22:36:56.883-07:00</updated><title type='text'>I Just Started It</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;wonk ikhsan: dari dulu diajakin nge-blog&lt;br /&gt;wonk ikhsan: baru mau sekarang&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Begitu tulis teman saya di YM, mungkin kalau diucapkan, nada bicaranya akan bernada antara menggoda dengan mengejek. Seperti &lt;i style=""&gt;mpok-mpok&lt;/i&gt; mengatakan “dari kemaren dipanggilin baru nongol ni ari, kemane aje?’.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;wpurtini: dari dulu udah mau&lt;br /&gt;wpurtini: baru mulai sekarang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Di media yang sama saya menjawab.&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Memang sudah lama dia mengajak saya untuk menulis di blog. Sejak saya masih terdaftar sebagai mahasiswa UNJ. Sekitar satu atau satu setengah tahun yang lalu.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;wonk ikhsan: suka nulis gak?&lt;br /&gt;wonk ikhsan: gimana kalo nulis online aja?gampang kok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Begitu katanya sambil memberikan alamat blognya sendiri. Sayangnya, saya tidak tertarik. Saya pikir, bagaimana mengurusnya. Jangankan untuk mengurus, untuk mempelajarinya saja tentu perlu koneksi internet. Sementara warnet di sekitar UNJ masih dapat dihitung jari tangan, mungkin tangan kanan saja, &lt;i style=""&gt;dial up&lt;/i&gt; pula. Saya juga tak dapat mengandalkan labkom jurusan yang kadang &lt;i style=""&gt;online &lt;/i&gt;kadang tidak itu. Modal komputer dan jaringan sendiri? Wallahu a’lam bisanya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Seiring dengan penyusunan skripsi, saya bertemu dengan orang-orang yang begitu dekat dengan internet. Ternyata mereka juga membangun blog sendiri. Misalnya Anduz dengan blueboxnya dan Pak Widi yang memisahkan antara blog pribadi dengan &lt;a href="http://openstudio.media.mit.edu/artists/wnugroho"&gt;pekerjaan seninya&lt;/a&gt;. Tapi tidak semua mereka membuat blog. Pak Arif yang menjadi narasumber utama saya, tidak menulis blog (atau belum barangkali). Tapi beliau memang mengurus banyak hal lain &lt;i style=""&gt;sih,&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;he had two jobs&lt;/i&gt;. Lalu saya juga berkenalan dengan Budhi. Blognya lebih sederhana dan kesederhanaan itu membuat saya berpikir, “Ini sih mestinya gue juga bisa". Waktu itu di Friendster juga muncul fasilitas blog. “Wah makin gampang nih bikin blog.” Membaca &lt;a href="http://catuy.blogspot.com/"&gt;blognya Catuy&lt;/a&gt;, membuat saya lebih tertarik. Membaca &lt;a href="http://firewater84.blogs.friendster.com"&gt;blognya Panji&lt;/a&gt; (simak judulnya waktu itu: go blog panji sehingga prenster) membuat saya makin tertarik. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tulisan Panji&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika itu yang seakan-akan mencerminkan perasaanku sendiri. Begini bunyinya&lt;span style=""&gt;, “&lt;/span&gt;rasa ingin tahu panji semakin menjadi-jadi, mirip hulk tapi belon jadi hulk, baru pemanasan gitu. karena ingin tahu, panji iseng ngeliat blognya si XpatpatX.. ooohhh... ternyata begituh isinya... ya sudah deh, ikutan aja deh (ikut2 lebih tepatnya)&lt;span style=""&gt;“.&lt;/span&gt; Wah, kalau Panji sudah ikut kenapa saya belum? (jiwa ikut-ikutannya ikutan muncul). Tapi setelah saya melihat-lihat blog teman-teman Friendster, rasanya kok begitu-begitu saja. Hanya tulisan iseng yang hanya bermakna bagi penulisnya, tidak bagi saya pembacanya, kecuali saya berminat untuk mengamati tulisan orang itu lebih lanjut.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;budhi norack: blog &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; kayak diary&lt;br /&gt;budhi norack: terserah kita mo gimana nulisnya&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Bagi saya, tulisan adalah sebuah identitas. Sebuah ciri khas. Seperti sidik jari. Tulisan setiap orang berbeda, karena tiap orang adalah individu yang unik. Setelah beberapa mengamati tulisan teman-teman, saya makin dapat membedakan tulisan dan blog mereka. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang menginspirasi, ada yang tidak. Salah satu yang menginspirasi adalah blog keluarga Ismail Fahmi. Enak dilihat, susunannya baik, dan tulisannya juga oke. Nampaknya mereka hendak menjadikan menulis sebagai kebutuhan. &lt;i style=""&gt;Their blog looks like a home, a home for them. &lt;/i&gt;Di mading jurusan, terpampang tulisan mengenai blog. Sebenarnya itu artikel koran yang difotokopi (mungkin fotokopi perbesar) lalu ditempel di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Entah siapa yang melakukannya. Artikel itu lama bertahan di mading jurusan, sampai kumal. Entah karena memang menarik minat TPers atau karena sifatnya &lt;i style=""&gt;features&lt;/i&gt; jadi ia tak mudah tergusur seperti kertas-kertas pengumuman jadwal kuliah, syarat-syarat beasiswa, dll.&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Inspirasi sudah banyak, niat sudah ada, tapi saya tetap malas nge-blog.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;wpurtini: aku takut klo nanti brenti di tengah jalan&lt;br /&gt;wpurtini: aku takut klo nanti aku brenti ngeblog, nanti ngecewain yg baca&lt;br /&gt;(uh, serasa bakal ada yang baca gitu…. sebenarnya &lt;i style=""&gt;sih&lt;/i&gt; takut mengecewakan diri sendiri) &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;budhi norack&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;: kenapa harus mikirin yg baca?&lt;br /&gt;wpurtini&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: karena aku sendiri kecewa klo org yg blognya suka kubaca, brenti nulis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Saya kecewa ketika Avianto memutuskan &lt;i style=""&gt;out&lt;/i&gt; dari dunia &lt;i style=""&gt;blogging.&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;His website is quite fun, beautiful, and inspiring. Not just that, website &lt;/i&gt;itu juga yang membawa saya pada dunia blogging yang lebih luas. Pada blog-blog yang menarik. Pada blogger-blogger yang lebih beragam karakternya. Tapi ia memutuskan untuk berhenti (tapi sepertinya untuk kembali berjalan nanti, “ah sok tau kenal aja engga”).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Penelusuran &lt;a href="http://avianto.com"&gt;website Avianto&lt;/a&gt; juga membawa saya pada &lt;a href="http://apasajapodcast.blogspot.com"&gt;Apa Saja Podcast&lt;/a&gt;, yang juga dibuat oleh Avianto. Awalnya saya hanya memanfaatkan &lt;i style=""&gt;podcast&lt;/i&gt; itu untuk bisa mendengar lagu CozyStreetCorner secara gratis. Kemudian saya coba mendengar &lt;i style=""&gt;entry-entry&lt;/i&gt; yang lain, sebenarnya karena bosan mendengar musik pilihan operator warnet.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Sungguh Allah yang telah menentukan segalanya. Di tengah hingar bingar musik suguhan operator warnet, di antara suara &lt;i style=""&gt;podcast&lt;/i&gt; yang direkam secara tidak profesional, saya mendengar Avianto berkata, “Mulailah, karena memulai itu yang sulit,” begitu kira-kira (saya tidak ingat persis, saya juga tidak mendengar keseluruhan &lt;i style=""&gt;entry&lt;/i&gt; itu, saya sudah tulis tadi, waktu itu berisik).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Itu bukan kali pertama saya mendengar nasihat seperti itu. Tapi kali ini &lt;i style=""&gt;timing&lt;/i&gt;nya begitu tepat. Berikutnya saya ke warnet, saya mulai blog saya. Kalau orang-orang berkata, ingat blog ingat Enda, maka berbedalah mereka dengan saya. Ingat blog, ingat Avianto. Mungkin begitu saya akan berkata. Atau mungkin juga, ingat blog ingat Ikhsan. Soalnya, baru saja saya mengakrabkan diri dengan &lt;i style=""&gt;tool-tool&lt;/i&gt; yang ada di sini, Ikhsan sudah berbaik hati menawarkan diri, “Mo didandanin gak blognya?” Hehe… &lt;i style=""&gt;thanks to Ikhsan and all of people who gave me inspiration. Bismillah, I just started it &lt;/i&gt;;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-114489842425422010?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/114489842425422010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=114489842425422010' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114489842425422010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114489842425422010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2006/04/i-just-started-it.html' title='I Just Started It'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-114439795493859962</id><published>2006-04-07T01:08:00.000-07:00</published><updated>2006-04-07T01:22:00.720-07:00</updated><title type='text'>Tanggapan atas Dr. Ioanes</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tulisan ini merupakan tanggapan saya atas tulisan Dr. Ioanes Rakhmat yang dimuat dalam Koran Tempo, Minggu 26 Maret 2006 berjudul Pornografi dalam Teks-teks Keagamaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dalam tulisan tersebut Dr. Ioanes mencukil beberapa isi buku sebagai wakil dari teks-teks keagamaan. Yang menjadi rujukan beliau adalah tulisan-tulisan Jalaluddin Rumi dan Alkitab yaitu Kitab Kidung Agung dalam kanon Perjanjian Lama. Dipaparkan bahwa dalam tulisan Rumi yang sufi itu dan dalam Kitab Kidung Agung terdapat sentuhan erotis sensual pada beberapa teksnya. Maka beliau menegaskan bahwa teks-teks keagamaan ternyata bisa tidak terlepas dari pornografi, jadi penting untuk mengetahui tujuan orang ketika ia memakai dan mengajukan teks atau gambar porno sebelum kita menjatuhkan atasnya vonis moral, legal, ataupun politis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Tanggapan pertama, mengapa Dr. Ioanes hanya membahas teks-teks keagamaan dari 2 agama saja, padahal ada 6 agama resmi di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;. Menurut saya akan lebih baik jika teks keagamaan dari agama-agama lain terutama Hindu juga dibahas mengingat umat Hindulah yang selama ini merasa tidak sependapat dengan umat Islam dan Kristen dalam memandang porno-tidaknya sesuatu. Seperti misalnya pada tulisan jiwamerdeka mengenai Dewa Achintya-nya &lt;a href="http://jiwamerdeka.blogspot.com/2006_02_19_jiwamerdeka_archive.html"&gt;(Cerpen Abu Bakar)&lt;/a&gt;. Selain itu, menampilkan teks keagamaan dari 2 agama saja dikhawatirkan mengarah pada pembandingan 2 agama tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tanggapan kedua, mengenai teks yang digunakan/dibahas yaitu tulisan sufi Jalaluddin Rumi dan Kitab Kidung Agung dalam Kanon Perjanjian Lama. Saya sendiri tidak mengerti kedudukan Kitab Kidung Agung tersebut bagi umat Kristiani. Saya hanya bisa memperkirakan bahwa sebagai bagian dari Alkitab, kitab suci gereja, maka Kitab Kidung Agung berperan sebagai pedoman umat Kristiani seperti halnya Alkitab itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Hal ini berbeda jauh dengan tulisan-tulisan Jalaluddin Rumi. Rumi adalah seorang sufi dan penyair setelah jaman Rasulullah dan kekhalifahan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Khalifah"&gt;(Khulafaur Rasyidin, 632-661 M).&lt;/a&gt; Sebagai seorang sufi yang mendalami sufisme (tasawuf), Rumi &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;(&lt;a href="http://www.answers.com/jalaluddin%20rumi"&gt;1207-1273 M&lt;/a&gt;) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;dapat menyentuh umat manusia lintas agama karena tasawuf sendiri menghendaki hakikat cinta antara manusia dengan Tuhannya, tidak peduli manusia mana agama apa. Bahkan pada satu titik, penganut tasawuf menginginkan derajat untuk bisa bersatu dengan Tuhannya seperti halnya sepasang kekasih yang ingin menyatu, bisa merasakan dan mencintai satu sama lain secara utuh. Namun tulisan-tulisan Jalaluddin Rumi bukanlah pedoman bagi umat Islam, bukan pedoman beribadah bukan pula pedoman hidup. Pedoman hidup umat Islam adalah Al-Quran dan pegangannya adalah Al-Hadits (As-Sunnah). Adanya tulisan-tulisan dari para imam dan ulama merupakan ijtihad (usaha) yang dilakukan umat muslim untuk memahami pedoman hidup tersebut. Ijtihad itu sendiri terus diperbaiki dan dikembangkan sesuai konteks umat pada jamannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dilihat dari segi bahasa, imbuhan ke-an dapat menyatakan tempat atau daerah seperti pada kata kerajaan; menyatakan hal atau peristiwa seperti pada kata kebersihan, kewajiban; menyatakan kena atau menderita sesuatu seperti pada kata kedinginan; dan menyatakan dapat di- seperti pada kata ketahuan (Fasih Berbahasa Indonesia, Gorys Keraf dan Frans Asisi Datang, Penerbit Erlangga, 1997). Arti imbuhan ke-an yang paling cocok untuk ‘keagamaan’ adalah yang menyatakan hal atau peristiwa. Jadi teks keagamaan berarti teks mengenai hal agama. Maka teks keagamaan dapat mencakup segala teks mengenai agama: kitab suci agama, buku pelajaran agama, kumpulan syair mengenai agama, buku konsultasi agama, dan banyak lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Jadi teks keagamaan dalam kapasitas apa yang sebenarnya hendak dibahas oleh Dr.Ioanes? Rasanya tidak adil jika tulisan seorang sufi disejajar-bandingkan dengan (bagian) Alkitab. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-114439795493859962?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/114439795493859962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=114439795493859962' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114439795493859962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114439795493859962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2006/04/tanggapan-atas-dr-ioanes.html' title='Tanggapan atas Dr. Ioanes'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-114413886922659049</id><published>2006-04-04T01:18:00.000-07:00</published><updated>2006-04-04T01:21:09.230-07:00</updated><title type='text'>Have You Ever Ignore Someone on Yahoo Messenger?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Since I know, amazed by, and use Yahoo Messenger (YM) by 2003, I got some quite interesting experiences. One of those experiences is “to ignore” and “got ignored”. It was interesting because in the real life, I never really can do that. I can never really ignore someone even though I felt annoyed by her/him. And no one really ignore me cause when I know someone feel inconvenient with my presence, I will not distract him/her further. In this case, I got high self-defense. :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;First person, and the only one so far, that I ignored is someone from &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Pakistan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;. I “met” him in Jakarta Global Chat room in my early days use YM. I never add him to my friend list and I know if I didn’t add someone to my friend list, there’s only 2 possibilities, forgot and dislike.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;By the time he sent me offline messages, I didn’t really remember who he was. So my reply is just, “hi”, “how are you”, “thank you”, sort of. But after couple more offline messages, then I know that he just a teaser, very romantic teaser. I thought, there will be no advantage for me, nor him, to reply the messages. It’s not the conversation I want to have with my chat friend. So I ignore him.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;On the other side, I got ignored by someone else. Well, it happens recently. He claimed himself as conservative internet user. He doesn’t like to receive mass messages from me coz it’s abusive, but he didn’t tell me from the beginning. So, I didn’t know (I am completely newbie on netiquette). Until one day we got into conversation and he told me about his objection. I told him that I was sorry and I got interested to know more about media abusing. But it seems like there was miscommunication between us. Instead of having knowledge sharing, we fall into emotionally exhausting debate. After that, he never replies my messages again. Not in million years may be. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;My friend, Roni, have ignore someone, 2 persons in fact. He said “ They like to give me bomb every morning”. Hei hei hei, what did he mean by “bomb”? Is it mass messages? Pfiuh, fortunately Roni didn’t ignore me, may be my mass messages didn’t across his limit :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;How about yourself? Have you ever ignored someone? Have you got ignored by someone? Well, may be it just part of having chat on YM. May be it’s not as serious as build “silaturahim” in real life.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-114413886922659049?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/114413886922659049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=114413886922659049' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114413886922659049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114413886922659049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2006/04/have-you-ever-ignore-someone-on-yahoo.html' title='Have You Ever Ignore Someone on Yahoo Messenger?'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-114413847503339380</id><published>2006-04-04T01:12:00.000-07:00</published><updated>2006-04-04T01:16:04.780-07:00</updated><title type='text'>Ngalor Ngidul Soal PNS</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dalam periode penyaringan PNS tahun ini, sedikitnya ada 3 teman baik saya yang lolos, satu orang di Pustekkom Depdiknas, satu orang di Perpusnas, dan satu orang lagi di Bappenas. Di tengah kesepian saya akibat lama tidak bertemu teman-teman kampus dan belum menemukan lingkungan baru semenyenangkan mereka, hal ini sempat menimbulkan iri dalam hati. Tapi rasanya ragu pula mengizinkan hati ini untuk iri. Selain iri termasuk penyakit hati yang tak sebaiknya dipelihara, saya juga ragu apakah saya juga ingin jadi PNS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Terus terang saja. Saya sempat berkeinginan besar untuk bekerja di Pustekkom. Menurut saya, Pustekkom adalah lembaga yang strategis untuk mengembangkan pembelajaran bagi bangsa &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; yang plural dan variatif secara geografis. Jika Pemerintah lebih memperhatikan pendidikan dan merealisasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN, di bawah kepemimpinan yang handal dalam manajemen yang tepat, Pustekkom tentu akan lebih produktif. &lt;i style=""&gt;It’s my dream&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Terlepas dari angan-angan yang entah kapan kesampaian, Pustekkom tetap mempesona bagi saya. Tidakkah menyenangkan bekerja di tempat kita dapat mengimplementasi ilmu kita? Tidakkah menyenangkan bekerja di tempat kita dapat mengaktualisasikan diri kita tanpa selalu ditanya “Teknologi pendidikan apaan sih?”. Tidakkah menyenangkan bekerja di tempat yang secara optimal mengakomodir kita menjadi insan yang bermanfaat sesuai keahlian kita? &lt;i style=""&gt;It’s my passion&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tapi haruskah saya menjadi PNS untuk bisa bekerja di Pustekkom? Tidak bisakah saya bekerja paruh waktu di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;? Seperti Catuy yang pekerja kontrak di Bappenas, atau seperti Sudirman Siahaan, dosen yang merangkap peneliti di Pustekkom. Atau saya harus jadi dosen dulu? Berapa lama lagi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Di salah satu koran ibukota, saya mengetahui bahwa ada seorang pria sudah 5 kali ikut ujian CPNS dan gagal. “Hebatnya”, ia tidak meyerah. Tahun depan ia akan mencoba lagi karena cita-citanya adalah ketenangan di masa tua dengan uang pensiun. &lt;i style=""&gt;It’s his passion&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;PNS juga pekerjaan yang baik, terhormat (halal). Hanya saja, sekeluar saya dari kampus ingin rasanya menghirup atmosfer lingkungan kerja lain, menempati lahan yang lebih baik dan tidak sebirokratis itu. Mungkin di masa depan, pada satu titik saya akan berpikiran sama dengan pria tadi. Mungkin saya akan berpikiran sama dengan para guru bantu yang kini berjuang hingga ke jalan demi pengangkatan mereka. Mungkin juga, pikiran saya sudah sama. Entahlah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;“&lt;/span&gt;&lt;st1:city style="font-style: italic;"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; 2 golongan manusia yang tidak akan pernah mengubah pendirian, pengertian, dan pendapatnya, yaitu orang gila dan orang mati.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-114413847503339380?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/114413847503339380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=114413847503339380' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114413847503339380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114413847503339380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2006/04/ngalor-ngidul-soal-pns.html' title='Ngalor Ngidul Soal PNS'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25350891.post-114413787590020771</id><published>2006-04-04T00:58:00.000-07:00</published><updated>2006-04-04T01:09:27.820-07:00</updated><title type='text'>Analisa Planet Teh</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“ Buang aku ke Planet Teh!”, katanya penuh semangat disertai binar mata yang jenaka. Itu bukanlah pernyataan putus asa sampai merasa harus membuang diri, ke planet teh pula yang entah di nun mana. Itu adalah pernyataan kesukaannya terhadap sesuatu. Itu menurutku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dari kalimatnya dapat diketahui 2 hal yang disukainya, yaitu teh dan planet (hal-hal yang berkenaan dengan astronomi). Dari &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;gaya&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; bicaranya dapat diketahui pula bahwa ia suka menggunakan kata-kata yang berkonotasi negatif. Ironis dengan wajahnya yang cerah dan suaranya yang riang. Ia lebih memilih memakai kata “buang aku”, bukan “bawa aku” atau “aku mau”. Baginya kata berkonotasi negatif justru asyik untuk digunakan karena orang jadi langsung &lt;i style=""&gt;pay attention&lt;/i&gt; terhadapnya. Kadang malah menjadi kelucuan tersendiri baginya atau bagi teman-temannya. Apakah ini pertanda bahwa ia sedang mengeksplorasi bahasa? Atau ia memang suka bermain dengan kata-kata dan mencoba memahami respon sosial atas kata-kata itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Aku tau dia sangat suka minum teh. Baginya minum teh di pagi hari sungguh menyegarkan. Wangi melatinya merangsang indra pengecapnya untuk terus menikmati teh seduhan ibunya. Berbeda dengan bau susu yang justru mengirim “sinyal negatif" ke otaknya sehingga memerintahkan mulutnya berkata “Gak mau!”. Dia bukan tidak suka minum susu, dia hanya tidak suka baunya. Susu coklat favoritnya, susu vanilla dia juga suka, susu rasa buah tak akan ditolaknya. Hanya saja dia tidak suka bau susu sehingga kadang-kadang dia masih meminumnya dengan botol agar bau susu tak tercium olehnya. Aku tak tau penyebab ia tak suka bau susu. Mungkin memang “sudah dari sononya” (tapi aku meragukan opsi ini), mungkin pula ia pernah punya pengalaman tak menyenangkan dengan bau susu. Mungkin ia pernah mencium bau susu basi. Mirip dengan sejarah mengapa kakak perempuannya tidak suka makan pepaya, yaitu karena waktu kecil pernah &lt;i style=""&gt;accidently&lt;/i&gt; makan pepaya busuk sehingga meninggalkan “trauma” baginya. Atau mungkin ia pernah mencium bau susu sambil melihat atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Mungkin juga karena ia memang tidak pernah meyukai bau-bau menyengat (menyengat dalam ukurannya tentunya). Yang jelas ia suka minum teh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Selain suka minum teh di pagi hari, ia juga suka melakukannya di siang hari atau sela-sela waktu senggangnya (anda tau berapa banyak waktu senggang yang dimiliki anak umur 5 tahun?). sepulang sekolah ia akan mendatangi meja makan dan mencari secangkir teh sisa tadi pagi. Minum teh sepulang sekolah membuatnya segar kembali. Aku tau itu karena ia sering mengerjap-ngerjapkan matanya sambil mulutnya terus mengokop teh. Setelah itu ia siap untuk mengerjakan PR atau keliling-keliling main sepeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Teh hangat di malam hari kadang jadi permintaannya. Kadang sebelum tidur, kadang sembari main ular tangga. Seakan dengan minum teh dapat membuatnya relaksasi. Aku jadi bingung, sebenarnya teh itu mengandung zat yang menyegarkan (&lt;i style=""&gt;energizing)&lt;/i&gt; ataukah yang membuat tenang (&lt;i style=""&gt;relaxing&lt;/i&gt;)? Hal itu berlaku keduanya bagi dia. Kebingungan yang lain adalah, sebenarnya teh mengandung zat pencegah kanker atau justru penyebab kanker? Tulisan tentang teh mampu mencegah kanker pernah kubaca, artikel koran tentang teh sebagai penyebab kanker juga pernah didiskusikan dalam siatu forum yang kuhadiri. Kesimpulanku ketika itu, teh itu baik selama tidak berlebih-lebihan dalam mengkonsumsinya karena segala hal yang berlebih-lebihan itu tidak baik dan tidak disukai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Lalu di mana batas konsumsi teh bagi anak 5 tahun? Kakak perempuannya sering bilang padanya “Jangan terlalu sering minum teh nanti kamu kontet”. Apa benar ada hubungan antara konsumsi teh dengan pertumbuhan badan? Apakah itu hanya mitos? &lt;i style=""&gt;Anyone can explain it to me please&lt;/i&gt;? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ia suka sekali hal-hal astronomis. Ia lebih suka bermain “Menjelajahi Tata Surya bersama Ovaltine” daripada ular tangga bergambar Dora &amp; SpongeBob, tokoh kartun favoritnya. Ia juga berulang-ulang menyetel VCD “Penciptaan Alam Semesta” Harun Yahya yang dimukadimahi gambaran galaksi Bimasakti dan tata surya kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Mungkin dalam bayangannya Planet Teh adalah tempat yang berbeda sama sekali dengan tempat tinggalnya sekarang. Tempat ia bisa minum teh kapan saja, sebanyak ia mau. Ia juga bisa melihat beragam jenis teh, teh hijau, teh merah, teh hitam, teh seperti yang diminum Sinchan, teh yang diminum raja negaranya Mr. Bean, dan teh lain yang belum pernah ia lihat sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ia sering mengasosiasikan planet sebagai segala hal di luar dirinya dan seperti banyak hal lain di luar dirinya, planet tidak selalu sulit dijangkau. Planet Pluto mungkin sulit dijangkau karena jauh dari matahari seperti yang ia lihat pada lembar permainan “Menjelajahi Tata Surya” yang dibuat pada tahun 90an, tapi Planet Jupiter tidak terlalu jauh. Hanya terpisah 1 planet dengan Bumi, yaitu Mars. Jupiter cukup besar, cukup untuk menampung semua temannya. Baginya belum pernah ke Jupiter sama saja dengan belum pernah ke Sepang &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; tempat balap mobil F1 kesukaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;        Lalu di mana letak Planet Teh? Di mana ia menempatkan Planet Teh dalam pikirannya? Di galaksi Bimasaktikah? Atau di luarnya? Sebuah galaksi lain yang juga imajinatif? Apakah ini fase yang harus dilaluinya dalam pengembangan kecerdasan spasial? Kuputuskan untuk membiarkannya berproses. Saat ini aku hanya bisa mempersiapkan dadu, orang-orangan, dan secangkir teh manis hangat untuk bermain “Menjelajahi Tata Surya” bersamanya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25350891-114413787590020771?l=wpurtini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wpurtini.blogspot.com/feeds/114413787590020771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25350891&amp;postID=114413787590020771' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114413787590020771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25350891/posts/default/114413787590020771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wpurtini.blogspot.com/2006/04/analisa-planet-teh.html' title='Analisa Planet Teh'/><author><name>Winy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02157644834175847265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_KACm8NDm1mw/SyTL8eWFXcI/AAAAAAAAABM/syZdjuFLOBc/S220/Image028(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
